Anak Polisi Mempradilkan Polisi, Mengurai Fakta Dari Saksi

- Editorial Staff

Jumat, 29 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana jalannya persidangan.

Foto: Suasana jalannya persidangan.

Denpasar – Gugatan Prapradilan pelanggaran prosedur penangkapan, penggeledahan dan penyitaan barang bukti yang dilakukan Polresta Denpasar di Villa Kayumas, Kuta Utara, Badung, Bali yang dimohonkan seorang anak polisi bernama Anak Agung Mahendra, kembali digelar di PN Denpasar, Jumat (29/01).

Agenda mendengarkan keterangan saksi dalam persidangan ini, Agung Mahendra selaku pemohon menghadirkan empat saksi fakta.

Diantaranya, I Komang Miadiartha, Anak Agung Bagus Budhi Satwika, Putu Ayu Diah Prayastini dan Gede Hendra Prathama Purba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara dari pihak termohon (Polresta Denpasar) menghadirkan dua saksi. I Nyoman Agus Prabawa dan Zulkarnaen.

Sidang diketuai hakim tunggal I Wayan Sukra Dana ini berjalan alot. Meski sebelumnya, majelis hakim bertanya kepada saksi dari pemohon, prihal mekanisme dan kegiatan Indotrader Academy namun semakin ke belakang, fakta proses penggerebegan dari Polresta Denpasar menjadi tercatat jelas di persidangan.

Seperti kesaksian I Komang Mudiartha dihadirkan pemohon mengaku kaget. Pada 18 Desember 2020 ketika ia sedang sharing dan berdiskusi sesama anggota Komunitas Indotrader Academy di Jalan Mertanadi No 46 B Kerobokan, Kec Kuta Utara, Badung tiba-tiba didatangi banyak orang tak dikenal.

Dikatakan saksi, dalam keadaan ini kurang lebih sepuluh orang masuk ke ruangan tanpa permisi. Meminta menghentikan aktivitas dan mengatakan mencari Agung Mahendra.

“Sekitar jam tujuh malam ada orang masuk nyelonong tanpa permisi. Awalnya satu orang masuk namun disusul beberapa orang lain yang masuk seperti menggerebek. Dan kami tidak boleh melakukan aktivitas apa-apa,” kata saksi lain, Anak Agung Bagus Budhi Satwika dalam sidang.

Saksi ini juga mengaku melihat Agung Mahendra berbicara dengan beberapa orang. Dan dikatakan saksi Anak Agung Bagus Budhi Satwika, sisanya berada di ruangan. Ia menerangkan kepada majelis hakim bahwa orang-orang tersebut mengumpulkan barang-barang dan mengatakan melakukan penyitaan. Kemudian bersama Agung Mahendra, ia mengatakan yang didengar semua hadirin persidangan, bahwa dirinya juga disuruh polisi menandatangani surat penyitaan barang.

Menjadi menarik, ketika Anak Agung Bagus Budhi Satwika ditanya hakim tentang poin 10 dari BAP pernah ditandatanganinya. Ia membantah, dinyatakan sebagai pegawai yang bekerja di Indotrader Akademy.

“Kok saya dibilang pernah mengaku sebagai pegawai dan bekerja di Indotrader Academy dalam BAP, karena Indotrader Academy adalah sebuah komunitas,” kata saksi.

Kemudian hakim mengkonfirmasi menanyakan, apakah betul ini tanda tangan anda? Saksi Anak Agung Bagus Budhi Satwika menjawab bahwa mirip dengan tanda tangan miliknya.

Merasa ada perubahan-perubahan dalam isi BAP pernah dibuat, dalam sidang itu, Anak Agung Bagus Budhi Satwika terlihat tidak puas dan raut wajahnya nampak kesal.

Sementara saksi Hendra saat ditanya majelis hakim menerangkan, melihat Agung Mahendra, Putu Ayu Diah Prayastini, Anak Agung Bagus Budhi Satwika, disuruh datang ke Polresta Denpasar saat malam itu juga.

Setelah selesai memeriksa saksi-saksi dari pemohon, kemudian hakim melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari termohon.

Dalam pemeriksaan kepada saksi ahli dari termohon (Polresta Denpasar) I Nyoman Agus Prabawa, hakim menanyakan kapasitasnya sebagai saksi ahli. Agus Prabawa, mengatakan bahwa menjadi saksi ahli karena ditunjuk oleh DIKTI.

Namun setelah dikejar pertanyaan dari kuasa hukum pemohon, saksi Prabawa kelihatan bingung. Sehingga kemudian hakim menanyakan, apakah saudara pernah jadi saksi ahli ? “tidak,” ucap saksi termohon

Karena itu, hakim mencoret sebagai saksi ahli. Mengingat saksi ini terungkap, ikut dalam penggerebekan pada 18 Desember 2020. Maka dinyatakan hakim, tidak lagi sebagai saksi ahli tetapi menjadi saksi fakta dari termohon.

Berita Terkait

Ditolak Termohon, PN Surabaya Gagal Eksekusi Gudang di Jalan Kenjeran
Pleno Terbuka Terbuka PPK Kecamatan Somambawa Berakhir Sejumlah Masyarakat Ucapkan Terima Kasih
Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh
BMKG Jelaskan Fenomena Hujan Es di Sidoarjo
Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir
Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar
Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU
Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 22:19 WIB

Ditolak Termohon, PN Surabaya Gagal Eksekusi Gudang di Jalan Kenjeran

Selasa, 27 Februari 2024 - 21:59 WIB

Pleno Terbuka Terbuka PPK Kecamatan Somambawa Berakhir Sejumlah Masyarakat Ucapkan Terima Kasih

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:18 WIB

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:21 WIB

BMKG Jelaskan Fenomena Hujan Es di Sidoarjo

Minggu, 25 Februari 2024 - 15:12 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:45 WIB

Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:57 WIB

Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Berita Terbaru

Regional

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Feb 2024 - 12:18 WIB