Genjot Ekonomi, Menteri Trenggono Cetak Banyak Kelompok Budidaya Ikan

- Editorial Staff

Selasa, 12 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono. Foto: KKP/Humas

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono. Foto: KKP/Humas

Jakarta – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan mencetak lebih banyak kelompok budidaya ikan guna  mengoptimalkan sektor budidaya ikan di Indonesia.

“Pengembangan budidaya ikan harus lebih masif karena budidaya itu lebih terkontrol. Kita optimalkan pelatihan untuk para kelompok budidaya bagaimana mereka bisa mengelola dengan standar mutu yang baik. Hal ini tentu bisa meningkatkan hasil ikan budidaya di Indonesia,” terang Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Paparan Program Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Senin (11/01)

Keinginan Menteri Trenggono mendorong budidaya ikan ini tidak lepas dari tujuan KKP dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan bisa mandiri dan memajukan perputaran ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Misal budidaya nila, lele, gurame, atau patin. Semua itu secara ekonomi harus dihitung. Dimulai dari perhitungan supply bibit dan supply pakannya, hingga harga pasar ikan agar kita bisa meningkatkan perputaran ekonomi di berbagai wilayah di Indonesia,” tambah Menteri Trenggono saat memberikan arahan.

Sjarief Widjaya selaku Kepala BRSDM KKP menyampaikan, dalam 5 tahun terakhir setidaknya sudah lebih dari 300 ribu kelompok telah diberikan pelatihan KKP. Bertujuan untuk mencetak kelompok budidaya ikan memiliki sistem mumpuni. Ini agar, hasil budidaya memiliki kualitas baik dan layak dipasarkan.

Sjarief menambahkan, selama ini BRSDM juga telah menjalankan berbagai program budidaya inovatif. Diantaranya adalah, SPEECTRA (Special Area for Conservation and Fish Refugia), merupakan model pengelolaan kawasan perikanan pada lahan rawa. Dimaksudkan untuk menyelamatkan ikan endemik di Sumatera Selatan.

Selain itu ada Program Mina Pandu, merupakan Budidaya Terpadu Padi Udang Windu. Dimana, budidaya udang windu dilakukan bersama dengan tanaman padi salin.

Berita Terkait

Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil
Terbukti Lakukan Penyekapan di Rumah Amelia Salim, Danny Indarto Divonis 5 Bulan
Pengelolaan Rumah Susun Kemenkumham Tidak Sesuai Ketentuan Rp4 Miliar
Timses Caleg Datang, Minta Uang Dikembalikan
KPK Resmi Panggil Sekretaris BPBD Sidoarjo, Soal Apa?
Signal HP Lemot, Sidang Online Kasus Puri Banjarpanji Ditunda
Empat Terdakwa Tidak Mendapatkan Keuntungan Dari Transaksi Anugrah Yudo
SIDOKKES POLRES NISEL PERIKSA KESEHATAN PETUGAS PPK DAN PERSONIL PENGAMANAN

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:35 WIB

Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:08 WIB

Terbukti Lakukan Penyekapan di Rumah Amelia Salim, Danny Indarto Divonis 5 Bulan

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:11 WIB

Pengelolaan Rumah Susun Kemenkumham Tidak Sesuai Ketentuan Rp4 Miliar

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:00 WIB

Timses Caleg Datang, Minta Uang Dikembalikan

Selasa, 20 Februari 2024 - 14:00 WIB

KPK Resmi Panggil Sekretaris BPBD Sidoarjo, Soal Apa?

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:51 WIB

Signal HP Lemot, Sidang Online Kasus Puri Banjarpanji Ditunda

Senin, 19 Februari 2024 - 22:37 WIB

Empat Terdakwa Tidak Mendapatkan Keuntungan Dari Transaksi Anugrah Yudo

Senin, 19 Februari 2024 - 20:12 WIB

SIDOKKES POLRES NISEL PERIKSA KESEHATAN PETUGAS PPK DAN PERSONIL PENGAMANAN

Berita Terbaru

Nasional

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Kamis, 22 Feb 2024 - 09:28 WIB