Jembrana – Bupati Jembrana terpilih I Nengah Tamba, menegaskan Tol Denpasar-Gilimanuk harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Jangan sampai keberadaannya nanti malah meminggirkan warga.

Penegasan itu disampaikan saat acara sosialisasi rencana pembangunan Tol Denpasar-Gilimanuk digelar pihak konsultan perencana pembangunan, di Kantor Bupati Jembrana, Rabu (6/1/21).

“Apa manfaat Tol (Tol Denpasar-Gilimanuk) ? Tentu harus sesuai kepentingan rakyat. Karena ini pekerjaan besar pasti ada yang menabrak. Tapi Kalau untuk kesejahteraan maka harus dilakukan. Kalau untuk kepentingan rakyat maka sebagai pemerintah harus mengikuti,” terangnya.

“Pendek kata bermanfaat untuk warga. Sehingga tidak malah meminggirkan masyarakat Bali ujung barat ini,” tegas I Nengah Tamba.

Sosialisasi ini, jelasnya lebih lanjut, baru pada bagian desain fisik. Sebagai Calon Bupati terpilih, Ia diundang memberikan saran dan masukan sebelum nanti resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Makepung.

“Pada dasarnya, pembangunan proyek itu harus mengetahui bahwa semua ruang di Bali khususnya ada aturannya. Saat ini sudah ada Perda RTRW yakni Perda 3 Tahun 2020. Singkatnya jangan sampai kemudian proyek malah membuat tabrakan kepentingan,” ujarnya mengingatkan.

Namun demikian, dari pemaparan materi sosialisasi, Tamba menilai rancangan jalan tol sudah bagus. Terlebih, telah ada pertimbangan, menyangkut tempat suci atau kepentingan umat.

Juga ada lintasan satwa dan juga lintasan sepeda dayung, dimana hal itu menurutnya memberikan warna tersendiri di jalan tol. “Bisa menjadi produk destinasi yang ada. Nanti warga luar Bali bisa menyewa sepeda untuk gowes jadi berapa kilo itu untuk gowes,” katanya.

Konsultan Perencanaan Jalan Tol Unang Budiana pada kesempatan yang sama mengungkapkan sosialisasi ini juga dalam tahap Penetapan Lokasi (Penlok). Di dalam Penlok, ungkapnya, harus mengakomodir apa yang diinginkan Pemerintah Daerah.

“Dalam tahap sosialisasi, ini juga tahap Penlok dan di dalam tahap ini harus mengakomodir apa yang diinginkan pemerintah daerah, di mana luas tol ini melewati 3 kabupaten, dan kami menerima semua masukan dari kabupaten tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah sosialisasi di Kab. Badung dan Kab. Tabanan. Hari ini, selama 2 hari pihaknya akan menerima masukan-masukan dari Pemerintah Kab. Jembrana terkait desain tol, guna memperkuat Penlok agar dapat ditetapkan dalam pelaksanaan nantinya.

“Penetapannya seperti jalan lokal, jalan melasti maupun jalan lainnya. Kita juga menerima masukan Camat dan Kepala Desa masalah tata ruang. Semua yang melewati area itu kita akomodir dan ditetapkan dalam desain. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan di lapangan kedepannya,” papar Unang.

Adapun tahapan pengerjaan proyek tol ini, sebutnya, yakni; tahapan design, penetapan lokasi, penetapan design mendetail dan terakhir tahap konstruksi yang akan dilakukan pertengahan tahun ini, diawali dengan segmen jalur Pekutatan-Soka, jarak 30 Km.

“Setelah itu baru Soka-Mengwi dan Gilimanuk-Pekutatan. Untuk tahun ini Mengwi ke Gilimanuk dengan panjang 95,51 Km. Kabupaten Jembrana yang paling panjang, yakni sepanjang 64,6 Km, selanjutnya Tabanan sepanjang 30,3 Km, dan Badung sepanjang 0,711 Km,” tutup Unang.