Banggai, Sulteng – Kasus Program Keluarga Harapan (PKH) yang diduga dimanfaatkan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) untuk pemenangan salah satu paslon di Pilkada Banggai, 9 Desember 2020 lalu, yang oleh Putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulteng dinyatakan tak terbukti.

Ketua tim hukum paslon Herwin Yatim dan Mustar Labolo yang dikenal Winstar Muhammad Rullyandi, mengatakan bahwa atas putusan Bawaslu Sulteng pihaknya telah resmi melakukan upaya banding ke Bawaslu RI.

Hal itu disampaikan Rullyandi yang didampingi dua rekannya saat menggelar konferensi pers di Hotel Santika, Luwuk, Senin (4/1/21).

Sementara itu, putusan Sentra Gakkumdu ditingkat Bawaslu Kabupaten Banggai terkait kasus dugaan politik uang (Money Politic), terdapat 43 laporan yang dihentikan.

Padahal menurut Rully, 20 diantaranya telah dinyatakan memenuhi unsur formil dan materil.

Oleh sebab itu, Rullyandi memastikan untuk mempelajarinya bersama tim sebelum diteruskan ke atasan masing-masing unsur Sentra Gakkumdu. Yaitu Bawaslu RI, Mabes Polri, dan Kejagung RI. (Tambrin)