Kamis, 21 Januari 2021 - 12:06 WIB

Foto: proses restocking (Pelepasliaran) Lobster hasil panen anggota GPLI oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi Ketua GPLI Gunawan Suherman (kiri) dan Ketua Metamorfosa Ketut Totok (kanan).

Foto: proses restocking (Pelepasliaran) Lobster hasil panen anggota GPLI oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi Ketua GPLI Gunawan Suherman (kiri) dan Ketua Metamorfosa Ketut Totok (kanan).

NGO Metamorfosa : Teknis Pelepas Liar Lobster Dilakukan Pak Menteri Tepat dan Efesien

Buleleng – Ketua NGO Metamorfosa I Ketut Santika akrab disapa Ketut Totok menilai, pelepasliaran lobster (restocking) hasil budidaya dari Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) dilakukan menteri KKP bersama jajaran di Sumberkima Buleleng Bali dikatakan tepat dan efesien. Hal ini disampaikan mengingat pelepasliaran dilakukan di daerah perairan konservasi.

“Dengan adanya pelepasan lobster ini sangat positive terutama menambah marine life di kawasan konservasi kita. Dan yang dilakukan kemarin itu sudah sangat baik. Karena kita melihat tingkat ketinggian air laut tidak terlalu dalam pas air baru naik,” terang Totok, Kamis (21/03)

Totok menjelaskan, teknis menggunakan pipa dalam pelepasan lobster dilakukan pada daerah konservasi itu sangat efesien. Dimana, dengan ketinggian air hanya mencapai 4-5 meter adalah waktu yang tepat.

“Kami bisa lihat kemarin bersama teman-teman, panjang pipa PVC 4 meter masuk ke dalam air sekitar 2,5 meter. Jadi ada sefase berapa meter lobster untuk beradaptasi mencari celah terumbu karang,” terangnya.

Foto: Ketua NGO Metamorfosa I Ketut Santika.

Pria selama 20 tahun bergelut dalam perbaikan terumbu karang ini juga menilai, teknis pelepasan lobster dikatakan sudah sesuai. Dimana posisi ekor dimasukkan terlebih dahulu ke dalam lubang pipa.

“Juga kemarin cara melepaskan lobster dengan memasukkan ekor terlebih dahulu ke lubang pipa itu bagus. Dimana sifat lobster kita tahu jalannya mundur. Jadi begitu menyentuh air bisa langsung lari menyesuaikan diri. Intinya tidak ada masalah ,” papar Totok.

Keadaan senada juga disampaikan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, SP. Dimana menurut pihaknya secara teknis pelepasliaran dilakukan dalam acara kemarin mengapresiasi positif.

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, SP.

“Apa pun dilalukan atas kegiatan restocking kami mengapresiasi positif berdasarkan aturan yang ada. Karena aturan yang ada kan 2 persen dari jumlah panen. Saya kira tidak masalah,”

“Secara teknis itu dilakukan dengan menggunakan pipa dan menyelam memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Kalau menebar dengan menyelam tentu orang yang menyelam harus bisa menyelam dan memiliki sertifikasi. Kalau kemarin restocking kan tempat itu kedalamannya cuma 5 sampai 8 meter. Saya kira itu lebih efesien menggunakan pipa kalau kita bicara teknis,” jelas Gede Mulandrat.

Artikel ini telah dibaca 131 kali

Baca Lainnya

Wabup Barut Tutup Acara Rapat Forum Perangkat Daerah

Muara Teweh, Kalteng, deliknews – Setelah sebelumnya dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Barito Utara (Barut),...

1 Maret 2021, 20:18 WIB

Brimob, TNI, Polres dan Pemda Gencar laksanakan Operasi Yustisi

Satbrimob Polda Aceh, Senin(/01/03/2021) Personel Kompi 4 Batalyon C Pelopor bersama TNI Koramil 04 Kuta...

1 Maret 2021, 17:14 WIB

Isu Suap Rp 2 M di Balik Buronan Interpol Rusia Kabur dari Imigrasi

Denpasar – Munculnya bau busuk akan isu suap Rp 2 miliar di balik kaburnya buronan...

Ilustrasi. (Foto: Deliknews.com)

1 Maret 2021, 17:07 WIB

Zulhardri Z. Latif Enggan Komentar Soal Pengembalian Uang Negara

Padang, – Soal pengembalian uang negara atas kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas ke Italia tahun...

Anggota DPRD Kota Padang Zulhardri Z. Latif (foto: kumparan.com)

1 Maret 2021, 15:41 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Penjual Tramadol dan Excimer Digerebek Polresta Tangerang

TANGERANG – Sebuah toko kosmetik di Kampung Bugel, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang...

1 Maret 2021, 10:12 WIB

Unand Diduga Pungut Uang Kuliah Mahasiswa Bidikmisi

Padang, – Kampus ternama Universitas Andalas (Unand) diduga melakukan pungutan atau penerimaan uang kuliah dari...

Kampus Universitas Andalas

1 Maret 2021, 09:07 WIB

loading...