Senin, 4 Januari 2021 - 21:15 WIB

Kasus Kotak Amal, Lisda: Teroris Cermat Manfaatkan Kelengahan

JAKARTA – Anggota Komisi VIII fraksi Partai NasDem DPR RI, Lisda Hendrajoni menyatakan, kasus dana kotak amal yang dikutip untuk pembiayaan terorisme sepatutnya menyadarkan masyarakat dan pemangku kebijakan bahwa ada kelengahan yang dimanfaatkan oleh kelompok teror.

“Kelompok teror ini cermat memanfaatkan kelengahan masyarakat. Masyarakat kita hanya tulus saja menyumbang atau bersedekah tanpa tahu bahwa dana sedekah mereka digunakan untuk terorisme,” kata Lisda kepada wartawan, Senin (4/1/2020).

Lisda mendorong polisi menerapkan tindakan tegas terhadap pelaku sesuai ketentuan perundangan. Segala hal mengenai pengelolaan zakat nasional kata Lisda, telah diaturĀ  sedemikian rupa dalam UU 23/2011, termasuk pengaturan mengenai pemidanaan pelanggaran.

“Bahkan jika ketentuan pidana dalam UU tersebut masih kurang kuat untuk menjerat pelaku, berarti ini adalah kelemahan yang harus kita sadari bersama. Sehingga kemudian, kami di Komisi VIII tentu akan mengevaluasi dan mencermati kembali apakah perlu dilakukan penyempurnaan, atau tidak?” kata Lisda.

Bagaimana pun, kata Lisda, terorisme telah memperdaya masyarakat muslim Indonesia. “Dan kita percayakan pada polisi untuk menjerat pelaku,”.

“Polisi pasti tahu ketentuan atau pasal mana yang bisa digunakan terhadap pelaku,” kata Lisda.

Meski demikian, Lisda melanjutkan, segala upaya yang telah dilakukan oleh Kemenag untuk mengevaluasi LAZ, BAZNAS yang mendorong penegakan hukum, dan polisi sendiri sebagai penegak hukum, “sangat kami apresiasi,”.

Sebelumnya, aparat penegak hukum menemukan adanya dugaan penggunaan dana ribuan kotak amal Yayasan Baitul Maal ABA untuk kegiatan terorisme berupa; pemberangkatan teroris ke Suriah; gaji anggota Jamaah Islamiyah; dan membeli alat-alat teror termasuk senjata.

Baitul Maal ABA, diketahui merupakan lembaga amil zakat, infaq dan shodaqoh di bawah yayasan ABA yang legal dengan akte no 22 tanggal 21 Oktober 2004. Mereka memiliki 4 sekretariat yakni di Jakarta, Jakarta Raya (Bekasi), Sumatera Utara, dan Lampung.

Polisi dan BNPT terus melakukan pendalaman. Pada Jumat (11/12/2020) polisi mengabarkan bahwa sedikitnya 3 orang pengurus kotak amal Yayasan Baitul Maal ABA yakni Fitria Sanjaya (FS) alias Acil (ketua), RW (bendahara), dan DN (pengurus), ditangkap Densus 88 di Lampung.

Baca Lainnya

Aturan Turunan UU Cipta Kerja Memperbanyak Lapangan Kerja Baru

Oleh : Yasin Aturan turunan UU Cipta kerja yang baru akan membuka lapangan kerja baru....

8 Maret 2021, 02:07 WIB

Masyarakat Merespons Positif Vaksinasi Mandiri

Oleh : Deka Prawira Pemerintah telah menerbitkan aturan mengenai pelaksanaan program vaksin Covid-19 secara mandiri...

8 Maret 2021, 01:48 WIB

PON XX 2021 di Papua Memperkuat Persatuan Indonesia

Oleh: Siska Amelia (Warganet Kota Tangerang) Pertandingan ataupun perlombaan cabang olahraga merupakan salah satu cara...

7 Maret 2021, 20:56 WIB

Ketum BPI KPNPA, Rahmad Sukendar, Berpotensi Jabat Dewas KPK

Jakarta – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia...

Ketum (BPI-KPNPA) Rahmad Sukendar, SH

7 Maret 2021, 18:30 WIB

Disiplin Prokes dan Vaksinasi Solusi Ampuh Hadapi Varian Baru Virus Corona

Oleh : Zainudin Zidan Mutasi Virus Corona baru B117 asal Inggris telah masuk ke Indonesia....

7 Maret 2021, 08:46 WIB

UU Cipta Kerja Mudahkan Pelayanan Publik

Oleh : Putu Raditya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) berupaya untuk...

6 Maret 2021, 18:36 WIB

loading...