Isu Suap Rp 2 M di Balik Buronan Interpol Rusia Kabur dari Imigrasi

  • Whatsapp
Ilustrasi. (Foto: Deliknews.com)

Denpasar – Munculnya bau busuk akan isu suap Rp 2 miliar di balik kaburnya buronan (Red Notice) Interpol Rusia bernama Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, hendak dideportasi ke negaranya dibantu rekan perempuannya bernama Ekaterina dan ditangkap kembali 2 minggu kemudian bisa mencoreng wibawa hukum Indonesia di mata Internasional.

Pasalnya, di balik kejadian ini diduga ada upaya rekonstruksi hukum tingkat tinggi. Melihat riwayat Andrew sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu jaringan narkoba Internasional dan pernah ditangkap polisi menguasai narkotika jenis Hasis mencapai setengah kilogram lebih. Namun vonis hukumannya pun terbilang cukup ringan di Indonesia, hanya 1,5 tahun. 

Pelarian buronan Interpol Rusia ini dari tahanan imigrasi disinyalir sengaja dirancang. Setelah masa tahanan di Lapas Kerobokan Kelas II A habis. Andrew terkesan menghindar dari kejaran hukum di negaranya. Mengingat bagi pelaku kejahatan di negara Rusia sendiri vonis hukuman sangat berat.

Informasi dapat digali dari sumber terpercaya yang menolak diungkap identitasnya membenarkan isu tak sedap merebak. Bahkan sebelum pelaku ditangkap dikatakan isu akan adanya suap santer di kalangan pegawai imigrasi.

“Ya, saya juga dengar isu tersebut. Curiga kan boleh. Bahkan sebelum dapat ditangkap, persepsi saya sampai 80 persen akan isu itu. Kalau sekarang 50 persen 50 persen,” ungkap sumber tersebut kepada wartawan, Jumat (26/02) pekan kemarin.

Lanjut sumber mengatakan, tidak berani berkomentar banyak akan isu tersebut lantaran masih praduga tak bersalah. “Saya tidak berani berkomentar. Kita tunggu saja berita acara pemeriksaan (BAP) selanjutnya,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, I Putu Surya Dharma, S.H, M.M selaku Humas Kementerian Hukum dan Ham Kantor Wilayah (Kanwil Kemenkumham) Bali mengatakan, bahwa sudah ada enam petugas pegawai imigrasi untuk dilakukan pembinaan terkait kasus terjadi.

“Ada enam pegawai sudah dipindahkan ke Kanwil Kemenkumham untuk dibina. Terkait hukuman atau sanksi apa belum dapat kami sampaikan. Termasuk juga bule Rusia yang kabur masih diperiksa,” ungkap Surya Dharma.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, AKBP I Ketut Suandika S.H, M.H membenarkan bahwa buronan Interpol Rusia bernama Andrew merupakan salah satu jaringan narkotika Internasional.

“Informasinya begitu (terkait kasus Narkotika internasional, red). Cuma BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, red) tidak tahu pasti datanya. Itu yang tahu pihak imigrasi atau Lapasnya (Lapas Kerobokan, red) mungkin yang lebih tahu,” jelas Ketut Suandika.

Dihubungi wartawan melalui sambungan telepon kantor Konsulat Rusia yang ada di Ungasan, Kuta Selatan tidak diangkat. Demikian pula ketika dikirimkan email yang berisi daftar pertanyaan ke email resmi kantor Konsulat Rusia hingga berita ini ditayangkan belum dibalas. (Tim)

Pos terkait

loading...