Selasa, 26 Januari 2021 - 03:50 WIB

Peran Aktif Generasi Muda Menjaga Identitas Bangsa Indonesia dari Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

Oleh: Johan Syahbudin (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kota Bandung)

Diksi “radikalisme” sedang menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini.

Ada sebagian pihak melontarkan asumsi pentingnya penanggulangan radikalisme, menganggap hanya sebagai isu tematik yang sengaja dimainkan dan sebagian lainnya menganggap radikalisme adalah penyakit yang harus diobati.

Terlepas dari asumsi berbagai pihak, yang jelas radikalisme pasti bisa muncul kapan saja dan di manapun tempatnya. Di sinilah sebenarnya kita harus selalu waspada, pun jika rezim kekuasaan saat ini berusaha keras mengangkat pedang memerangi radikalisme.

Kasak-kusuk yang sedang trending memang tidak berlebihan mengingat jika kita semua mau menengok kebelakang, amat banyak aksi dari para teroris yang tidak hanya membuat resah masyarakat, lebih dari itu banyak korban-korban berjatuhan. Di samping perlunya memberantas aksi teror, kita juga harus mengakui masih memiliki sebuah problem juga bernama intoleransi.

Menganggap sepele problem “intoleransi” dan “radikalisme” sama dengan perlahan membiarkan lepasnya ikatan keberagaman. Lepasnya ikatan keberagaman menandai keteruraian sebuah bangsa. Dalam kondisi demikian sebuah bangsa berada di ambang pintu perpecahan dan kehancuran.

Toleransi lah yang harus diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Toleransi memang mudah dikatakan tapi sangat sulit diimplementasikan. Namun, jika dengan keinginan kuat, tidak ada yang tidak mungkin.

Toleransi menuntut untuk selalu “open mind” dalam melihat sebuah perbedaan sebagai keragaman, sehingga dampak atas kesadaran itu adalah timbulnya sikap menghormati dan menghargai terhadap sesama anak bangsa.

Praktek toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara tidak langsung akan menjadi tatanan yang damai dan harmoni, menumbuhkan sikap menghargai dan menghormati orang lain tanpa harus saling menyalahkan dan saling memusuhi.

Pancasila: Perekat Persatuan dan Pencipta Toleransi

Banyaknya perbedaan sudut pandang dan latar belakang bangsa Indonesia menghasilkan sebuah pedoman yang unik dan hanya Indonesia yang memilikinya, yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Singkatnya, Pancasila (panca berarti lima, sila berarti dasar) jika disatukan Pancasila memiliki 5 sila dan Bhinneka Tunggal Ika dilambangkan dengan burung Garuda yang dituangkan dalam makna, “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.

Sebagai Warga Negara Indonesia, kita dituntut bukan hanya sekedar tahu tentang Pancasila, namun juga memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama melawan propaganda paham organisasi radikal dengan literasi nilai-nilai Pancasila di media sosial demi persatuan dan kemajuan Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya

Masyarakat Papua Dukung Otonomi Khusus

Oleh : Sabby Kosay Otonomi khusus di Papua sangat didukung oleh warga asli Bumi Cendrawasih....

6 Maret 2021, 01:51 WIB

Kemenag Dorong Ujian Sekolah PAI Harus Jadi Quallity Assurance Pendidikan

Ditpai. Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Rohamt Mulyana Sapdi, meminta kepada guru pendidikan agama...

5 Maret 2021, 13:00 WIB

Pimpin Deklarasi tolak KLB, Rezka Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY, LANJUTKAN KERJA KERJA POLITIK UNTUK RAKYAT

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Rezka Oktoberia dan...

5 Maret 2021, 09:55 WIB

UU Cipta Kerja Memperbanyak Peluang Lapangan Kerja

Oleh : Robert Kamindra Pendirian PT (Perseroan Terbatas) kini bisa dilakukan tanpa memerlukan akta notaris....

5 Maret 2021, 09:45 WIB

Masyarakat Menyambut Positif Vaksin Gotong Royong

Oleh : Alfisyah Dianasari Vaksin gotong royong alias vaksin mandiri menjadi alternatif selain vaksinasi nasional....

5 Maret 2021, 00:47 WIB

Penahanan Rizieq Shihab Sudah Tepat

Oleh: Firza Ahmad Rizieq Shihab rupanya kerap membuat keresahan yang tak berkesudahan, pidatonya yang provokatif...

4 Maret 2021, 17:09 WIB

loading...