Senin, 1 Februari 2021 - 07:44 WIB

Foto: kondisi kabel-kabel semerawut saat kejadian seorang pekerja tersetrum di Kuta, Badung, Kamis (21/1).

Foto: kondisi kabel-kabel semerawut saat kejadian seorang pekerja tersetrum di Kuta, Badung, Kamis (21/1).

Sembrawut, LSM JARRAK Bali Minta Aparat Terkait Cek Anggaran Pemeliharaan Kabel

Denpasar – Ketua LSM JARRAK Bali, I Made Rai Sukarya meminta, aparat terkait untuk melakukan pengecekan terhadap anggaran pemeliharaan kabel semua provider beroperasi di Bali. Tidak hanya PLN, tapi juga Telkom dan provider lain jaringan internet. Hal ini disampaikan lantaran banyaknya sorotan masyarakat, akan keberadaan kabel-kabel melintas di jalan terlihat semrawut.

“Sama sekali tidak memperhatikan keselamatan apalagi estetika. Kabel-kabel tersebut dipasang secara tidak teratur. Acak-acakan dan semrawut. Pegangan tiang berjejer di sepanjang jalan tidak difungsikan secara maksimal,” terang Made Rai Sukarya, Senin, (01/02)

Rai Sukarya menyebut, kesemrawutan itu lebih banyak disebabkan karena jaringan telekomunikasi penyedia jasa internet yang marak. Dan dikatakan, ikut lagi menanam tiang di luar tiang PLN pada titik sama dan memasang kabel dengan panjang yang sama. “Kalau bisa penyedia jasa internet memakai tiang bersama atau kabelnya ditanam. Tentu lebih rapi,” sarannya.

Foto: Ketua LSM Jarrak Bali, I Made Rai Sukarya.

Disinggung terkait adanya anggaran pemeliharaan kabel, Rai Sukarya berharap, pihak berkopeten lebih terbuka dan transparan. Ia menilai perlu pengawasan supaya anggaran jelas dan tepat sasaran. Ketua LSM JARRAK Bali ini menekankan, bila perlu Kepolisian Unit Tipikor diharapkan ikut serta melakukan pengecekan terkait anggaran pemeliharaan kabel agar tidak terjadi penyimpangan.

“Contoh, PT PLN kan punya anggaran untuk perawatan jaringan kabel, tiang dan gardu-gardu listriknya. Pohon tumbuh di dekat kabel harus ikut dirawat supaya tumbuhnya baik. Tidak asal potong sembarangan, batang dan dahan. Sehingga dengan tumbuh benar, maka mengecilkan kerawanan pohon ambruk dan menimpa kabel,” singgung Rai Sukarya.

Ia berharap perusahan terutama plat merah agar lebih banyak memperhatikan keselamatan dan kepentingan masyarakat. Lebih transparan sebisa mungkin memberikan pelayanan profesional timbal balik.

“Mari lebih transparan, tidak sepihak. Jangan bilang PLN terus terusan rugi. Masyarakat bayar telat sedikit saja bisa (kena) diputus (sambungan listrik). Mari sama-sama menjaga keselamatan publik dan mulai berbenah. Apalagi perekonomian Bali dikatakan dari sektor pariwisata. Seperti kejadian kemarin di Kuta hampir orang mati kesetrum. Terlihat sebelahnya kabel-kabel semrawut. Tentu ini jadi catatan, Bali sebagai daerah pariwisata,” kata Rai Sukarya.

Sementara itu, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya mengatakan, bukan kabel PLN semrawut namun juga ada kabel lain di tempat sama. Hal ini disampaikan melalui chat whatsApp kepada wartawan. Terkait imbas sorotan masyarakat kepada PLN di tengah kejadian I Gede Sukrada (46) tersengat arus listrik di Legian Kuta Badung, pada Kamis (21/01) kemarin.

