Malaka, NTT, deliknews – daerah di Malaka yang berbatasan dengan Timor Leste warganya mayoritas berprofesi sebagai petani. Sehingga mempengaruhi secara tidak langsung mutu pendidikan karana minimnya fasilitas sarana, prasarana pendidikan dan di tambah lagi dengan kondisi pandemi covid-19.

Pendidikan dikalangan anak didik di daerah perbatasan 2 Negara yang bertetangga Timor Leste dan Indonesia perlu perhatian. Perkembangan pendidikan masih terbentur dengan keterbatasan kehidupan ekonomi orang tua murid.

Sekretaris PKPO selaku Pjs Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malaka, Yohanes Bria Nahak saat ditemui di ruangannya, Rabu 13/1/2021 mengatakan bahwa hidup di areal pedesaan, terbentur dengan keterbatasan ekonomi masyarakat pada umumnya anak didik tidak memiliki HP Android. Jadi pola penerapan kita terhadap Anak didik bisa di lakukan secara manual.

“Atas kemerosotan mutu pendidikan di kalangan daerah pedesaan yang hidupnya serba menghadapi dengan serba kekurangan fasilitas itu, bisa di katakan benar. Apalagi dengan keadaan kondisi di masa pandemi covid” ungkap Yohanes Bria Nahak.

Lanjutnya, ada 3 faktor yang dihadapi di sekolah, yang pertama anak didik pada umumnya tidak memiliki Hp Android. Kedua, daring selalu tergangu. Ketiga, sering terjadi mati lampu. Dengan adanya 3 faktor ini, menjadi kendala bagi guru dan siswa-siswi.

Walaupun adanya 3 faktor tersebut di masa pandemi ini, saya tetap mempertahan mutu pendidikan. Hal yang perlu diperhatikan mutu pendidikan itu, kembali pada patokan perekonomian orang tua murid yang berpendapatan tidak siknifikan dengan standar harga Hp Androit.

Masih menurutnya, saya memacu pada aturan pemerintah Pusat dan Propinsi, bahwa afirmasi pendidikan kembali pada  Kabupaten Kota. Untuk melakukan penerapan pendidikan secara tatap muka dengan mengunakan Sif.

Tindakan yang di lakukan dengan tatap muka itu, mengingat banyak siswa yang tidak memiliki Hp Android. Antisipasi kita dari Dinas Pendidikan terhadap anak murid. Sudah disosialisasi ke tenaga pendidik sebagai tenaga pengajar. Untuk melakukan secara manual juga. Dalam penerapan secara manual pun tetap mematuhi protokol kesehatan pandemi covid-19.

Tujuan penerapan secara manual (tatap muka) untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan tetap eksis di negara kita yang berbatasan langsung, pungkasnya. (Dami Atok)