Selasa, 1 Desember 2020 - 14:21 WIB

Iliustrasi

Iliustrasi

Catatan Merah Jalur Istimewa Titipan Siswa di Denpasar

Denpasar – Menjadi catatan merah dalam dunia pendidikan jika dimobilisasi politik. Pakar Hukum Universitas Udayana, Prof I Ketut Rai Setiabudi berharap pendidikan tetap dipertahakan obyektivitasnya.

Menurut sang profesor, pendidikan adalah untuk semua. Sebab itu, harus adil berdasarkan kemampuan subyektivitas calon siswa. “Saya sepakat dalam Pilkada Serentak 2020 dapat muncul pemimpin yang mau meniadakan pendidikan jalur titipan politik,” ungkap I Ketut Rai Setiabudi kepada atnews di Denpasar, Minggu (29/11).

Dikatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online dalam penerimaan siswa baru telah merusak jiwa generasi muda, sebagai generasi penerus bangsa khususnya di Bali.

Fenomena setiap penerimaan siswa, tahun ajaran baru di SMP Negeri dan SMA Negeri diungkap sang profesor dijadikan ajang adu kekuatan para oknum politisi. Membawa map tim suksesnya agar bisa adu gengsi masuk sekolah favorit negeri.

“Kemungkinan saja itu terjadi, dan bukan saja tim sukses kepala daerah, tetapi juga anggota DPRD,” singgungnya.

Ia setuju calon pemimpin bila sudah sukses menjadi pejabat, tidak mengintervensi masalah penerimaan anak didik baru di sekolah negeri.

“Apalagi di sekolah negeri yang persaingannya cukup ketat. Seharusnya malu nitip yang sudah tentu mengurangi, merebut hak masyarakat yang anak-anaknya memang pintar dan pantas mendapat sekolah negeri lebih berkualitas,” terangnya

Prof Rai Setiabudi meminta, dalam setiap penerimaan siswa baru agar berjalan sesuai dengan sistem objektif, jangan merusak pola yang menimbulkan kecemburuan sekaligus menurunkan kredibilitas
pemimpin itu sendiri.

“Hal semacam inilah sesungguhnya menurunkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Untuk itu ke depan perlu pengawasan yang ketat dari kelompok independen dan juga dari Ombudsmen,” tambahnya.

Diingatkan, jika praktik itu terbukti bisa diproses pidana karena termasuk kolusi, sama dengan korupsi. “Mengingat pola tersebut menghancurkan kualitas pendidikan generasi muda, khususnya Bali. Apalagi telah berlangsung lama sejak puluhan tahun dimasa reformasi ini,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 152 kali

loading...
Baca Lainnya

FPTI Bartim Lakukan Penggalangan Dana untuk Korban Bencana Banjir Kalsel

Barito Timur, Kalteng, Deliknews – Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Barito Timur (Bartim)...

17 Januari 2021, 15:47 WIB

Polri Ambil Langkah Cepat Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah...

16 Januari 2021, 23:56 WIB

Laksanakan Operasi Yustisi, Polsek Kresek dan Muspika Tegur 7 Pelanggar

TANGERANG – Jajaran Polsek Kresek Polresta Tangerang Polda Banten bersama Muspika Kecamatan Kresek kembali melaksanakan...

16 Januari 2021, 22:39 WIB

Laksanakan Operasi Yustisi, Polsek Kresek dan Muspika Bagikan Masker ke Warga

TANGERANG – Polsek Kresek Polresta Tangerang Polda Banten bersama jajaran Kecamatan Kresek dan Koramil Kresek...

16 Januari 2021, 22:23 WIB

Polsek Cisoka Edukasi Komunitas Jaro Soal Protokol Kesehatan

TANGERANG – Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh)...

16 Januari 2021, 22:17 WIB

Tim Tindak PPKM gabungan Tiga Pilar Polresta Tangerang Laksanakan Patroli Hunting

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten bersama Kodim 0510 Tigaraksa, dan Satpol PP Kabupaten...

16 Januari 2021, 22:00 WIB

loading...