Galian Sirtu untuk Proyek Multiyears di Gayo Lues Diduga Ilegal

Galian material pengerjaan sejumlah titik proyek Multiyears peningkatan jalan Blangkejeren-Tongra-Batas Abdya,, di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Tahun 2021, diduga menggunakan material ilegal. Pasalnya, sejumlah pasir dan batu yang digunakan pihak pelaksana merupakan sirtu yang diambil dari daerah aliran sungai Ketukah, Kecamatan Blangjerango kabupaten setempat.

“Berdasarkan pantauan PKN terhadap pelaksanaan proyek tersebut, terdapat pengambilan material dari daerah Desa Ketukah, yang diduga tidak memiliki ijin galian,” jelas Abdullah, Ketua PKN Gayo Lues, Senin (22/02/2021) di Blangkejeren, usai melakukan investigasi pada kegiatan itu.

Sementara jelasnya, berdasarkan aturan yang berlaku, bahwa setiap kegiatan proyek pembangunan harus menggunakan material galian C yang resmi. Sebagaimana Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, berbunyi bahwa yang dipidana adalah setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan, dan lain lain.

“Adapun sanksi bagi kontraktor yang menggunakan material galian c tanpa izin maka sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda uang sampai Rp100 miliar,” jelasnya.

Kepala Desa Ketukah, Abu Kari yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan tidak adanyanya ijin galian pada penggalian material di desanya tersebut. Namun, dirinya maenjelaskan penggalian tersebut berdasarkan ikatan kerjasama antara warga pemilik lahan dan pihak perusahaan.

“Setahu saya tidak ada ijin galian C, cuma mereka membuat ikatan kerjasama dengan pemilik lahan, per trif, sebesar 20 ribu rupiah. Lahan itu, juga merupakan bekas lahan persawahan,” jelasnya, seperti yang disampaikan kepada sebuah media online, pun demikian beberapa kali dihubungi wartawan tidak menjawab telpon.

Lebih lanjut terkait penggalian itu, Abu Kari, meminta untuk menghubungi saudara Acir, yang dia sebut merupakan perwakilan dari perusaan yang membuat ikatan dengan pemilik lahan.(tim)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
ADVERTISEMENT
Login Areal