Rabu, 13 Januari 2021 - 20:23 WIB

Wali Murid Mengeluhkan Proses Pembelajaran Secara Online di Tengah Pandemi-19

Malaka, NTT, deliknews – proses pembelajaran di sekolah mulai dari tingkat pendidikan SD sampai SLTA diduga mengalami kemerosotan SDM siswa-siswi dimasa pandemi Covid-19.

Dugaan kemerosotan SDM dari anak didik di pedesaan, yang di hadapi serba kekurangan fasilitas, termasuk minusnya SDM anak yang masih butuh pendampingan langsung oleh pihak tenaga pendidik.

Kekurangan anak didik, masih berstandar pada masyarakat di pedesaan sebagian besar secara ekonomi lemah, sehingga pada umumnya anak didik tidak memiliki Hp Android.

Dalam dugaan warga terhadap kemerosotan mutu pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini, media deliknews, memantau langsung penerapan sistim  Proses Belajar Mengajar pada SMPK Pelita Jaya Webriamat, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka NTT.

Salah satu warga desa Lakulo, Bernadus Bria saat ditemui di rumahnya, Rabu 13/1/2021 mengatakan, pembelajaran lewat daring HP Android, kami selaku masyarakat petani yang berpenghasilan tidak tentu. Sehingga membuat anak kami sekolahkan tidak bisa mendapatkan keilmuan secara efektif.

“Ke Ilmuan anak yang kita sekolah kan tidak berjalan efektif karena, anak membutuhkan HP Androit dengan standar harga HP Senilai Rp.1 juta sampai 1 juta lebih. Selain HP mahal lalu diisi pulsa lagi. Padahal penghasilan kami sebagai masyarakat petani tulen yang penghasilan tidak sampai 500/ bulan” ungkap Bernadus Bria.

Oleh karena itu harapan saya dari pihak pemerintah melakukan proses belajar dengan manual saja. Sebab kondisi anak disini masih butuh pendampingan langsung dari Guru, pungkasnya.

Ditempat berbeda, Kepala Sekolah SMPK Pelita Jaya Webriamata, Marselus Klau.S. Pd saat ditemui media deliknews, Rabu 13/1/2021 diruang kerja mengatakan penerapan proses pembelajaran dimasa situasi pendemi Covid-19, mengunakan pembagian waktu dengan sistim Sif. Kata Kepsek  SMPK Pelita Jaya.

“Pembagian yang di lakukan itu, 1 rombel di bagi menjadi 2 kelas. Semisalnya, kelas 9 jadi 9a.1 dan 9a.2 , terdapat 24 murid. Jadi per-Kelas mendapat 12 murid. Dan untuk pembagiannya, Kelas 9 pada Senin-Selasa, Kelas 8 Rabu-Kamis, Kelas 7Jumat dan Sabtu. Hal pembagian itu untuk mematuhi Gugus Tugas protokoler kesehatan. Didalam aturannya menjaga jarak, menghindari dari kerumunan” ujar Marselus Klau.S. Pd.

Fasilitas yang disiapkan, disinfektan, alat cuci tangan dan memberikan masker. Masker di berikan pada anak murid tersebut, sebagai Alat Pelindung Diri (APD). APD yang dibagikan pada anak murid itu adalah: bantuan dari pihak pemerintah melalui  Afirmasi, pungkasnya. (Dami Atok)

 

Artikel ini telah dibaca 114 kali

loading...
Baca Lainnya

Intensitas Hujan Mulai Meningkat, BPBD Bartim imbau Masyarakat Waspadai Banjir

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Timur, Ir....

22 Januari 2021, 16:07 WIB

Semrawut, Sukarda Hampir Mati, Anggaran Perawatan Kabel PLN Dipertanyakan

Denpasar – Warga bernama I Gede Sukarda (46) beruntung selamat dengan luka bakar dipunggung setelah...

Foto: korban terkapar setelah tersengat listrik.

22 Januari 2021, 15:55 WIB

KPUD Malaka Membuka Kotak Suara Untuk Mengambil Dokumen Pembuktian ke MK

Malaka, NTT, deliknews – Pembukaan 395 kota disaksikan oleh pihak Kepolisian dan Bawaslu secara terbuka...

22 Januari 2021, 15:18 WIB

Teknisi Telkom Malaka Bantah Persoalan Jaringan Terganggu di Disdukcapil

Malaka, NTT, deliknews – Teknisi Telkom Malaka membantah, tidak benar yang dipersoalkan oleh Dinas Kependudukan...

21 Januari 2021, 17:23 WIB

Kadis Kominfo Pasaman Tuding Kabag Hukum Tak Tahu Teknologi

Pasaman, – Kadis Kominfo Pasaman angkat bicara terkait pernyataan Kabag Hukum Pemkab Pasaman menyebutkan bahwa...

Kadis Kominfo Pasaman William Hutabarat

21 Januari 2021, 17:02 WIB

Sasaran Sekolah, Brimob dan TNI Laksanakan Penyemprotan Disinfektan

Satbrimob Polda Aceh, Kamis(21/01/2021) Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh yang dipimpin oleh...

21 Januari 2021, 13:29 WIB

loading...