Kamis, 11 Februari 2021 - 21:53 WIB

Foto: Kejari Buleleng saat melakukan pemeriksaan tersangka.

Foto: Kejari Buleleng saat melakukan pemeriksaan tersangka.

Kejari Gede Astawa : Delapan Tersangka Dana PEN Buleleng

Buleleng – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Buleleng resmi menetapkan delapan (8) tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Industri Pariwisata di Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng, pada Kamis (11/2) malam.

Adapun 8 tersangka oknum ASN Dispar Buleleng itu, masing-masing berinisial Made SN, Nyoman AW, Putu S, Nyoman S, IGA MA, Kadek W, Nyoman GG, Putu B.

Terungkap, 30 persen dana hibah PEN alias sebesar 3,9 miliar dari total 13 miliar merupakan dana operasional, sebagian sudah sempat dibagi-bagi dalam jumlah bervariasi. Nah, ketahuan ribut (berpotensi masalah), dana itupun lantas dikembalikan, sebelum akhirnya dugaan tersebut ditindaklanjuti Kejaksaan Buleleng.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, I Putu Gede Astawa saat press rilis di Kantor Kejaksaan Negeri Buleleng.

Kajari Astawa menyebut, dana operasional sebesar Rp 3,9 miliar digelontorkan dalam 3 (tiga) bentuk kegiatan, yakni Revitalisasi sebesar 370 juta, Bimtek hotel dan restoran Rp 870 juta serta Buleleng Explore Rp 2,5 miliar.

“Kita fokuskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi tahap penyidikan, dugaan penyimpangan paling banyak itu, di kegiatan Bimtek dan Buleleng Explore. Sementara ini, dari penghitungan, potensi kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 656 juta. Uang yang kita sita (amankan) Rp 377 juta. Nah, uang yang belum kita sita dari Bali Mandara sebesar Rp 32 juta, Warung Pudak Rp 24 juta, juga agen voucher Rp 7 juta. Tentu, dalam waktu dekat kita lakukan penyitaan,” ungkapnya.

Fakta lain sebut Kajari Astawa, sebagian uang dana operasional itu, sudah sempat dibagi-bagikan.

“Sebagian dana (kelebihan) Bimtek dan Buleleng Explore sudah sempat dibagi-bagikan dalam jumlah bervariasi. Dibagi-bagi berdasarkan kesepakatan mereka (tersangka),” terangnya.

Apakah akan ada penambahan tersangka?┬áKajari menjawab, saat ini penyidikan masih terus berlanjut. “Ini indikasinya (penyimpangan) kan baru Rp 656 juta, belum lagi untuk pendalaman transport dan percetakan. Masih ada pengembangan dalam tahap penyidikan,” jelasnya

Pasal disangkakan, Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 12e Undang-Undang Korupsi.

Artikel ini telah dibaca 297 kali

Baca Lainnya

Program Yuk Ngopi Wae, Kapolresta Tangerang Audiensi Aliansi Mahasiswa

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro melaksanakan Program Kapolda Banten Irjen Pol...

6 Maret 2021, 22:51 WIB

Polda Aceh Gelar Sidang Penetapan Kelulusan Seleksi Sekolah Insfektur Polisi

  Polda Aceh melalui Biro SDM, Sabtu (6/3/21) sore menggelar sidang penetapan kelulusan Tingkat Panitia...

6 Maret 2021, 21:30 WIB

BEM KM Universitas Andalas Pertanyakan Bantuan Bidikmisi

Padang, – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM Unand) mempertanyakan masalah bantuan...

Kampus Universitas Andalas

6 Maret 2021, 20:08 WIB

Remaja dalam Lingkaran Bonus Demografi

Oleh : Ilham Mida, S.Pdi (Guru BK SMAN 5 Bukittinggi) Masa remaja merupakan masa yang...

Ilham Mida, S.Pdi (Guru BK SMAN 5 Bukittinggi)

6 Maret 2021, 13:45 WIB

Polsek Sikakap Dorong Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Kepulauan Mentawai, – Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH dan jajarannya bekerja sama dengan Forkopimca...

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH dan jajarannya bekerja sama dengan Forkopimca melakukan bersih-bersih diwilayah Sikakap, Jum'at (5/3/21).

6 Maret 2021, 12:55 WIB

Cek Mapolsek Cisoka, Kapolresta Tangerang Bagikan Masker ke Tahanan

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengunjungi Polsek Cisoka, Jumat (5/3/2021). Dalam...

6 Maret 2021, 10:41 WIB

loading...