Minggu, 14 Februari 2021 - 23:42 WIB

Tinjau Posko PPKM, Kapolresta Beri SOP Posko dari Desa sampai RT/RW

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro memberikan penjelasan atau arahan mengenai standar operasional prosedur (SOP) Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dari tingkat desa hingga tingkat Rukun tetangga (RT) dan tingkat rukun warga (RW).

Penjelasan SOP itu disampaikan oleh kapolresta saat meninjau Posko PPKM Berbasis Mikro di Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo dan Posko PPKM Berbasis Mikro di Kelurahan Mauk Timur, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (13/2/2021).

“Posko harus ada nama pasien terkonfirmasi positif dengan data nama, umur, jenis kelamin, alamat sampai data RT/RW, Sdh berapa dan statusnya isolasi atau di rawat di rumah sakit”, terang Kepala Polresta Tangerang.

Petugas posko wajib berkoordinasi dengan ketua RT atau RW setempat, dan diharapkan Sdh menyiapkan POSKO di tingkat RT atau RW bila Sdh ada pasien yg isolasi/dirawat. Setiap jam 08.00 dan jam 20.00 petugas posko setelah cek ke ketua RT/RW tentang kondisi pasien maka wajib untuk memasukkan dalam buku mutasi dan melaporkan melalui Wa ke POSKO PPKM KAB/POLRES atau POSKO PPKM kecamatan dan diteruskan ke POSKO PPKM Kab/Polres. Sehingga ada update data setiap harinya dan bisa dilakukan evaluasi.

Selain data pasien COVID19, juga data sasaran Ops Yustisi sehingga penindakan, teguran dan pembagian masker bisa tepat sasaran berdasarkan tempat dan waktunya. Hal ini perlu kerjasama yang baik 3 pilar dan satgas covid yg ada.

“Bila ada warga masyarakat yang terkonfirmasi positif informasi melalui bidan atau dokter puskesmas maka, tugas nakes dan 3 pilar tk desa melakukan upaya 3T testing, Tracing dan Treatment. Testing berarti melakukan pemeriksaan swab antigen, Tracing mencari siapa kontak erat dengan korban, sedangkan Treatment adalah upaya pengobatan sesuai rekomendasi dari dokter puskesmas tergantung hasil swab apakah di rawat di RS, isolasi mandiri di Yasmin atau isoman di rumah.

Selain itu, Wahyu juga menjabarkan pentingnya perangkat pendukung Posko PPKM Berbasis Mikro seperti ketersediaan ruang Posko, ruang gudang dan isolasi, alat pengukur suhu badan, sarung tangan, hand sanitizer, fasilitas cuci tangan, buku mutasi, baju alat pelindung diri (APD), ambulans, stok masker, dan papan panel data pasien.

“Kami berpesan agar ada kerjasama yang baik 3 pilar dengan semua komponen masyarakat dan nakes, Kita harus kerjasama, gotong royong, berkolaborasi agar menang perang melawan COVID19,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 183 kali

Baca Lainnya

Hasil Pilkel Digugat, Bupati Badung Tetap Lantik Prebekel Desa Angantaka

Badung – Meski ada gugatan terkait pemilihan prebekel (Pilkel) Desa Angantaka di Pengadilan Negeri (PN)...

Pelantikan Perbekel Terpilih se-Kabupaten Badung. (Foto: Istimewa)

26 Februari 2021, 19:20 WIB

Akulturasi Budaya dan Pariwisata Diplomasi, Potensi untuk Revitalisasi

Bali – Akulturasi budaya Bali dan China menjadi salah satu keunikan dimiliki Bali selama ini....

Indonesia Director Tourism Confucius Institute (TCI) Udayana University, I Made Sendra. (Foto: deliknews.com)

26 Februari 2021, 18:59 WIB

Wakil Bupati Barito Timur Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan DPC Partai Gerindra

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Wakil Bupati Barito Timur hadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan...

26 Februari 2021, 17:24 WIB

Unik, Warga Pesantren Perkampungan Minangkabau Akan Diimbau Gala

Padang, – Pondok Pesantren (Ponpes) Perkampungan Minangkabau, terus memperkuat  kebiasaan budaya Minangkabau, tidak hanya nilai-...

Ketua Yayasan Shine Al-Falah, Syamsul Akmal, S.Ag., M.M.

26 Februari 2021, 16:26 WIB

Kapolres Barito Timur Lakukan Pengecekan Posko PPKM Skala Mikro

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Guna menekan penyebaran dan penularan di masa pandemi Covid-19, Kapolres...

26 Februari 2021, 14:03 WIB

Hasil Rapat, Kades Umanen Lawalu Membagikan Pupuk Bersubsidi ke Petani Sesuai RDKK

Malaka, NTT, deliknews – Kades Umanen Lawalu mengadakan rapat membahas pupuk bersubsidi dengan warga desa...

26 Februari 2021, 13:57 WIB

loading...