“Kita sudah sering, selalu dan terus mengedukasi masyarakat melalui medsos, instansi terkait. Kita punya Web Kehumasan Bali. Memang merubah mindset masyarakat tidak bisa instan. Butuh waktu, karena masyarakat mindsetnya begitu melihat kabel yang ada dipikiran mereka adalah PLN,” terang Made Arya dalam chat WhatsApp, Jumat (22/01)

Disinggung terkait ada kabel PLN telanjang melintas di atas toko, Made Arya membantah bahwa di tempat kejadian memakai kabel Medium Voltage Twisted Insulated Cable (MVTIC). Dikatakan di sana ada gardu dan korban bersangkutan terkena imbas terminating dari gardu. Begitu juga, jika tersengat arus listrik dipastikan korban tidak selamat.

“Disana bukan kawat telanjang, pakai MVTIC atau kabel berisolasi. Di sana ada gardu dan yang bersangkutan kena imbas dari terminating ke gardu, terminating sudah berisolasi. Kalau yang bersangkutan tersengat, maaf kecil kemungkinam selamat,” katanya.

Namun sayang, tiga kali rekan wartawan menanyakan terkait anggaran pemeliharaan kabel belum dijawab. Entah ada anggaran dan jumlahnya berapa belum pasti. Belum ada penjelasan secara resmi terkait adanya anggaran pemeliharaan kabel dari PLN UID Bali.

Diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan agar kawasan wisata di Indonesia tidak terganggu dengan pemandangan kabel-kabel yang berjuntai. Ia meminta agar kabel-kabel tersebut ditanam di bawah tanah, seperti halnya di Labuan Bajo.

Foto: wajah kota Labuhan Bajo, kabel-kabel terlihat lebih rapi.

“Saya kira Labuan Bajo sekarang sudah banyak sekali kemajuan, mungkin jadi kota pertama di Indonesia yang hampir tidak ada kawat-kawat telepon di atas,” ujar Luhut saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) disiarkan secara virtual pada akhir November 2020.

Keberhasilan Labuan Bajo sebagai kawasan wisata benar-benar menawarkan keindahan alamnya tanpa adanya gangguan pemandangan kabel-kabel yang berjuntai. Hal ini merupakan, buah dari upaya dan kerja keras Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Luhut mengklaim, pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi prioritas menunjukkan kemajuan yang cukup pesat. Lokasi wisata ini tengah disiapkan menjadi tuan rumah pergelaran G20 dan ASEAN Summit 2023. (tim/red)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

Baca Lainnya

Wakil Bupati Barito Timur Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan DPC Partai Gerindra

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Wakil Bupati Barito Timur hadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan...

26 Februari 2021, 17:24 WIB

Unik, Warga Pesantren Perkampungan Minangkabau Akan Diimbau Gala

Padang, – Pondok Pesantren (Ponpes) Perkampungan Minangkabau, terus memperkuat  kebiasaan budaya Minangkabau, tidak hanya nilai-...

Ketua Yayasan Shine Al-Falah, Syamsul Akmal, S.Ag., M.M.

26 Februari 2021, 16:26 WIB

Kapolres Barito Timur Lakukan Pengecekan Posko PPKM Skala Mikro

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Guna menekan penyebaran dan penularan di masa pandemi Covid-19, Kapolres...

26 Februari 2021, 14:03 WIB

Hasil Rapat, Kades Umanen Lawalu Membagikan Pupuk Bersubsidi ke Petani Sesuai RDKK

Malaka, NTT, deliknews – Kades Umanen Lawalu mengadakan rapat membahas pupuk bersubsidi dengan warga desa...

26 Februari 2021, 13:57 WIB

Soal Dugaan Prostitusi, Kapolresta Padang Bantah Adanya Laporan Hotel Ibis

Padang, – Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir mengatakan bahwa pihaknya belum ada menerima laporan...

26 Februari 2021, 07:39 WIB

Berhasil Ungkap Kasus dan Berkinerja Baik, 25 Personel Polresta Tangerang Diberi Penghargaan

TANGERANG – Sebanyak 25 personel Polresta Tangerang diberi penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus dan memiliki...

24 Februari 2021, 23:10 WIB

loading...