Program Apartemen Tangguh, Jurus Green Pramuka City Tangkal Prostitusi Online

Baru-baru ini secara mengejutkan pihak kepolisian menyatakan telah membongkar praktik prostitusi online di kawasan Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat. Tidak tanggung-tanggung, polisi mengamankan sejumlah kurang lebih 47 orang dari kawasan tersebut. Bahkan lebih lanjut 8 orang di antaranya dinyatakan sebagai tersangka yang bertanggung jawab atas kegiatan prostitusi online yang marak terjadi di area apartemen ini.

Lebih lanjut dengan adanya temuan ini maka pihak kepolisian Jakarta Pusat mengumumkan pembentukan program untuk antisipasi ke depannya. Salah satunya yaitu dengan jalan membuat apartemen tangguh di kawasan tempat terjadinya kasus prostitusi tadi. Seperti apa program ini dan bagaimana pelaksanaannya, berikut ini penjelasan lebih detail tentang program Apartemen Tangguh Green Pramuka City, Jakarta.

Program apartemen tangguh ini pertama kali dikemukakan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi. Dalam pernyataannya dikatakan bahwa kawasan prostitusi online di apartemen ini akan dijadikan program dengan nama Apartemen Tangguh. Melalui program tersebut maka diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah sosial ekonomi termasuk potensi untuk menekan penyebaran virus COVID-19 di Jakarta Pusat.

Program Apartemen Tangguh ini terdiri dari beberapa program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang berada di kawasan Apartemen Green Pramuka City. Salah satunya dengan melakukan edukasi tentang bahaya prostitusi online yang melanggar hukum. Sehingga ke depannya diharapkan hal ini mampu menekan potensi tindak kriminalitas. Lebih jauh lagi termasuk sekaligus menekan penyebaran virus COVID-19 di kawasan ini dan menghindari dampak sosial ekonominya.

Prostitusi online sendiri sebenarnya bukan suatu hal yang baru di kawasan Jakarta. Termasuk di area kawasan hunian apartemen yang memang mudah dan rentan terjadi kasus-kasus seperti ini. Sama halnya yang telah terjadi di Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat pada awal tahun ini. Di tanggal 9 Januari 2021 yang lalu telah dilakukan penggerebekan praktek prostitusi online oleh pihak Kepolisian Metro Jakarta Pusat dengan mengamankan sejumlah tersangka.

Mirisnya pada penangkapan tersebut didapati bahwa 12 orang dari sejumlah 47 orang yang diamankan berada di bawah umur. Sehingga dengan temuan dan fakta yang terjadi di lapangan ini, pihak kepolisian berupaya mengantisipasi kondisi tersebut terjadi kembali di kemudian hari. Salah satunya melalui program apartemen tangguh yang ditetapkan di atas. Sehingga dengan bekerja sama melalui pihak pengelola, maka pengawasan dapat lebih diperketat dan kejadian serupa di masa yang akan datang dapat dihindari.

Rupanya memang bukan hal yang baru jika praktek prostitusi online ini cukup marak di kawasan apartemen di Jakarta. Lusida Sinaga sebagai Head of Communication Apartemen Green Pramuka City menyatakan bahwa hal ini rentan terjadi akibat adanya sistem sewa unit harian yang dilakukan oleh para pemilik unit bekerja sama dengan broker-broker ilegal. Sementara dari pihak Apartemen Green Pramuka City sendiri menyatakan tidak pernah menyewakan unit secara resmi untuk harian. Hal tersebut tentu untuk menghindari potensi kriminalitas seperti misalnya kasus prostitusi yang telah terjadi tadi.

Adapun Lusida sendiri menyatakan apresiasinya pada pihak Kepolisian Metro Jakarta Pusat atas terbongkarnya kasus tersebut. Bahkan lebih lanjut Lusida menambahkan akan menjalin kerja sama dan melakukan sidak lebih sering di kawasan Apartemen Green Pramuka City. Tidak hanya itu saja, nantinya pihak pengelola dan pengurus Apartemen juga akan menambah kerja sama dengan BNN untuk kasus narkoba dan bekerja sama dengan Polres untuk kasus WNA ilegal.

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
ADVERTISEMENT
Login Areal