Senin, 22 Februari 2021 - 16:39 WIB

Galian Sirtu untuk Proyek Multiyears di Gayo Lues Diduga Ilegal

Galian material pengerjaan sejumlah titik proyek Multiyears peningkatan jalan Blangkejeren-Tongra-Batas Abdya,, di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Tahun 2021, diduga menggunakan material ilegal. Pasalnya, sejumlah pasir dan batu yang digunakan pihak pelaksana merupakan sirtu yang diambil dari daerah aliran sungai Ketukah, Kecamatan Blangjerango kabupaten setempat.

“Berdasarkan pantauan PKN terhadap pelaksanaan proyek tersebut, terdapat pengambilan material dari daerah Desa Ketukah, yang diduga tidak memiliki ijin galian,” jelas Abdullah, Ketua PKN Gayo Lues, Senin (22/02/2021) di Blangkejeren, usai melakukan investigasi pada kegiatan itu.

Sementara jelasnya, berdasarkan aturan yang berlaku, bahwa setiap kegiatan proyek pembangunan harus menggunakan material galian C yang resmi. Sebagaimana Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, berbunyi bahwa yang dipidana adalah setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan, dan lain lain.

“Adapun sanksi bagi kontraktor yang menggunakan material galian c tanpa izin maka sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda uang sampai Rp100 miliar,” jelasnya.

Kepala Desa Ketukah, Abu Kari yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan tidak adanyanya ijin galian pada penggalian material di desanya tersebut. Namun, dirinya maenjelaskan penggalian tersebut berdasarkan ikatan kerjasama antara warga pemilik lahan dan pihak perusahaan.

“Setahu saya tidak ada ijin galian C, cuma mereka membuat ikatan kerjasama dengan pemilik lahan, per trif, sebesar 20 ribu rupiah. Lahan itu, juga merupakan bekas lahan persawahan,” jelasnya, seperti yang disampaikan kepada sebuah media online, pun demikian beberapa kali dihubungi wartawan tidak menjawab telpon.

Lebih lanjut terkait penggalian itu, Abu Kari, meminta untuk menghubungi saudara Acir, yang dia sebut merupakan perwakilan dari perusaan yang membuat ikatan dengan pemilik lahan.(tim)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Hasil Pilkel Digugat, Bupati Badung Tetap Lantik Prebekel Desa Angantaka

Badung – Meski ada gugatan terkait pemilihan prebekel (Pilkel) Desa Angantaka di Pengadilan Negeri (PN)...

Pelantikan Perbekel Terpilih se-Kabupaten Badung. (Foto: Istimewa)

26 Februari 2021, 19:20 WIB

Akulturasi Budaya dan Pariwisata Diplomasi, Potensi untuk Revitalisasi

Bali – Akulturasi budaya Bali dan China menjadi salah satu keunikan dimiliki Bali selama ini....

Indonesia Director Tourism Confucius Institute (TCI) Udayana University, I Made Sendra. (Foto: deliknews.com)

26 Februari 2021, 18:59 WIB

Wakil Bupati Barito Timur Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan DPC Partai Gerindra

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Wakil Bupati Barito Timur hadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan...

26 Februari 2021, 17:24 WIB

Unik, Warga Pesantren Perkampungan Minangkabau Akan Diimbau Gala

Padang, РPondok Pesantren (Ponpes) Perkampungan Minangkabau, terus memperkuat  kebiasaan budaya Minangkabau, tidak hanya nilai-...

Ketua Yayasan Shine Al-Falah, Syamsul Akmal, S.Ag., M.M.

26 Februari 2021, 16:26 WIB

Keuangan Universitas Andalas Diduga Bermasalah

Padang, – Keuangan Universitas Andalas (Unand) tahun 2018 diduga bermasalah dalam pengelolaan saldo, penatausahaan Kas...

Kampus Universitas Andalas

26 Februari 2021, 15:47 WIB

Kapolres Barito Timur Lakukan Pengecekan Posko PPKM Skala Mikro

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Guna menekan penyebaran dan penularan di masa pandemi Covid-19, Kapolres...

26 Februari 2021, 14:03 WIB

loading...