Jumat, 22 Januari 2021 - 00:51 WIB

Tol Laut Mempercepat Distribusi Sembako ke Papua

Oleh : Thomas Krei

Tol laut adalah inovasi baru dalam distribusi barang hingga ke Indonesia timur, termasuk Papua. Dengan adanya tol laut, maka masyarakat Papua akan selalu diuntungkan. Karena mereka bisa mendapatkan sembako dengan lebih mudah dan kualitasnya baik.

Papua dan Papua Barat adalah 2 provinsi terujung di Indonesia timur. Kebanyakan penduduk aslinya mengkonsumsi sagu dan bahan pokok lain. Sementara para pendatang masih makan nasi putih. Memang di sana ada beras, namun harganya tentu berbeda dengan di Jawa, karena ongkos transportasinya mahal. Kebanyakan diangkut via pesawat terbang.

Bagaimana mengatasi mahalnya harga beras, gula, dan sembako lain di Papua? Salah satunya adalah dengan pengiriman via tol laut. Dengan jalur laut, maka bisa menekan ongkos kirim, karena tidak semahal via pesawat terbang. Tol laut nantinya akan menyambung dengan Jembatan Youtefa, sehingga distribusi sembako akan makin cepat.

Yahya Kuncoro, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut menyatakan bahwa KM Logistik Nusantara 2 telah menyalurkan sembako dan bahan pokok lain ke wilayah Papua dan Papua Barat. Rutenya Merauke-Kokas-Sorong-Biak dan Jayapura-Sorong-Merauke. Total ada 21 kontainer berisi beras dan kecap, yang akan didistribusikan.

Keberadaan tol laut sangat berguna, karena jalurnya bisa dilewati oleh KM dan kendaraan lain. Sehingga memudahkan transportasi penduduk dan mereka sangat tertolong oleh infrastruktur penting ini. Distribusi barang penting seperti beras juga lebih mudah. Apalagi akan ada 8 trayek tol laut, sehingga mempercepat pengirimannya.

Masyarakat di wilayah yang ada di ujung seperti Merauke dapat menikmati beras dan sembako lain, tanpa harus harap-harap cemas menunggu kedatangan pesawat. Mereka menunggu kendaraan yang lewat jalur tol laut, dan nantinya bisa menikmati kiriman dari Jayapura. Akan ada pemerataan dalam hak mengkonsumsi sembako.

Selain itu, pengiriman melalui trayek tol laut juga memangkas biaya kirim. Karena harga avtur makin mahal, sehingga pengangkutan via pesawat harganya tinggi. Akan berimbas pula pada harga jual sembako. Tidak semua orang mampu untuk membelinya, padahal beras adalah bahan pokok yang selalu mereka konsumsi.

Ketika biaya kirim bisa ditekan maka harga beras dan sembako lain bisa turun. Hal ini sangat membantu masyarakat, karena bisa makan nasi putih tanpa pusing memikirkan harganya. Sehingga mereka bisa menghemat pengeluaran dan mampu menabung sedikit demi sedikit.

Keberadaan tol laut juga mempermudah pengiriman dari Jayapura ke Merauke dan dari Merauke ke Biak. Pengiriman barang dari ibu kota Jayapura bisa menjangkau wilayah yang sangat jauh seperti Merauke. Sehingga penduduk di sana tidak akan kesulitan mendapatkan barang pokok atau kebutuhan sehari-hari.

Sebaliknya, trayek kendaraan yang lewat tol laut dari Merauke ke Biak akan mempermudah perdagangan. Karena petani dan pengusaha di Merauke bisa menjual hasil bumi dan barang dagangannya, sampai ke wilayah Biak. Ketika transportasi dimudahkan, maka bisnis akan lancar.

Mereka tak perlu bergantung kepada pesawat carteran. Selain sewanya amat mahal, di musim hujan ini amat beresiko untuk terbang. Sehingga lebih aman lewat tol laut. Keberadaan tol itu benar-benar membantu mereka, agar kehidupan jadi makin baik. Karena infrastruktur ini memang didesain untuk menguntungkan masyarakat.

Presiden Jokowi memang sangat perhatian pada rakyat Papua dan membuat tol laut yang memudahkan transportasi mereka. Sehingga semua urusan beres. Pembangunan tol sebagai infrastruktur bukanlah sebuah pemborosan. Melainkan investasi jangka panjang, agar mempermudah kehidupan warga sipil Papua.
Tol laut sangat membantu distribusi beras dan barang-barang lain, hingga ke Merauke.

Masyarakat di pelosok tak akan merasa dianak-tirikan, karena mereka juga bisa menikmati barang kiriman dari Jayapura. Ketika distribusi via tol laut lancar, maka harga sembako bisa ditekan. Karena ongkosnya lebih miring daripada via pesawat terbang.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Semarang

Artikel ini telah dibaca 115 kali

Baca Lainnya

Kemenag Dorong Ujian Sekolah PAI Harus Jadi Quallity Assurance Pendidikan

Ditpai. Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Rohamt Mulyana Sapdi, meminta kepada guru pendidikan agama...

5 Maret 2021, 13:00 WIB

Pimpin Deklarasi tolak KLB, Rezka Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY, LANJUTKAN KERJA KERJA POLITIK UNTUK RAKYAT

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Rezka Oktoberia dan...

5 Maret 2021, 09:55 WIB

UU Cipta Kerja Memperbanyak Peluang Lapangan Kerja

Oleh : Robert Kamindra Pendirian PT (Perseroan Terbatas) kini bisa dilakukan tanpa memerlukan akta notaris....

5 Maret 2021, 09:45 WIB

Masyarakat Menyambut Positif Vaksin Gotong Royong

Oleh : Alfisyah Dianasari Vaksin gotong royong alias vaksin mandiri menjadi alternatif selain vaksinasi nasional....

5 Maret 2021, 00:47 WIB

Penahanan Rizieq Shihab Sudah Tepat

Oleh: Firza Ahmad Rizieq Shihab rupanya kerap membuat keresahan yang tak berkesudahan, pidatonya yang provokatif...

4 Maret 2021, 17:09 WIB

Begini Cerita Pria Papua yang Gagal Indonesian Idol Sekarang Malah Sukses Berkarir di Istana Presiden

“Kesempatan itu selalu ada di sekitar kita, ketika kita gagal percayalah akan selalu ada kesempatan...

4 Maret 2021, 16:37 WIB

loading...