Kamis, 21 Januari 2021 - 11:11 WIB

Foto: proses Panen Lobster GPLI disaksikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

Foto: proses Panen Lobster GPLI disaksikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

Ini Kata GPLI Perhitungan Budidaya Lobster Capai 24 Ton Setahun

BULELENG – Gunawan selaku ketua dari asosiasi Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) merasa perlu menularkan semangat budidaya lobster di perairan Sumberkima Buleleng Bali. Pasalnya budidaya lobster sangat menjanjikan dan bisa memberikan keuntungan bagus bila dikelola dengan baik. Dengan hanya 100 petak keramba bisa menghasilkan 24 ton lobster siap ekspor

“Dalam membudidayakan lobster, kami mengadopsi sistem budidaya Vietnam yang menggunakan sistem submerged cages atau kandang lobster ditenggelamkan sedalam 5 meter. Satu kandang lobster berukuran 2 dikalikan 2 kali 1 meter dapat diisi benih lobster sampai 500 ekor,” terang Gunawan,” Rabu, (20/01)

Ketua GPLI ini menjelaskan, jika memiliki 100 petak keramba jaring apung (KJA) bila dimaksimalkan dapat digantung 100 kandang. Maka dari 100 kandang ini dikalikan 500, jadi KJA terisi 50 ribu ekor benih lobster. Survival rate adalah 80 persen, maka total yang hidup sewaktu panen mencapai 40 ribu ekor lobster dewasa.

“Mengapa survival rate-nya bisa sampai 80 persen ? Kuncinya adalah manajemen pakan yang baik agar meminimalisir kanibalisme antar lobster. Faktor lainnya adalah jangka waktu pembudidayaan yang relatif pendek. Sehingga tingkat kematian juga rendah,” paparnya

Lebih penting diungkap di sini, dari pengalamannya melakukan budidaya, benih ukuran 50-75 gram untuk mencapai berat 200 gram dikatakan hanya butuh waktu 4 bulan.

“Nah anda hitung saja sendiri, 40 ribu ekor kali 200 gram dikalikan 3 siklus panen. Maka total panen yang didapatkan adalah 24 ton setahun, hanya dalam 100 petak KJA saja, tidakkah anda berpikir? mengapa Vietnam sangat mengejar benih lobster Indonesia dan berani membeli dengan harga yang mahal? ,” jelas Gunawan

Ia merasa senang dan terbuka berbagi pengalamannya terhadap pihak lain tertarik dalam budidaya lobster. “Buat mereka yang skeptis dan mengatakan tidak mungkin. Saya ajak. Yuk, mari datang ke kerambah kami. Kami terbuka untuk mensharingkan pengetahuan kami. Kami justru senang bila semakin banyak yang tertarik untuk membudidayakan lobster,” ajaknya.

Artikel ini telah dibaca 122 kali

Baca Lainnya

Wabup Barut Tutup Acara Rapat Forum Perangkat Daerah

Muara Teweh, Kalteng, deliknews – Setelah sebelumnya dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Barito Utara (Barut),...

1 Maret 2021, 20:18 WIB

Brimob, TNI, Polres dan Pemda Gencar laksanakan Operasi Yustisi

Satbrimob Polda Aceh, Senin(/01/03/2021) Personel Kompi 4 Batalyon C Pelopor bersama TNI Koramil 04 Kuta...

1 Maret 2021, 17:14 WIB

Isu Suap Rp 2 M di Balik Buronan Interpol Rusia Kabur dari Imigrasi

Denpasar – Munculnya bau busuk akan isu suap Rp 2 miliar di balik kaburnya buronan...

Ilustrasi. (Foto: Deliknews.com)

1 Maret 2021, 17:07 WIB

Zulhardri Z. Latif Enggan Komentar Soal Pengembalian Uang Negara

Padang, – Soal pengembalian uang negara atas kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas ke Italia tahun...

Anggota DPRD Kota Padang Zulhardri Z. Latif (foto: kumparan.com)

1 Maret 2021, 15:41 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Penjual Tramadol dan Excimer Digerebek Polresta Tangerang

TANGERANG – Sebuah toko kosmetik di Kampung Bugel, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang...

1 Maret 2021, 10:12 WIB

Unand Diduga Pungut Uang Kuliah Mahasiswa Bidikmisi

Padang, – Kampus ternama Universitas Andalas (Unand) diduga melakukan pungutan atau penerimaan uang kuliah dari...

Kampus Universitas Andalas

1 Maret 2021, 09:07 WIB

loading...