Jumat, 15 Januari 2021 - 06:23 WIB

Mengecam Aksi KKB Membakar BTS di Papua

Oleh : Timotius Gobay

KKB berulah lagi dengan membakar BTS tower milik salah satu perusahaan telekomunikasi. Peristiwa ini membuat komunikasi terhambat, karena tidak ada alat yang meneruskan sinyal. KKB benar-benar ngawur saat membakar BTS, karena mengacaukan suasana dan menyusahkan orang banyak.

Papua dan Papua Barat adalah wilayah yang dianugerahi kecantikan alam, dengan hutan dan pantai yang eksotis. Namun sayang keindahan ini tercoreng oleh kaum separatis alias kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang ngotot ingin merdeka. Padahal pemerintah sudah membangun banyak infrastruktur dan fasilitas, namun mereka menutup mata.

KKB melakukan aksi protes dengan berbagai cara. Terakhir, mereka membakar 2 tower BTS milik perusahaan telekomunikasi. Lokasinya di perbukitan Pingeli di Distrik Omukia, dan di Distrik Maggubi kabupaten Puncak. Padahal salah satu BTS baru berdiri pada medio desember 2020. Namun terbakar sia-sia karena ulah kelompok kriminal bersenjata.

AKBP Dicky Hermansyah Saragih, Kapolres Puncak, membenarkan bahwa ada 2 BTS yang dibakar KKB. Beliau mengetahuinya dari laporan masyarakat dan penyelidikan di lapangan. Ketika petugas dari Ring Palapa memeriksa 2 BTS dengan helikopter, maka ketahuan bahwa 2 tower tersebut dalam keadaan terbakar.

Saat 2 BTS terbakar, maka komunikasi warga sipil Papua otomatis terganggu. Karena tidak ada tower yang meneruskan sinyal HP. Akibatnya sungguh fatal, karena yang hilang adalah sinyal 4G. Sehingga masyarakat di kawasan Puncak tidak bisa menelepon, mengirim pesan WA, maupun mengakses internet.

Akses internet yang mati total sangat meresahkan, karena anak-anak akan kesulitan untuk belajar di rumah. Kelas online tak bisa dilakukan dan para murid tidak bisa menyetor tugas ke bapak dan ibu guru. Mereka bingung karena tak bisa mengakses Zoom dan WA, lalu harus menghentikan kelas selama tower belum berfungsi.

Selain itu, orang dewasa juga kesusahan karena tak bisa menggunakan HP. Bagaimana jika ada hal yang urgent, misalnya harus menelepon tenaga medis ketika ada kecelakaan? Atau ada istri yang mau melahirkan namun tak bisa menghubungi gadget suaminya. KKB benar-benar kejam dengan memutus jalur komunikasi dan menyusahkan banyak orang.

Belum diketahui berapa nominal kerugian yang didera oleh perusahaan komunikasi yang memliki tower BTS tersebut. Namun dipastikan mereka pusing karena harus mengganti tower dengan yang baru, dan ada biaya lagi untuk pemasangan, operasional, dan lain-lain. KKB jadi makin dibenci oleh banyak orang karena membuat berbagai kekacauan.

Entah apa yang ada di pikiran KKB saat membakar 2 tower BTS. Mungkin mereka kira dengan memutus jalur komunikasi, pemerintah akan kesulitan. Namun mereka tak memikirkan dampaknya bagi warga sipil yang notabene saudara sesuku, sebangsa dan setanah air.

Bagaimana bisa mewujudkan kemerdekaan Papua jika sering merugikan masyarakat di Bumi Cendrawasih? Cara-cara kekerasan yang dipakai oleh KKB malah jadi bumerang, karena warga sipil makin membenci mereka. Juga akan menolak jika bergabung ke dalam Republik Federal Papua Barat dan melengos saat diberi bendera bintang kejora.

Untuk apa KKB ngotot memerdekakan Papua? Saat ini di Bumi Cendrawasih sudah jauh berbeda dengan zaman orde baru, karena sudah banyak sekali modernitas di sana. Bahkan Papua ditunjuk jad tuan rumah PON 2021, sehingga membuat masyarakat di luar Papua melihat berbagai kemajuan di sana. Belum tentu jika Papua merdeka, mereka membuat hal yang sama.

Kekejaman KKB membuat masyarakat makin antipati, karena mereka tega membakar 2 BTS tower di wilayah Puncak, Papua. Ketika BTS tak berfungsi, maka otomatis masyarakat tak bisa berkomunikasi. Akan sangat pusing ketika tak bisa menelepon maupun mengakses internet. KKB perlu diberantas sampai ke akar-akarnya, agar tak lagi mengacau di wilayah Papua.

Penulis adalah warganet tinggal di Gorontalo

Artikel ini telah dibaca 132 kali

Baca Lainnya

Masyarakat Menyambut Positif Vaksin Gotong Royong

Oleh : Alfisyah Dianasari Vaksin gotong royong alias vaksin mandiri menjadi alternatif selain vaksinasi nasional....

5 Maret 2021, 00:47 WIB

Penahanan Rizieq Shihab Sudah Tepat

Oleh: Firza Ahmad Rizieq Shihab rupanya kerap membuat keresahan yang tak berkesudahan, pidatonya yang provokatif...

4 Maret 2021, 17:09 WIB

Begini Cerita Pria Papua yang Gagal Indonesian Idol Sekarang Malah Sukses Berkarir di Istana Presiden

“Kesempatan itu selalu ada di sekitar kita, ketika kita gagal percayalah akan selalu ada kesempatan...

4 Maret 2021, 16:37 WIB

Mengapresiasi Presiden Mencabut Lampiran Perpres Investasi Industri Miras

Oleh : Zakaria Lampiran Perpres yang menjadi aturan turunan UU Cipta Kerja, mengenai investasi industri...

4 Maret 2021, 11:41 WIB

Keren, Komisi I DPR RI Ahmad Rizki Sadig Bicara Soal Kemajuan Teknologi Informasi di Era Digital

Bakti Kominfo melaksanakan seminar live streming bertemakan “Pemanfaatan Internet Untuk Digitalisasi Ekonomi Kreatif” yang diisi...

3 Maret 2021, 22:55 WIB

Masyarakat Siap Menyambut PON XX Papua

Oleh : Abner Wanggai Pekan Olahraga Nasional ke-XX yang diselenggarakan di Papua pada oktober 2021,...

3 Maret 2021, 22:04 WIB

loading...