Kamis, 7 Januari 2021 - 19:59 WIB

Indonesia Siap Menggelar Vaksinasi Covid-19

Oleh : Edi Jatmiko

Presiden Joko Widodo telah memastikan bahwa program vaksinasi Covid-19 akan digelar di tahun ini. Ia menyebut, pemerintah telah mengamankan sejumlah stok vaksin untuk nantinya diberikan secara cuma-cuma ke masyarakat. Publik pun yakin bahwa Indonesia siap menggelae vaksinasi Covid-19.

3 Juta dosis vaksin sinovac telah tiba di Indonesia, kini tinggal menunggu izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Pemerhati kesehatan masyarakat Iqbal Mochtar menyebutkan, izin BPOM dapat mendongkrak tingkat kepercayaan masyarakat terkait keamanan dan efikasi vaksin.

Program vaksinasi Indonesia, menyasar paling sedikit 182 juta orang dari total populasi untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal.
Presiden Joko Widodo telah menyebutkan, vaksinasi akan dimulai pada pertengahan Januari ini dan tetap mengingatkan protokol kesehatan 3M yang wajib diterapkan, selama vaksinasi berjalan.

Melalui kicauannya di akun twitter @jokowi, dirinya mengatakan tahun ini pemerintah akan menggelar vaksinasi massal Covid-19. Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin dari Sinovac, Novavax, AstraZeneca dan BioNTech-Pfizer.
Tenaga Ahli Utama KSP, Dany Amrul Ichdan menyebutkan jika izin dari BPOM dan MUI menjadi patokan yang ditunggu saat ini.

Sedangkan menurut Epidemiolog, Indonesia saat ini belum menerima izin Emergency Use Authorization sehingga Indonesia belum siap untuk vaksinasi Covid-19 dan diperkirakan akan mundur (tidak pada pertengahan Januari). Bahkan dengan jumlah vaksin yang mencapai 400 juta dosis pun juga tidak bisa disuntikkan begitu saja dalam waktu yang singkat.

Dalam keterangan pers di Bandara Soekarno Hatta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pendistribusian vaksin corona sudah bisa dilakukan pada awal tahun 2021.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah menandatangani perjanjian pembelian vaksin Covid-19 yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca. Dosis yang dibeli diketahui sebanyak 50 juta dosis vaksin.

Vaksin corona yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca tersebut, diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar kuartal II 2021.
Budi menyebutkan bahwa pihaknya telah mengamankan sebanyak 50 juta dosis vaksin Corona Novavax.

Sementara itu, tenaga kesehatan atau Nakes menjadi pihak pertama yang mendapat SMS pemberitahuan soal vaksin Corona mulai 31 Desember 2020. Rencana vaksinasi digelar setelah vaksin corona mendapatkan izin edar dari BPOM.

Pada 31 Desember 2020, SMS yang dikirimkan berupa edukasi mengenai vaksin Covid-19. Di sesi selanjutnya pada lain waktu, penerima vaksin akan kembali mendapat SMS soal pendaftaran untuk vaksinasi.

Pada SMS blast kedua ini, penerima vaksin Covid-19 mengisi formulir yang dibutuhkan, termasuk tempat ia divaksinasi. Lokasi vaksinasi menyesuaikan domisili si penerima.

Pemerintah mencanangkan pemberian vaksin corona tahap pertama dimulai pada Januari sampai April 2021. Budi menargetkan penyelesaian vaksinasi virus corona di Indonesia berdasarkan hitung-hitungan jumlah vaksin, memakan waktu 3,5 tahun.

Pemerintah telah menyiapkan 426 juta dosis vaksin Corona untuk 181 juta penduduk Indonesia. Sesuai dengan standar dari WHO, nantinya setiap penduduk akan dilakukan dua kali penyuntikan.

Pada kesempatan berbeda, ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) Airlangga Hartarto menekankan bahwa pandemi virus corona belum berakhir meskipun Indonesia segera melakukan vaksinasi. Pemerintah sendiri menargetkan mulai melakukan vaksinasi pekan depan.

Meski demikian, masyarakat tidak boleh lengah saat vaksinasi mulai dilakukan. Kedisiplinan haruslah tetap dijalankan sesuai anjuran.
Karena pandemi secara global belum berakhir, terlebih proses vaksinasi memerlukan waktu yang tidak sebentar. Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi di Indonesia akan selesai dalam 15 bulan.

Ia mengatakan, vaksinasi untuk 182 juta penduduk tentu memerlukan waktu yang sudah disampaikan oleh Pak Budi selaku Menteri Kesehatan, dan tentunya vaksinasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, namun tidak boleh melupakan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan.

Presiden Jokowi tentu berharap agar kegiatan vaksinasi maupun kedisiplinan masyarakat harus berjalan seiring.

Sementara itu, Juru Bicara vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tramidzi mengatakan bahwa vaksinasi ditargetkan akan selesai pada bulan Maret 2022.

Indonesia telah siap menggelar vaksinasi Covid-19, tentu saja upaya ini bukanlah strategi yang bisa dijalankan tanpa tantangan, sehingga diperlukan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi agar Pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Artikel ini telah dibaca 121 kali

Baca Lainnya

19 Tahun Menunggu Lahan Usaha II, Warga Transmigran Sumber Rejo Minta BPN Bartim Berikan Jawaban

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Warga transmigran Desa Sumber Rejo Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito...

26 Februari 2021, 18:23 WIB

Mengapresiasi Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi

Oleh : Sindi khairudin Presiden Jokowi baru saja meresmikan Bendungan Napun Gette di NTT. Selain...

24 Februari 2021, 22:41 WIB

Bahas Kerjasama, Fonda Tangguh Sambangi Markas AHRS

Jakarta – Ketua umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh, Rabu (24/2) menyambangi markas Asep Hendro...

24 Februari 2021, 21:55 WIB

FPMSI Ajak Warganet Produksi dan Posting Konten Positif Melawan Hoaks Vaksinasi Covid-19

Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mengajak warganet dan generasi milenial untuk memproduksi dan menyebarkan...

24 Februari 2021, 13:12 WIB

Otonomi Khusus Bermanfaat Bagi Rakyat Papua

Oleh : Moses Waker Kebijakan Otonomi Khusus merupakan titik temu, jalan tengah untuk memperkuat integrasi...

24 Februari 2021, 00:33 WIB

Mendukung Pengusutan Keterlibatan Eks Pimpinan FPI dengan Kelompok Teror

Oleh : Hamka Beberapa waktu lalu, beredar pernyataan mantan anggota FPI yang mengaku berbaiat dengan...

23 Februari 2021, 22:35 WIB

loading...