Rabu, 18 November 2020 - 07:43 WIB

Adakah Niat Bank Mandiri Bohongi Publik Soal e-Warong?

Pasaman, – Persoalan e-Warong di Kabupaten Pasaman sepertinya sangat disesalkan masyarakat khususnya perbedaan pernyataan Bank Mandiri dengan Pemkab Pasaman melalui Dinas Sosial soal rekomendasi penetapan e-Warong.

Atas perbedaan pernyataan itu, publik bertanya-tanya, mana pernyataan yang benar dan mana pernyataan mengada-ada. Mungkinkah ada niat Bank Mandiri atau Dinsos Pasaman memberikan informasi keliru kepada media sehingga publik merasa dibohongi?.

Sebelumnya Cluster Manajer Bank Mandiri Cabang Pasaman Dodi meyampaikan bahwa penetapan e-Warong merupakan hasil rekomendasi Dinas Sosial Kabupaten Pasaman.

“Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Bank Mandiri. Itu ranah nya dinsos. Bank Mandiri menyediakan sarana EDC dan e-Warong yang sudah direkomendasi Dinsos Pasaman. Undangan Bank Mandiri untuk menjelaskan proses EDC dan syarat menjadi agen,” ungkap Dodi dikonfirmasi via WhatsApp kepada Deliknews.com Minggu 1 November 2020 saat dipertanyakan pendapatnya terkait Surat Pemberitahuan Bupati Pasaman, bahwa yang menjadi supplier bahan pangan (Beras) e-Warong Program Sembako Kabupaten Pasaman adalah Bulog.

Baca juga: Bank Mandiri: Penetapan e-Warong Hasil Rekomendasi Dinsos Pasaman

Pemkab Pasaman Bantah Pernyataan Bank Mandiri

Warga Pasaman Minta Pemkab Kembalikan Hak e-Warong

Menanggapi hal itu, lain hal disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Pemkab Pasaman Amdarisman. Ia menegaskan bahwa dinas sosial tidak pernah memberikan rekomendasi kepada Bank Mandiri dalam menetapkan e-Warong.

“Saya selaku kepala dinas tidak pernah melihat dan memberikan rekomendasi, mungkin pejabat lama. Tapi kita pertanyakan kepada Bank Mandiri, mana surat rekomendasi itu. Kalau yang lama salah, kita perbaiki,” tegas Amdarisman saat diwawancarai Deliknews.com, Senin 2 November 2020.

Amdarisman juga mengakui banyak isu dan tudingan bahwa ada permainan Dinsos Pasaman dalam penetapan e-Warong.

Menurutnya, e-Warong sekarang punya kelemahan. Tapi, penetapan e-Warong merupakan wewenang Bank Mandiri bukan dinas sosial.

“Sekarang kita akui e-Warong punya kelemahan. Namun mari kita perbaiki. Kita pertanyakan mana MoU Bank Mandiri dengan e-Warong. Kita minta Bank Mandiri menjelaskan,” tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa berdasarkan informasi dan fakta dilapangan, di Pasaman ada banyak kejanggalan (tidak sesuai Pedum) penetapan e-Warong sebagai agen bank dalam menyalurkan sembako kepada KPM.

Faktanya, diduga banyak pedagang dadakan dijadikan e-Warong. Banyak menduga adanya permainan Pemkab Pasaman melalui Dinsos Pemkab Pasaman dengan bank penyalur dalam menetapkan e-Warong.

Dalam Pedum Program Sembako 2020, menegaskan bahwa penetapan e-Warong sepenuhnya merupakan wewenang bank penyalur.

Menanggapi itu, masyarakat sangat kecewa dan menyesalkan perbedaan peryataan tersebut hingga banyak nitizen berkomentar.

“Heran. Mana yang benar ini pejabat dan mana yang bohong. Kenapa bisa berbeda pernyataan Bank Mandiri dengan Pejabat Pemkab Pasaman? Tolong jangan membuat bingung masyarakat, kalau tidak mampu jadi pejabat, berhenti saja,” ungkap Dayat salah satu nitizen juga masyarakat Pasaman menggapai perbedaan pernyataan tersebut.

Baca juga: Disesalkan, Bank Mandiri Saling Tuding dengan Pemkab Pasaman

Menggapai pemberitaan itu, Cluster Manajer Bank Mandiri Cabang Pasaman Dodi mengirimkan link berita sebuah media dan meminta Deliknews.com untuk mencatat isi berita tersebut.

“Pak, bisa kita diskusikan berita ini, mohon bantu di take down berita nya. Saya sudah jelaskan ke beberapa media di Kabupaten Pasaman, saya juga sudah kunjungan ke Dinas Sosial Pasaman,” ujar Dodi via WhatsApp kepada Deliknews.com Selasa 17 November 2020.

Melihat pernyataan Cluster Manajer Bank Mandiri Cabang Pasaman dalam isi berita yang kirimkan nya, bertolak belakang dari pernyataan awal yang ia sampaikan ketika dikonfirmasi Deliknews.com. Awalnya ia menyebutkan bahwa e-Warong rekomendasi dari dinas sosial, namun setelah pernyataannya itu ditayangkan Deliknews.com, kemudian kepada media lain ia menyebutkan e-Warong bukan rekomendasi dinas sosial tetapi masuk usulan.

“Kita katakan usulan ya bukan rekomendasi dari dinas sosial terkait calon agen e-Warong pada awal pembentukan dulu tepatnya tahun 2019 adalah bentuk koordinasi kita dengan pemerintah daerah agar program ini bisa berjalan baik seperti halnya melihat jumlah dan sebaran KPM,” kata Dodi dikutip dari isi berita yang dikirimkan tersebut.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

loading...
Baca Lainnya

Jual Narkoba Jenis Sabu, Mantan Kades di Pali Ditembak Mati

Palembang, Sumsel, deliknews – Uladi Sastra (43) merupakan mantan kades di Kabupaten Pali yang ditembak...

21 Januari 2021, 18:18 WIB

Teknisi Telkom Malaka Bantah Persoalan Jaringan Terganggu di Disdukcapil

Malaka, NTT, deliknews – Teknisi Telkom Malaka membantah, tidak benar yang dipersoalkan oleh Dinas Kependudukan...

21 Januari 2021, 17:23 WIB

Sasaran Sekolah, Brimob dan TNI Laksanakan Penyemprotan Disinfektan

Satbrimob Polda Aceh, Kamis(21/01/2021) Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh yang dipimpin oleh...

21 Januari 2021, 13:29 WIB

NGO Metamorfosa : Teknis Pelepas Liar Lobster Dilakukan Pak Menteri Tepat dan Efesien

Buleleng – Ketua NGO Metamorfosa I Ketut Santika akrab disapa Ketut Totok menilai, pelepasliaran lobster (restocking)...

Foto: proses restocking (Pelepasliaran) Lobster hasil panen anggota GPLI oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi Ketua GPLI Gunawan Suherman (kiri) dan Ketua Metamorfosa Ketut Totok (kanan).

21 Januari 2021, 12:06 WIB

Ini Kata GPLI Perhitungan Budidaya Lobster Capai 24 Ton Setahun

BULELENG – Gunawan selaku ketua dari asosiasi Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) merasa perlu menularkan...

Foto: proses Panen Lobster GPLI disaksikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

21 Januari 2021, 11:11 WIB

Sudah 2 Hari Terjadi Kelangkaan BBM di Bartim

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Masyarakat di kota Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan...

21 Januari 2021, 10:50 WIB

loading...