Diberitakan Konflik Kuburan, Kelian Adat Tista Kec Buleleng Malah Tersenyum

- Editorial Staff

Jumat, 12 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kelian Desa Adat Tista Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Jro Nyoman Supardi MP, S.H.M.Si.

Foto: Kelian Desa Adat Tista Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Jro Nyoman Supardi MP, S.H.M.Si.

Buleleng – Kelian Desa Adat Tista Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Jro Nyoman Supardi MP, S.H.M.Si mengaku hanya bisa tersenyum atas pemberitaan adanya polemik kuburan antara Desa Adat Bangkang dan Desa Adat Tista yang dikabarkan saling klaim dan warganya bersitegang. 

Sebagai Kelian Adat Desa Tista, pihaknya merasa tidak ada konflik, membantah dikatakan membangkang. Begitu juga ketika munculnya rumor tidak ada koordinasi dalam upaya memperbaiki areal kuburan milik dua desa adat setempat.

“Itu tidak benar. Apa mungkin seorang saya melakukan kegiatan dan tau bahwa itu kuburan masih status milik dua desa adat membangkang? Sebelumnya saya sudah membuat surat meminta permakluman untuk dapat memperbaiki kuburan agar terlihat asri, nyaman, bersih dan aman. Namanya koordinasi kan tidak semuanya harus konteksnya langsung. Surat itu juga ditujukan ke Kelian Adat Bangkang,” ungkap Jro Nyoman Supardi, Jumat (12/02).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jro Nyoman Supardi menjelaskan, sehari sebelum pelaksanaan proyek dijalankan, dikatakan pihaknya ditemui warga bernama Made Astawa. Dan mengaku sebagai utusan perwakilan masyarakat Desa Adat Bangkang. Mempertanyakan terkait rencana pembangunan proyek penataan kuburan.

“Saya paparkan karena dia mengaku sebagai utusan. Tentang rencana saya membuat jalan untuk menata kuburan itu agar terlihat asri, bersih aman dan nyaman. Bahkan saya sampaikan, kuburan kita ini sudah tergerus terjadi abrasi. Dan dia mengatakan setuju sekali dan menyambut positif. Mengatakan selaku warga Bangkang sangat menerima ‘silahkan bli lanjutkan saya dukung’,” paparnya.

Lebih lanjut Jro Nyoman Supardi meminta agar disampaikan kepada Kelian Desa Bangkang jika memang disetujui dan dianggap baik. Dan sekalian pihaknya meminta sekiranya ada tenaga bisa membantu.

“Besoknya berjalanlah proyek. Sedikitpun saya tidak ada prasangka terjadi penyetopan. Tiba-tiba dikabarkan terjadi konflik, saya merasa tidak pernah berkonflik. Saya langsung ke kuburan dan sudah ada Pecalang menyetop dan sebagainya terkesan gawat. Sementara lucunya warga saya yang ikut memiliki kewidangan tidak ada reaksi. Dan pada saat itu oke, tukang tidak jadi bekerja dan material barang saya kembalikan. 

“Saya tanya Kelian Adatnya katanya perintah Perbekel suruh menghentikan sebelum ada mediasi. Saya bingung, dimediasi apanya karena saya tidak pernah merasa konflik. Sesampai di rumah saya menelpon Kapolsek Kota Singaraja, menyatakan permakluman menyangkut rencana mediasi yang akan dilakukan oleh perbekel tidak hadir. Dan juga saya berpikir kompeten Perbekel ngapain memediasi, karena ini persoalan adat. Pantas untuk memediasi adalah Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Buleleng. Dan mengingat langkah saya lakukan itu sangat luhur dan mulia,” lanjut Jro Nyoman Supardi menerangkan.

Jro Nyoman Supardi beranggapan permasalahan yang dimunculkan pihak terkait ada suatu kepentingan pribadi. Mungkin menurut pihaknya dilihat ada proyek dikira ada uang besar. Padahal diungkap anggaran proyek rencana penataan kuburan dibantu para donatur.

“Makanya saya heran, harusnya dari pihak Desa Adat Bagkang mengucapkan syukur dan terima kasih. Dan menyumbangkan tenaga untuk bisa membantu, itu kuburan milik kita bersama. Disesalkan kenapa menjegal. Setelah saya cek warga masyarakat di sana damai tenang. Dari kejadian ini kita dapat belajar. Terkadang niat baik belum tentu bisa diterima dengan baik,” tutup Jro Nyoman Supardi

 

Berita Terkait

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan
Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame
Mahasiswa ITS Ini Modifikasi Aspal dari Limbah Lumpur
Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.
Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis
Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah
Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025
Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 18:28 WIB

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan

Sabtu, 2 Maret 2024 - 09:04 WIB

Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame

Jumat, 1 Maret 2024 - 09:59 WIB

Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:08 WIB

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:04 WIB

Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:27 WIB

Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:45 WIB

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Berita Terbaru