Rabu, 3 Februari 2021 - 18:00 WIB

Pemerintah Siap Mendatangkan Vaksin AstraZeneca

Oleh : Dodik Prasetyo

Pemerintah akan mendatangkan vaksin AstraZeneca pada kuartal I 2021. Vaksin buatan Inggris ini diklaim ampuh dalam menangani corona, dan diinjeksi bagi WNI yang berusia di atas 18 tahun.

Kedatangan vaksin ini disambut baik oleh masyarakat, karena makin banyak stok vaksin yang datang, imunisasi akan makin cepat selesai.

Vaksinasi adalah cara ampuh dalam menangani pandemi covid-19, karena bisa membentuk herd immunity, sehingga semua kebal corona. Saat ini baru vaksin Sinovac yang digunakan oleh pemerintah, namun stoknya baru ada 3 juta dosis. Padahal penduduk Indonesia ada lebih dari 200 juta jiwa. Sehingga pemerintah akan menambah stok dari vaksin buatan pabrik lain.

Vaksin yang akan datang di Indonesia adalah vaksin corona AstraZeneca. Berbeda dari vaksin Sinovac yang terbuat dari virus yang dilemahkan, vaksin AstraZeneca terbuat dari mRna. Namun khasiatnya sama dalam melawan ganasnya corona. Sedangkan efikasinya mencapai 70%.
Pemerintah telah menerima surat dari GAVI (Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi).

Mereka akan mengirim vaksin AstraZeneca dalam 2 tahap. Di kuartal I 2021, akan datang 13,7 hingga 23,1 juta dosis vaksin. Sedangkan sisanya, yakni sekitar 65-75% dari jatah pengiriman, akan datang di kuartal II 2021.

Masyarakat tak perlu khawatir dengan kedatangan vaksin AstraZeneca, karena sama seperti vaksin Sinovac, biaya penyuntikannya gratis 100%. Ini merupakan kerja sama multilateral GAVI COVAX facility, yang merupakan kerja sama pengembangan vaksin antara WHO dengan GAVI.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementrian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa pengadaan vaksin melalui skema GAVI ini adalah keberhasilan diplomasi pemerintah. Melalui COVAX, maka mendapat vaksin yang gratis dan datang dalam waktu cepat. Juga akan melengkapi jenis vaksin yang ada saat ini.

Mengapa vaksin Astra Zeneca digratiskan? Karena demi pemerataan akses negara miskin dan berkembang, untuk memperoleh vaksin corona. Ini merupakan program WHO yang sangat membantu negara berkembang seperti Indonesia, agar vaksinasi nasional cepat selesai.

Nadia melanjutkan, walau sudah mendapatkan surat dari GAVI, namun kedatangan vaksin AstraZeneca masih menunggu validasi dari kelompok Satgas Alokasi Vaksin Independen (AIVG) dan WHO Emergency Use Listing (EUL). Sehingga masyarakat diharap bersabar untuk mendapat giliran diinjeksi vaksin.

Masyarakat tetap sabar menunggu dan berbahagia, karena vaksin buatan Inggris ini aman digunakan untuk orang berusia 18 tahun. Bahkan bisa juga untuk yang berusia di atas 60 tahun. Jadi, vaksin ini amat bagus karena rata-rata pasien corona yang dalam status berbahaya karena punya komorbid (penyakit bawaan) sudah berstatus lansia.

Mereka yang sudah berusia lanjut bisa disuntik vaksin dan tidak lagi waswas tertular corona. Memang biasanya mereka sudah dalam usia pensiun, namun tetap saja bisa tertular jika lengah, misalnya ketika jalan pagi dan kurang disiplin memakai masker, dll. Sehingga ketika sudah divaksin AstraZeneca, akan terbentuk imunitas pada tubuhnya.

Namun masyarakat jangan kendor dalam menaati protokol kesehatan. Walau nantinya sudah mendapat giliran disuntik vaksin AstraZeneca, tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan yang lain.

Karena pandemi baru dinyatakan berakhir, ketika terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok), yang diprediksi baru 1 tahun setelah vaksinasi nasional dimulai.
Vaksin AstraZeneca adalah jenis vaksin yang bisa digunakan oleh orang yang berusia di atas 60 tahun.

Jadi nantinya vaksin ini bisa diinjeksi khusus untuk lansia yang lebih beresiko kena corona. Penyebabnya karena mereka punya komorbid, misalnya penyakit jantung, ginjal, dll. Pengadaan vaksin ini akan menambah stok, sehingga seluruh WNI akan mendapatkannya dan bebas corona.

Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya

Gunakan PAI sebagai Instrumen Diseminasi Moderasi Beragama

Kementerian Agama tengah menggalakkan penguatan moderasi beragama di segala layanan keagamaan, termasuk pendidikan. Wakil Menteri...

27 Februari 2021, 00:56 WIB

PPKM Mikro Efektif Mengendalikan Covid-19

Oleh : Alfisyah Dianasari Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif demi mengendalikan pandemi...

27 Februari 2021, 00:49 WIB

19 Tahun Menunggu Lahan Usaha II, Warga Transmigran Sumber Rejo Minta BPN Bartim Berikan Jawaban

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Warga transmigran Desa Sumber Rejo Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito...

26 Februari 2021, 18:23 WIB

Mengapresiasi Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi

Oleh : Sindi khairudin Presiden Jokowi baru saja meresmikan Bendungan Napun Gette di NTT. Selain...

24 Februari 2021, 22:41 WIB

Bahas Kerjasama, Fonda Tangguh Sambangi Markas AHRS

Jakarta – Ketua umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh, Rabu (24/2) menyambangi markas Asep Hendro...

24 Februari 2021, 21:55 WIB

FPMSI Ajak Warganet Produksi dan Posting Konten Positif Melawan Hoaks Vaksinasi Covid-19

Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mengajak warganet dan generasi milenial untuk memproduksi dan menyebarkan...

24 Februari 2021, 13:12 WIB

loading...