Kamis, 14 Januari 2021 - 15:14 WIB

Foto: Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, AKBP I Ketut Suandika, S.H., MH.

Foto: Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, AKBP I Ketut Suandika, S.H., MH.

Efek Bahaya Narkotika Timbul Sakaw Hingga Mati Overdosis

Denpasar – Belum banyak tahu ternyata pengguna narkoba memiliki ciri khusus akibat efek zat berbahaya dikomsumsi. Setiap tahapan memiliki efek pada tingkat emosional berbeda. Dari tahap ketagihan, sakaw, overdosis hingga intoksifikasi lantaran kerusakan organ tubuh dan otak.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, AKBP I Ketut Suandika, S.H., MH., mengungkap, terdapat 3 fase dalam perilaku pengguna narkotika dipengaruhi zat jahat. Yakni, Habitual (memakai), Adiktif (Kecanduan) dan Toleran (Penambahan dosis).

“Zat jahat dapat membelenggu pemakainya untuk menjadi budak setia. Pengguna tidak dapat meninggalkannya. Selalu membutuhkan, mencintai melebihi siapa pun,” terang Ketut Suandika, Kamis (14/01)

Suandika menjelaskan, Habitual merupakan sifat pada narkoba membuat pemakainya akan selalu teringat, terkenang, dan terbayang sehingga cenderung untuk selalu mencari dan rindu. “Sifat ini lah menyebabkan pemakai narkoba sudah pulih kelak bisa kambuh¬†(relapse)¬†dan memakai kembali,” terangnya.

Adiktif sendiri menurut mantan Kapolsek Nusa Penida Kelungkung ini merupakan sifat narkoba membuat pemakainya terpaksa memakai terus dan tidak dapat dihentikan. “Penghentian atau pengurangan pemakaian narkoba pada fase ini akan menimbulkan efek putus zat. Yaitu perasaan sakit luar biasa atau dalam bahasa gaulnya disebut sakaw,” imbuhnya.

Sementara pada fase Toleran sendiri dikatakan Suandika adalah sifat narkoba membuat tubuh pemakainya semakin lama semakin menyatu dengan narkoba dan menyesuaikan diri dengan narkoba sehingga menuntut dosis pemakaian semakin tinggi. Ia mengungkap bila dosis tidak dinaikkan malah membuat pemakainya mengalami sakaw.

“Untuk memperoleh efek yang sama dengan efek sebelumnya, dosisnya harus dinaikkan. Bila kenaikan dosis telah melebihi kemampuan toleransi tubuh, maka terjadilah efek sakit luar biasa dan mematikan. Kondisi ini lah disebut overdosis,”

“Tiga sifat jahat yang khas Habitual, Adiktif, dan Toleran hanya ada pada narkoba. Itu lah yang menyebabkan narkoba sangat berbahaya dan membuat pemakai narkoba mengalami perubahan sifat dan sikap,” kata Suandika.

Baca Lainnya

Malam Minggu, Kapolresta Pimpin Apel Siaga Patroli Skala Besar dan Yustisi

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten menggelar Apel Siaga, Sabtu (6/3/2021) pukul 21.00 WIB....

7 Maret 2021, 12:29 WIB

Mengapresiasi Usulan Revisi UU ITE

Oleh: Salahudin Al Ayubi Undang-Undang ITE sempat jadi kontroversi, karena membuat banyak orang takut untuk...

7 Maret 2021, 12:23 WIB

Program Yuk Ngopi Wae, Kapolresta Tangerang Audiensi Aliansi Mahasiswa

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro melaksanakan Program Kapolda Banten Irjen Pol...

6 Maret 2021, 22:51 WIB

Polda Aceh Gelar Sidang Penetapan Kelulusan Seleksi Sekolah Insfektur Polisi

  Polda Aceh melalui Biro SDM, Sabtu (6/3/21) sore menggelar sidang penetapan kelulusan Tingkat Panitia...

6 Maret 2021, 21:30 WIB

BEM KM Universitas Andalas Pertanyakan Bantuan Bidikmisi

Padang, – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM Unand) mempertanyakan masalah bantuan...

Kampus Universitas Andalas

6 Maret 2021, 20:08 WIB

Remaja dalam Lingkaran Bonus Demografi

Oleh : Ilham Mida, S.Pdi (Guru BK SMAN 5 Bukittinggi) Masa remaja merupakan masa yang...

Ilham Mida, S.Pdi (Guru BK SMAN 5 Bukittinggi)

6 Maret 2021, 13:45 WIB

loading...