Selasa, 9 Februari 2021 - 12:10 WIB

Foto: Kasi Pidana Khusus Kejari Gianyar Putu Gede Darmawan (kanan) didampingi Kasi Intel Gede Ancana.

Foto: Kasi Pidana Khusus Kejari Gianyar Putu Gede Darmawan (kanan) didampingi Kasi Intel Gede Ancana.

Kejari Gianyar Endus Bau Tak Sedap Penyimpangan Dana PMI

GIANYAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar mengendus bau tidak sedap dugaan kesalahan pemakaian dana Palang Merah Indonesia (PMI) di Gianyar. Temuan penyelidikan sementara sejak 11 Desember 2020, Kejari Gianyar melihat ada kesalahan penganggaran dana hibah pada tahun 2017,  2018, dan 2019. Ditaksir nilai kerugian negara mencapai Rp 500 juta.

Kasi Pidana Khusus Kejari Gianyar Putu Gede Darmawan didampingi Kasi Intel Gede Ancana membenarkan, bahwa pihaknya melakukan penyelidikan di tubuh organisasi nasional kemanusiaan PMI.

“Kami memulai 11 Desember 2020. Ini baru awal, belum bisa memberi tahu siapa saja pelaku dan tersangka,” tegasnya, Senin (08/02)

Darmawan mengaku bahwa pihaknya sudah temukan unsur perbuatan melawan hukum. Dugaan penggunaan dana hibah di luar rancangan kegiatan dan anggaran (RKA). Terinci ada pembayaran alat habis pakai diungkap berupa reagen (alat laboratorium) yang seharusnya berhutang.

“Pembayaran ini sudah ada dianggarkan tersendiri di Unit Transfusi Darah (UTD). Dimana sistem pembayaran berutang. Tapi ditutupi dengan dana hibah. Mengingat dana hibah tidak bisa terserap, maka dana dialihkan untuk pembayaran alat itu,” terangnya.

Lanjut kata Darmawan, bila dana hibah tidak terserap semestinya dikembalikan ke kas daerah. Namun ini menurutnya, dipergunakan PMI Gianyar untuk membayar utang. 

“Idealnya kalau dana hibah tak terserap, sebaiknya kembalikan ke kas daerah, bukannya digunakan untuk anggaran lain. Saat ini dua puluh dua saksi sudah diminta keterangan. Kasunya masih dalam pengembangan,” terangnya.

Darmawan menambahkan di internal kepengurusan PMI Gianyar pernah mencuat sejumlah permasalahan. “Seperti ada dobel jabatan, ada sewa gedung, dan kesalahan administrasi. Tapi itu ranah internal mereka. Katanya sih sudah diselesaikan dalam,” tambahnya.

Sementara Kasi Intel Gede Ancana menambahkan, bahwa pada intinya, Kejari Gianyar mencari minimal dua alat bukti. “Ya ini salah penggunaan anggaran. Tapi kami mencari dua alat bukti,” imbuhnya.

Mengenai penyelidikan dikatakan, menyeret jajaran pengurus PMI Gianyar periode 2016-2021. Akibat kasus ini, pengurus dibekukan dan diambil-alih PMI Provinsi Bali. 

Diketahui PMI Gianyar mendapat dana hibah dari Pemkab Gianyar setiap tahun. Jumlahnya yang digelontor bervariasi. Bantuan hibah tahun 2017 tercatat senilai Rp 1,2 miliar. Kemudian di anggaran induk tahun 2018, PMI kembali mendapat Rp 1,2 miliar. Ditambah di anggaran perubahan tahun 2018 sebesar Rp 790 juta. Dan tahun 2019, PMI Gianyar kembali dikucurkan Rp 1,2 miliar.

 

Artikel ini telah dibaca 250 kali

Baca Lainnya

BPBD Damkar Bartim Semprotkan Disinfektan di Rutan dan Pasar Tamiang Layang

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten...

3 Maret 2021, 17:38 WIB

Rimau Group Berikan Bantuan Masker kepada BPBD Damkar Barito Timur

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Rimau Group yang bergerak di bidang pertambangan batubara di wilayah...

3 Maret 2021, 16:52 WIB

Polresta Tangerang Ringkus Pelaku yang Curi Motor Pemancing

TANGERANG – Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Polda Banten meringkus 2 orang pria berinisial MR...

3 Maret 2021, 16:43 WIB

UD Tani Mandiri Malaka Melayani Pupuk Bersubsidi di 4 Kecamatan

Malaka, NTT, deliknews – Pengecer UD Tani Mandiri di Desa Laleten Kecamatan Weliman menjual pupuk...

3 Maret 2021, 15:10 WIB

Polres Gayo Lues Amankan Tersangka Transaksi Satwa Dilindungi

Kepolisian Polres Gayo Lues, Provinsi Aceh berhasil mengamankan tersangka transaksi satwa yang dilindungi dalam kondisi...

3 Maret 2021, 15:09 WIB

Program Pos Sanjung, Kapolresta Tangerang Kunjungi Kediaman Anggota dan ASN

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro melaksanakan kegiatan Polisi Selasa Berkunjung (Pos...

3 Maret 2021, 11:29 WIB

loading...