Kerjasama Budidaya Lobster PT LBP Buat Nelayan Tersenyum

Haji Amal (tengah) saat menujukan Lobster hasil panen perdananya.

Bali – Hampir selama enam bulan fokus dalam budidaya lobster, PT. Lautan Berkah Perkasa (LPB) berhasil membuat nelayan bisa tersenyum. Keberhasilan perusahaan ini dalam melakukan pembesaran lobster memberi nafas lega kepada kelompok nelayan di pesisir Sumberkima Buleleng Bali.

Kerjasama dibangun dalam pembesaran lobster dirasa nelayan bisa menunjang ekonomi mereka di tengah pandemi COVID-19. Selain nelayan mendapatkan hasil setelah panen, pengadaan pakan untuk bibit lobster juga dibayar. Kerang dari perairan laut sekitar dan juga bulu babi diambil nelayan, yang dibeli perusahaan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

“Keberadaan keramba ini menghidupkan ekonomi kami. Dengan adanya ini di tengah pandemi (COVID 19) kita bisa bekerja. Untuk kedepannya ini sangat menjanjikan,” terang Haji Amal selaku Ketua Kelompok Nelayan di Sumberkima Buleleng Bali, Kamis (17/12)

Dari pengalaman pertama hingga berhasil panen ini ia dan rekan-rekannya mengaku banyak belajar. Sehingga, meski telah berhasil, Haji Amal mengatakan ke depan perlu dilakukan upaya peningkatan.

“Dari pengalaman pertama ini kami banyak belajar. Kedepannya tentu dapat lebih dimaksimalkan lagi karena kami kini sudah tau bagaimana melakukan budidaya lobster.”

“Nantinya perlu beberapa perbaikan agar periode yang selanjutnya mendapatkan hasil lebih maksimal, tapi yang jelas budidaya lobster ini sangat menjanjikan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, SP mengatakan, kehadiran usaha budidaya ini sebutnya, telah menggerakan ekonomi mikro masyarakat sekitar dengan membangkitkan potensi ekonomi yang sebelumnya tidak terlihat. Seperti misalnya kerang dan bulu babi sebagai pakan lobster.

“Sebelumnya kerang-kerang tersebut tidak terlihat nilai ekonomisnya bagi masyarakat. Tapi sekarang masyarakat mencari kerang untuk dijual ke pembudidaya sebagai pakan lobster. Begitu pun dengan bulu babi, yang sebelumnya hanya menjadi hama koral, kini dapat dimanfaatkan sebagai pakan lobster,” ujarnya.

Harianto selaku perwakilan dari PT LBP mengatakan panen perdana ini adalah bukti komitmen pihaknya mendukung budidaya lobster dalam negeri.

“Pandemi COVID-19 menyadarkan Bali. Kita tidak bisa bergantung sepenuhnya dengan pariwisata. Bali perlu mengembangkan sumber ekonomi selain pariwisata. Kami melihat potensi ini di Sumberkima sangat besar,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.