Jumat, 8 Januari 2021 - 15:16 WIB

Kepala sekolah SMA Negeri 7 Denpasar, Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati (tengah).

Kepala sekolah SMA Negeri 7 Denpasar, Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati (tengah).

Siswa Bertambah, Ruang Kelas SMA Negeri 7 Denpasar Kurang

Denpasar – Kepala sekolah SMA Negeri 7 Denpasar, Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati mengatakan, selama ini 36 ruangan kelas menampung sekitar 1500 siswa-siswi disampaikan masih kurang. Mengingat setiap tahun jumlah siswa ingin menempuh pendidikan terus bertambah di SMA Negeri 7 Denpasar. Pihaknya berharap agar pemerintah segera membantu membangun gedung baru, disampaikan pada Kamis (06/01)

Mirah Kusuma menjelaskan, sebagai sekolah unggulan dengan menerima siswa paling banyak mencapai 600 siswa di tahun ajaran 2020-2021 tentu SMA Negeri 7 Denpasar diharapkan bisa diprioritaskan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Dikatakan, pihak sekolah sendiri sudah mengajukan proposal sekitar 6 bulan lalu untuk pembangunan 20 ruangan kelas baru. Bulan Januari ini pihaknya berharap permohonan bantuan untuk pembangunan ruang kelas dapat segera terwujud.

“Jika pemerintah nantinya sudah bisa mengijinkan belajar tatap muka, paling tidak nantinya saya selalu Kepala Sekolah harus bisa memutar otak dengan harus menambah dua kelas lagi. Sebab, jumlah siswa yang kemarin cukup banyak yang mendaftar mencapai dua kali lipat,” terangnya.

Sebelum pengajuan proposal untuk pembangunan gedung baru lantai dua tersebut, diungkap bahwa SMA Negeri 7 Denpasar juga sudah pernah dikunjungi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa.

Selain untuk memantau proses belajar mengajar, katanya kunjungan sebelumnya dimaksudkan untuk mengecek ketersediaan sarana dan prasarana sekolah guna mengantisipasi bila saatnya nanti proses belajar mengajar secara tatap muka mulai diijinkan.

Cok Mirah juga menyampaikan penggunaan dana BOS, antara lain dimanfaatkan untuk mensubsidi pembelian pulsa bagi guru dan anak didik karena harus belajar secara online.

“Pihak sekolah tentu harus memutuskan untuk menunda pembelian buku dan mengalihkan untuk kebutuhan yang mendukung kelancaran proses belajar mengajar di tengah Pandemi Covid-19,” ucapnya.

Mengingat jadwal pembelajaran tatap muka sedianya dimulai Maret 2021, akhirnya diundur kembali sampai batas waktu belum bisa ditentukan.

“Bahkan saat ini SMA Negeri 7 Denpasar juga memiliki permasalahan parkir siswa, dan kalau bisa pada saat pembangunan gedung baru lantai dua nanti dibawahnya agar bisa dibuatkan tempat parkir bawah tanah (besmen),” tambah Mirah Kusuma sembari berharap semoga usulan ini disetujui Pemrov Bali.

Artikel ini telah dibaca 149 kali

Baca Lainnya

Program Pos Sanjung, Kapolresta Tangerang Kunjungi Kediaman Anggota dan ASN

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro melaksanakan kegiatan Polisi Selasa Berkunjung (Pos...

3 Maret 2021, 11:29 WIB

Kapolresta Tangerang Blusukan ke Jambe Gelorakan Kampung Tangguh Nusantara

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro bersilaturahmi ke Desa Jambe, Kecamatan Jambe,...

3 Maret 2021, 00:26 WIB

415 Personel, ASN, dan PHL Polresta Tangerang Telah di Vaksin

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten terus melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Gedung Serba...

3 Maret 2021, 00:01 WIB

Sat Reskrim Polresta Tangerang Bekuk DPO Curanmor dan Spesialis Bobol Rumah

TANGERANG – Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Polda Banten berhasil meringkus pelaku pencurian dengan modus...

2 Maret 2021, 23:54 WIB

Duta GenRe SMAN 3 Bukittinggi Wakili Agam ke Provinsi

Bukittinggi, – Siswa SMA Negeri 3 Teladan Bukittinggi mengikuti kompetisi menjadi Duta Remaja yang punya...

2 Maret 2021, 22:34 WIB

PSDA Sumbar: Selamat Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar

Padang, – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengucapkan selamat...

2 Maret 2021, 16:18 WIB

loading...