NGO Metamorfosa : Teknis Pelepas Liar Lobster Dilakukan Pak Menteri Tepat dan Efesien

- Editorial Staff

Kamis, 21 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: proses restocking (Pelepasliaran) Lobster hasil panen anggota GPLI oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi Ketua GPLI Gunawan Suherman (kiri) dan Ketua Metamorfosa Ketut Totok (kanan).

Foto: proses restocking (Pelepasliaran) Lobster hasil panen anggota GPLI oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi Ketua GPLI Gunawan Suherman (kiri) dan Ketua Metamorfosa Ketut Totok (kanan).

Buleleng – Ketua NGO Metamorfosa I Ketut Santika akrab disapa Ketut Totok menilai, pelepasliaran lobster (restocking) hasil budidaya dari Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) dilakukan menteri KKP bersama jajaran di Sumberkima Buleleng Bali dikatakan tepat dan efesien. Hal ini disampaikan mengingat pelepasliaran dilakukan di daerah perairan konservasi.

“Dengan adanya pelepasan lobster ini sangat positive terutama menambah marine life di kawasan konservasi kita. Dan yang dilakukan kemarin itu sudah sangat baik. Karena kita melihat tingkat ketinggian air laut tidak terlalu dalam pas air baru naik,” terang Totok, Kamis (21/03)

Totok menjelaskan, teknis menggunakan pipa dalam pelepasan lobster dilakukan pada daerah konservasi itu sangat efesien. Dimana, dengan ketinggian air hanya mencapai 4-5 meter adalah waktu yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bisa lihat kemarin bersama teman-teman, panjang pipa PVC 4 meter masuk ke dalam air sekitar 2,5 meter. Jadi ada sefase berapa meter lobster untuk beradaptasi mencari celah terumbu karang,” terangnya.

Foto: Ketua NGO Metamorfosa I Ketut Santika.

Pria selama 20 tahun bergelut dalam perbaikan terumbu karang ini juga menilai, teknis pelepasan lobster dikatakan sudah sesuai. Dimana posisi ekor dimasukkan terlebih dahulu ke dalam lubang pipa.

“Juga kemarin cara melepaskan lobster dengan memasukkan ekor terlebih dahulu ke lubang pipa itu bagus. Dimana sifat lobster kita tahu jalannya mundur. Jadi begitu menyentuh air bisa langsung lari menyesuaikan diri. Intinya tidak ada masalah ,” papar Totok.

Keadaan senada juga disampaikan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, SP. Dimana menurut pihaknya secara teknis pelepasliaran dilakukan dalam acara kemarin mengapresiasi positif.

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, SP.

“Apa pun dilalukan atas kegiatan restocking kami mengapresiasi positif berdasarkan aturan yang ada. Karena aturan yang ada kan 2 persen dari jumlah panen. Saya kira tidak masalah,”

“Secara teknis itu dilakukan dengan menggunakan pipa dan menyelam memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Kalau menebar dengan menyelam tentu orang yang menyelam harus bisa menyelam dan memiliki sertifikasi. Kalau kemarin restocking kan tempat itu kedalamannya cuma 5 sampai 8 meter. Saya kira itu lebih efesien menggunakan pipa kalau kita bicara teknis,” jelas Gede Mulandrat.

Berita Terkait

Ditolak Termohon, PN Surabaya Gagal Eksekusi Gudang di Jalan Kenjeran
Pleno Terbuka Terbuka PPK Kecamatan Somambawa Berakhir Sejumlah Masyarakat Ucapkan Terima Kasih
Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh
BMKG Jelaskan Fenomena Hujan Es di Sidoarjo
Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir
Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar
Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU
Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 22:19 WIB

Ditolak Termohon, PN Surabaya Gagal Eksekusi Gudang di Jalan Kenjeran

Selasa, 27 Februari 2024 - 21:59 WIB

Pleno Terbuka Terbuka PPK Kecamatan Somambawa Berakhir Sejumlah Masyarakat Ucapkan Terima Kasih

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:18 WIB

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:21 WIB

BMKG Jelaskan Fenomena Hujan Es di Sidoarjo

Minggu, 25 Februari 2024 - 15:12 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:45 WIB

Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:57 WIB

Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Berita Terbaru

Regional

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Feb 2024 - 12:18 WIB