Selasa, 23 Februari 2021 - 09:17 WIB

Penyalur Pupuk Malaka Tengah Menyikapi Keluhan Petani Desa Umanen Lawalu

Malaka, NTT, deliknews – Pengiriman pupuk urea ke Betun dari distributor Kupang transit di gudang penyalur pupuk di desa Wahali kecamatan Malaka Tengah langsung di salurkan ke pihak ketua kelompok sesuai pengajuan DO dari pemohon.

Pengambilan pupuk urea bersubsidi oleh kepala desa Umanen Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, NTT pada tahun 2020 sebanyak 1000 sak, mengunakan Dana Desa(DD) senilai Rp. 90.000.000.

Penyalur Pupuk bersubsidi desa Wahali kecamatan Malaka Tengah, El Rade, saat ditemui di rumahnya, Senin 22/2/2021 mengatakan pupuk yang di salurkan ke desa Umanen Lawalu pada tahun 2020 lalu, sebanyak 1000 sak, seharga Rp. 90.000/sak. Pupuk yang di salurkan itu sesuai dengan nama-nama yang termuat dalam RDKK yang diberikan  dari desa.

“Pembagian pupuk urea yang di belanjakan dengan Dana Desa (DD) seharga Rp.90.000/sak, tidak sesuai nama-nama yang termuat dalam Rencana Defenitif Kebutuhun Kelompok (RDKK)  diduga kuat pupuk 4 sak yang di jual pada meri warga dusun Welolon dengan harga Rp.100.000/sak itu diperoleh dari orang-orang yang tidak dapat pembagian tersebut. Di duga cara pembagiannya tersebut tidak tepat pada sasaran” ujar El Rade.

Lanjutnya, untuk pembagian pupuk pada petani pengolah lahan basah itu, entah sesuai dengan nama-nama yang ada di dalam RDKK atau tidak, saya pun tidak tau. Sebab penyaluran pupuk dari pihak Distributor Budi Santoso Kupang, dan tiba di gudang sini langsung saya kontak pada pihak pengajuan pemohon pengambilan pupuk sesuai  DO yang ada.

Pelaksanaan pembagian pada Masyarakat atau pada kelompok itu, hak dan kewenangan ketua kelompok atau kepala desa yang sesuai DO atau RDKK nya di ajukan adalah kepala desa.

Lebih lanjut, Kepala desa yang melakukan membagikan pupuk pada petani. Sedangkan pembagian pupuk oleh kepala desa berdasarkan RDKK atau tidak sesuai nama-nama yang termuat dalam RDKK itu, mungkin kebijakan dari kepala desa.

Pupuk bersubsidi tersebut, betul-betul untuk membantu masyarakat petani dari pihak pemerintah. Jadi kalau memang kepala desa melakukan penjualan pupuk pada orang dengan harga Rp. 100.000/sak, itu sudah mengambil kebijakan yang keliru. Patut di sadari bahwa adanya nama orang termuat pada RDKK, baru bisa mendapat Pupuk itu, jadi pembagian itu tepat pada sasaran.

Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) ketika dikatakan, walaupun nama ada di RDKK tetapi tidak bisa di berikan, karena orang ini tidak mengolah lahan sawah atau petani. Terus kenapa nama juga dimuat dalam RDKK ?.

Di umpakan seperti saya menerima sekian nama yang termuat pada RDKK, dan tidak tau orang itu petani atau bukan sangat wajar, karena saya bukan anggota kelompok bahkan bukan penduduk di desa itu. Sehingga memasukan nama pada RDKK, kemudian dikatan orang itu tidak menerima karena dia bukan petani pengolah lahan basah itu sebenar sudah salah.

Harapan saya pada seluruh masyarakat petani, kalau ada yang jual pupuk bersubsidi pada orang lain atau menjual kembali pada kelompok mohon di Informasikan kepada saya sehingga bisa saya laporkan ke pihak yang berwajib, pungkasnya. (Dami Atok)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

Wabup Barut Tutup Acara Rapat Forum Perangkat Daerah

Muara Teweh, Kalteng, deliknews – Setelah sebelumnya dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Barito Utara (Barut),...

1 Maret 2021, 20:18 WIB

Brimob, TNI, Polres dan Pemda Gencar laksanakan Operasi Yustisi

Satbrimob Polda Aceh, Senin(/01/03/2021) Personel Kompi 4 Batalyon C Pelopor bersama TNI Koramil 04 Kuta...

1 Maret 2021, 17:14 WIB

Isu Suap Rp 2 M di Balik Buronan Interpol Rusia Kabur dari Imigrasi

Denpasar – Munculnya bau busuk akan isu suap Rp 2 miliar di balik kaburnya buronan...

Ilustrasi. (Foto: Deliknews.com)

1 Maret 2021, 17:07 WIB

Zulhardri Z. Latif Enggan Komentar Soal Pengembalian Uang Negara

Padang, – Soal pengembalian uang negara atas kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas ke Italia tahun...

Anggota DPRD Kota Padang Zulhardri Z. Latif (foto: kumparan.com)

1 Maret 2021, 15:41 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Penjual Tramadol dan Excimer Digerebek Polresta Tangerang

TANGERANG – Sebuah toko kosmetik di Kampung Bugel, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang...

1 Maret 2021, 10:12 WIB

Unand Diduga Pungut Uang Kuliah Mahasiswa Bidikmisi

Padang, – Kampus ternama Universitas Andalas (Unand) diduga melakukan pungutan atau penerimaan uang kuliah dari...

Kampus Universitas Andalas

1 Maret 2021, 09:07 WIB

loading...