PKN Sayangkan Pembangunan Tempat Cuci Tangan dan Sanitasi SMA Kute Panjang Terkesan Asal Dikerjakan

- Editorial Staff

Jumat, 8 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues- Tim PKN Kabupaten Gayo lues menyayangkan pelaksabaan Program Pembangunan tempat cuci tangan dan sanitasi SMAN 1 Kute Panjang Kabupaten Gayo Lues, Provensi Aceh, terkesan asal dikerjakan.

Program yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provensi Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh yang bertujuan memfasilitasi pemanfaatan tempat cuci tangan dan sanitasi dalam memerangi Covid-19 namun terkesan asal dikerjakan.

Pembangunan fasilitas itu diharapkan secara komunal bisa memberi kontribusi positif dalam upaya menambah wawasan pada siswa-siswi terkait penerapan pola hidup sehat, serta upaya Penanggulangan dampak Covid,” Kata Sutrisno anggota tim PKN Gayo Lues saat dihubungi media ini, Jum’at (8/1/2021)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sutrisno menambahkan rekanan atau kontraktor dalam melaksanakan program ini harus bertanggung jawab sehingga  tujuan utama pembangunan ini dapat tercapai, yang salah satunya pencegahan dan penyebaran CIVID 19.

“Kita berharap kepada kontraktor pelaksana kegiatan ini, agar mengerjakan sesuai sfesifikasi ,” katanya.

Pembangunan tempat cuci tangan dan sanitasi ini, menelan anggaran senilai Rp 125.941.000,- (Seratus Dua Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah)

Kegiatan ini dikerjakan oleh, CV GRIYA NUSA UTAMA dan Konsultan Pengawas CV GRIZA CONSUL ENGGINEER.

Empat tempat pencucian tangan yang disediakan ternyata, alat tersebut masih dianggap kurang maksimal dan sumber air tidak ada.

Dalam mengawasi pelaksanaan pembuatan tempat cuci tangan dan sanitasi terbukti ketika dimulainya pemasangan atas sisi dan dasar bak penampungan, ada kesan dilakukan secara asal-asalan. Nampak secara acak lokasi yang menjadi titik keluarnya sumber air.

”Ini menjadi preseden buruk bagi pemangku kepentingan khususnya Dinas Pendidikan Aceh atas kurang maksimalnya pengerjaan program pembuatan tempat cuci tangan dan sanitasi yang notabene menggunakan anggaran ratusan juta. Hendaknya pengerjaan harus dilakukan denga  mengutamakan mutu pengerjaan dilapangan,” ujarnya.

Sementara, pihak Dinas Pendidikan Aceh dan Rekanan Kontraktor Pelaksana belum dapat di hubungi sampai berita ini diterbitkan.(Tim)

Berita Terkait

Ditolak Termohon, PN Surabaya Gagal Eksekusi Gudang di Jalan Kenjeran
Pleno Terbuka Terbuka PPK Kecamatan Somambawa Berakhir Sejumlah Masyarakat Ucapkan Terima Kasih
Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh
BMKG Jelaskan Fenomena Hujan Es di Sidoarjo
Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir
Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar
Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU
Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 22:19 WIB

Ditolak Termohon, PN Surabaya Gagal Eksekusi Gudang di Jalan Kenjeran

Selasa, 27 Februari 2024 - 21:59 WIB

Pleno Terbuka Terbuka PPK Kecamatan Somambawa Berakhir Sejumlah Masyarakat Ucapkan Terima Kasih

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:18 WIB

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:21 WIB

BMKG Jelaskan Fenomena Hujan Es di Sidoarjo

Minggu, 25 Februari 2024 - 15:12 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:45 WIB

Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:57 WIB

Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Berita Terbaru

Regional

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Feb 2024 - 12:18 WIB