Selasa, 26 Januari 2021 - 23:06 WIB

BNNP dan Bea Cukai Bali Rilis Kasus Narkotika Jaringan Medan dan Sulawesi

Bali – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) bersama Bea dan Cukai Bali merilis sejumlah hasil penangkapan kasus Narkotika selama bulan Januari 2021 dan akhir Desember 2020, bertempat di lobby kantor BNNP Bali, Selasa (26/01). Beberapa tersangka diantaranya merupakan residivis.

Kasus pertama, Ganja jaringan pemusik Medan-Bali, Tersangka RS (28 tahun). Kedua, Tersangka wanita penjual kue NS (41) residivis, pengedar Ekstasi, jaringan Kendari-Denpasar. Ketiga, Ganja Sintetis (Tembakau Gorila) jaringan Makasar-Bali, Tersangka Yoga (23) residivis dan keempat Tersangka AT  (21) residivis.

Pada kasus pertama, Ganja jaringan Medan-Bali berhasil diamankan dalam operasi interdiksi. Tersangka diamankan di rumah kosnya, di Jl. Tukad Batanghari XIB, Panjer, Denpasar Selatan, dengan barang bukti Ganja 1,45 Kg, pada Sabtu, 26 Desember 2020.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, I Putu Agus Arjaya menerangkan Tersangka merupakan seorang Gitaris. Ganja tersebut rencana diedarkan di kalangan musisi di Bali. “Tersangka RS ini merupakan seorang musisi, Gitaris Band. Ganja yang dibawa akan diedarkan di kalangan musisi di Bali,” ujarnya.

Kronologi penangkapannya, terang Agus Arjaya, berawal pada Kamis (24/12/20), Tim Posko Ops Interdiksi Bandar Udara Soekarno Hatta mendapat informasi ada 2 paket diduga Narkotika Gol. 1 jenis Ganja dari Medan estimasi berat +/- 2.5 Kg tujuan Kota Denpasar, Bali.

Mendapat info tersebut, Tim Gabungan Interdiksi Bali, terdiri dari Tim Opsnal Pemberantasan BNNP Bali dan Tim Narkotika Kanwil Bea Cukai Bali, pada 26 Desember 2020 melakukan operasi penangkapan, setelah sebelumnya dilakukan observasi dan undercover.

Pada kasus kedua, penangkapan wanita penjual kue yang mengedarkan Ekstasi itu dilakukan dalam operasi Senin (11/01/21) di pinggir Jalan Pondok Indah, Sumerta, Denpasar Utara. Dalam operasi itu diamankan 11 butir pil berwarna biru bertuliskan “Red Bull” berlogo banteng diduga jenis MDMA, dengan berat 4.15 gr.

Selain itu juga ditemukan plastik klip berisi kristal warna putih diduga Narkotika jenis Metamfetamin seberat 0.29 gr. Dan juga ditemukan 40 butir pil berwarna kuning yang diduga PCC (Paracetamol, Cafein, Carisoprodol). Agus Jaya mengatakan Tersangka merupakan seorang residivis jaringan Kendari, Sulawesi Utara (Sultra).

“Berdasarkan sinergi dengan BNNP Sulawesi Utara didapat informasi adanya kiriman paket diduga berisi Narkotika jenis MDMA yang dikirim dari Kendari Sultra ke Denpasar,” ungkapnya.

“Sekira pukul 10.30 WITa (11/01/21) berhasil mengamankan seorang wanita diketahui inisial NS alias Sasa. Dari tangan tersangka ditemukan sejumlah pil yang diduga Narkotika. Tersangka mengakui bahwa pil tersebut adalah Narkotika jenis MDMA dan PCC.”

“Kemudian dilakukan pengembangan ke rumah Kost Tersangka di Jalan Cempaka Biru Selatan II, Denpasar Utara. Hasil penggeledahan di kamar Kost ditemukan plastik klip ukuran kecil berisi kristal putih diduga Narkotika jenis Metamfetamin. Kepada petugas tersangka mengaku sudah lama berjualan Narkotika untuk menambah penghasilan keluarga,” paparnya.

Pada kasus ketiga, Ganja Sintetis, Agus Jaya mengungkapkan kronologis penangkapan kembali hasil sinergi BNNP Bali dengan Tim Bea Cukai Bali. Berawal didapatkannya informasi ada kiriman paket diduga Narkotika jenis Ganja Sintetis dari Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Denpasar, Bali melalui jasa pengiriman.

Dalam operasi penangkapan di pinggir Jalan Pura Demak Barat, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, pada 22 Januari 2021 sekitar pukul 10.15 WITa berhasil diamankan seorang pria yang diketahui berinisial DA alias Yoga. Dari hasil penggeledahan ditemukan dua plastik klip, dari pengakuan Tersangka plastik berisi Narkotika jenis Ganja Sintetis dengan berat total 102,9 gram.

Pada hari yang sama, terang Agus Jaya lebih lanjut, Tim Pemberantasan BNNP bali dan Tim Bea Cukai Bali, pada pukul 14.30 juga melakukan operasi penangkapan di tempat Kos Elit Oelle Homestay, Jalan Tukad Baru, Gang Merta Gangga, Pemogan, Denpasar Selatan.

Dari penangkapan tersebut diamankan Tersangka inisial AT alias Nando dengan barang bukti Narkotika jenis Ganja Sintetis atau yang sering disebut Tembakau Gorila tersebut dengan berat total 145,47 gram.

Berdasarkan perbuatannya tersebut, Tersangka masing-masing diganjar dengan Pasal 111 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Turut hadir dalam rilis tersebut, Sulaiman, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Kantor Bea dan Cukai Bali.

Baca Lainnya

Malam Minggu, Kapolresta Pimpin Apel Siaga Patroli Skala Besar dan Yustisi

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten menggelar Apel Siaga, Sabtu (6/3/2021) pukul 21.00 WIB....

7 Maret 2021, 12:29 WIB

Mengapresiasi Usulan Revisi UU ITE

Oleh: Salahudin Al Ayubi Undang-Undang ITE sempat jadi kontroversi, karena membuat banyak orang takut untuk...

7 Maret 2021, 12:23 WIB

Program Yuk Ngopi Wae, Kapolresta Tangerang Audiensi Aliansi Mahasiswa

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro melaksanakan Program Kapolda Banten Irjen Pol...

6 Maret 2021, 22:51 WIB

Polda Aceh Gelar Sidang Penetapan Kelulusan Seleksi Sekolah Insfektur Polisi

  Polda Aceh melalui Biro SDM, Sabtu (6/3/21) sore menggelar sidang penetapan kelulusan Tingkat Panitia...

6 Maret 2021, 21:30 WIB

BEM KM Universitas Andalas Pertanyakan Bantuan Bidikmisi

Padang, – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM Unand) mempertanyakan masalah bantuan...

Kampus Universitas Andalas

6 Maret 2021, 20:08 WIB

Remaja dalam Lingkaran Bonus Demografi

Oleh : Ilham Mida, S.Pdi (Guru BK SMAN 5 Bukittinggi) Masa remaja merupakan masa yang...

Ilham Mida, S.Pdi (Guru BK SMAN 5 Bukittinggi)

6 Maret 2021, 13:45 WIB

loading...