Jumat, 22 Januari 2021 - 05:40 WIB

Membumikan Nilai-Nilai Pancasila Tangkal Ancaman Radikalisme Ditengah Pandemi corona

Oleh: Azhar Idrus (Koordinator Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kota Depok)

Indonesia masih rawan penyebaran virus radikalisme, terlebih ditengah upaya pemerintah dan dunia menekan laju Covid-19. Oknum radikal memanfatkan momentum ketakutan dan kegelisahan masyarakat untuk menunjukkan eksistensinya.

Meningkatnya penggunaan internet, menjadi sebuah keuntungan bagi penebar radikalisme dan merupakan jalur cepat untuk menebar narasi kekerasan dan memperbanyak anggota ‘keluarga’ mereka.

Narasi kekerasan disebar melalui media sosial yang dibalut dengan informasi kesehatan dan keagamaan. Tak ada kata selain waspada. Sebab semua rentan terserang virus radikalisme tanpa disadarinya.

Kegelisahan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 menjadi momentum tepat bagi oknum radikal guna memperbanyak diri dan menunjukkan eksistensi. Strategi yang mereka gunakan kini berbeda. Jika jaman dulu mereka menyerang secara sembunyi-bunyi, mereka kini mulai muncul dipermukaan.

Menyerang dengan jarak dekat, seperti yang menimpa mantan Menkopolhukam Wiranto beberapa waktu silam. Target mereka pun kini berubah. Hari ini mereka tertarik menyerang pemerintah secara umum.

Narasi kekerasan yang mereka tebar beraneka ragam. Mulai dari yang sederhana, seperti pesan berantai yang ‘mewajibkan’ penerima untuk meneruskannya, hingga yang dibalut tips dan trik yang beraroma kesehatan atau keagamaan, bahkan politik.

Kekerasan dan kekacauan adalah bumbu utama mereka yang diramu dengan informasi menarik agar mudah diterima. Bahkan banyak diantara masyarakat yang terpapar tanpa sadar.

Mereka dengan asyik menikmatinya dengan berselancar di dunia maya. Membaca informasi yang seolah-olah bermanfaat tetapi tersirat hal yang menjerumuskan ke arah radikal.

Ujaran kebencian dikaitkan dengan isu-isu kehidupan. Seperti keagamaan, diawal meruaknya isu Covid-19 yang mewajibkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Adanya Larangan bahwa vaksin adalah konspirasi, yang digembor-gemborkan sebagai kebobrokan pemerintah.

Hingga, manipulasi data jumlah pasien dan korban yang meninggal tidak luput dimainkannya. Ujaran kebencian dan tindak kekerasan juga melaju. Tujuannya tak lain adalah tindak kekerasan yang mengarah ke radikal.

Tujuan utama oknum dan organisasi radikal adalah menyerang pemerintah. Mereka mem- blow up sejumlah berita untuk menjadi sebuah serangan kepada pemerintah.

Sebaran ujaran kebencian, hoaks ‘dilepaskan’ agar kekacauan tercipta. Membuat masyarakat membenci pemerintah, sehingga hilanglah rasa percaya kepada pemerintah.

Oleh karena itu, masyarakat bersama pengguna media sosial dan warganet secara keseluruhan perlu mendukung pemerintah melalui penegakan hukum dan pembubaran ormas radikal demi keutuhan NKRI.

Maka waspadalah terhadap segala hal dan lakukan proteksi diri dengan benar.

Mematuhi protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Namun, tidak lupa untuk membentengi diri dari segala bentuk berita atau informasi yang menjerumus ke arah radikal, baik yang tersirat maupun tersurat.

Oleh karenanya, mari kita sambut tahun 2021 dengan gerakan melawan radikalisme dan tolak khilafah serta memperkuat semangat membumikan falsafah Pancasila di kehidupan sehari-hari.

Artikel ini telah dibaca 118 kali

Baca Lainnya

Gunakan PAI sebagai Instrumen Diseminasi Moderasi Beragama

Kementerian Agama tengah menggalakkan penguatan moderasi beragama di segala layanan keagamaan, termasuk pendidikan. Wakil Menteri...

27 Februari 2021, 00:56 WIB

PPKM Mikro Efektif Mengendalikan Covid-19

Oleh : Alfisyah Dianasari Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif demi mengendalikan pandemi...

27 Februari 2021, 00:49 WIB

19 Tahun Menunggu Lahan Usaha II, Warga Transmigran Sumber Rejo Minta BPN Bartim Berikan Jawaban

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Warga transmigran Desa Sumber Rejo Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito...

26 Februari 2021, 18:23 WIB

Mengapresiasi Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi

Oleh : Sindi khairudin Presiden Jokowi baru saja meresmikan Bendungan Napun Gette di NTT. Selain...

24 Februari 2021, 22:41 WIB

Bahas Kerjasama, Fonda Tangguh Sambangi Markas AHRS

Jakarta – Ketua umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh, Rabu (24/2) menyambangi markas Asep Hendro...

24 Februari 2021, 21:55 WIB

FPMSI Ajak Warganet Produksi dan Posting Konten Positif Melawan Hoaks Vaksinasi Covid-19

Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mengajak warganet dan generasi milenial untuk memproduksi dan menyebarkan...

24 Februari 2021, 13:12 WIB

loading...