Ini Penjelasan BNI Padang Soal Kerumunan Tanpa Prokes

Kerumunan massa tanpa protokol kesehatan Covid-19 saat kegiatan Bank BNI dalam pembukaan rekening dan pencairan BPUM di Pasaman Barat, Selasa (15/12/20).

Sumbar, – Deliknews.com mengirimkan surat konfirmasi kepada BNI Cabang Padang soal Kerumunan Massa Tanpa Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 saat pembukaan rekening dan pencairan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) di halaman Kantor Wali Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat pada Selasa (15/12/20) kemarin.

Atas surat itu, BNI Cabang Utama Padang mengirimkan surat balasan yang di tanda tangani oleh Pimpinan Joko T. Sembodo, Kamis (17/12/20).

Sebelumnya surat yang dikirimkan mengajukan 5 poin pertanyaan. Demikian juga dengan balasan dari BNI Cabang Utama Padang, namun jawaban dalam surat balasan itu tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

Poin pertama, kenapa Bank BNI mengumpulkan massa tanpa mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam pembukaan rekening dan pencairan Bantuan Pelaku Usaha Mikro di Depan Kantor Wali Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat pada Selasa tanggal 15 Desember 2020?

BNI menjawab bahwa saat ini pihaknya sedang mendapatkan tugas untuk menyalurkan Banpres Produktf Usaha Mikro (BPUM) yang dimaksudkan untuk mendorong perekonomian di lapisan paling bawan yang terdampak pendemic Covid-19. Untuk Pasaman Barat, warga yang menerima bantuan mencapai 12.000 pemilik usaha mikro.

Kedua, kenapa petugas Bank BNI juga tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam kegiatan tersebut?

Dijawab BNI, bantuan tersebut sudah ada di rekening masing-masing penerima bantuan, demikian juga Buku Tabungan dan ATM-nya sudah diserahkan. Sehingga penerima bantuan dapat mengambil uangnya kapan saja melalui ATM maupun Agen-agen Perbankan yang cukup banyak tersedia di Pasaman Barat.

Ketiga, kenapa Bank BNI membiarkan anak-anak masuk dalam kerumunan massa dalam acara itu tanpa mematuhi protokol kesehatan Covid-19?

Dijawab BNI, bahwa untuk mempercepat akses penerima bantuan, BNI mengirim mobil BNI Layanan Gerak (BLG) dari Padang, untuk membantu penerima bantuan jika lupa PIN, terblokir rekening, edukasi penggunaan ATM dan lainnya. BLG ini dapat beroperasi di seluruh wilayah kerja BNI dan ditempatkan di ruang terbuka.

Keempat, apakah pihak Bank BNI sudah mimiliki izin keramaian dari kepolisian atau Satgas Covid-19 dalam penyelenggaraan kegiatan yang menimbulkan kerumunan tersebut?

Dijawab BNI, dalam operasionalnya BNI selalu menekankan prokes untuk petugas antara lain; menggunakan masker, sarung tangan, menjaga jarak dengan nasabah dan menyiapkan hand sanitizer.

Kemudian pertanyaan terakhir, bagaimana pertanggungjawaban Bank BNI atas kerumunan massa yang berpotensi mempermudah penyebaran Covid-19 dalam pembukaan dan pencairan Bantuan Pelaku Usaha Mikro di Depan Kantor Wali Nagari Koto Baru yang sudah berlangsung selama 2 hari?

Dijawab BNI, melihat animo masyarakat terhadap layanan di BLG, maka BNI membatasi kehadiran nasabah di BLG, jadi jika antrian sudah melebihi kapasitas akan dihentikan.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan pantauan dilokasi kerumunan massa bukan hanya masyarakat membuka rekening dan penerima BPUM yang tidak mematuhi protokol kesehatan, namun petugas dari BNI ada yang tidak pakai masker.

Baca juga: Ada Kerumunan Massa Tanpa Protokol Kesehatan di Sumbar

Polisi Tegaskan Tak Ada Keluarkan Izin Keramaian BNI

Warga Sumbar Minta Polisi Tindak Kerumunan BNI

Kapolres Pasbar Belum Menanggapi Apa Tindakannya Terhadap Kerumunan BNI

Tidak hanya itu, selain banyak tidak pakai masker, petugas BNI juga tidak menjaga jarak dengan masyarakat, bahkan anak-anak ada ditemukan dalam kerumunan tersebut.

Disisi lain, diketahui pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pasaman Barat terus bertambah, pada (4/12/20) kemarin bertambah 15 orang positif.

“Benar, hari ini bertambah 15 orang dan sembuh 30 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, dikutif dari antaranews.

Menurut Gina Alecia, dengan bertambahnya 15 orang maka jumlah total kasus pasien positif hingga saat ini mencapai kasus 355 kasus, sembuh 274 orang, meninggal 19 orang dan masih positif menjalani isolasi atau karantina 62 orang.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.