KLB Demokrat, Santoso; Menolak Pembajak Partai Berperilaku Ilegal

  • Whatsapp
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, Santoso menentang adanya Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang. (Foto: ist)

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, Santoso menentang adanya Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum. Pihaknya beranggapan KLB tersebut adalah ilegal, melanggar konstitusi dan abal-abal. Bahkan dengan lantang menyebutkan Moeldoko sebagai pembajak partai.

“Saya selaku Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, beserta seluruh DPC-DPC, dengan tegas menolak KLB Sumatera Utara, yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum. Ini sudah merusak tatanan demokrasi yang sudah kita perjuangkan selama ini. Untuk itu, saya meminta kepada Pemerintah untuk tidak mengesahkan hasil KLB Sumut,” kata Santoso, melalui sambungan telepon, Minggu (07/03) siang.

Lanjut Santoso mengungkapkan, Partai Demokrat DKI tetap solid dan loyal kepada Ketua Umum AHY.

“KLB Sumut itu jelas bertentangan dengan AD/ART partai. Tidak diikuti 2/3 pemilik suara sah. Tidak disetujui oleh Majelis Tinggi Partai dan tidak diselenggarakan oleh DPP. Jadi unsurnya tidak terpenuhi. Sekali lagi, dengan tegas kami menolak para pembajak partai yang berperilaku ilegal,” ujarnya.

Diketahui, sebagai bentuk dukungan dan loyalitas kepada Ketua Umum AHY serta untuk menegakkan marwah partai, seluruh kader Demokrat dari tingkat DPD, DPC hingga PAC DKI Jakarta, menggelar cap jempol darah, bertempat di Sekretariat DPD DKI Jakarta, Jalan Bambu Apus Nomor 9.

“ Cap jempol darah ini sebagai bentuk perlawanan kami atas tindakan inkonstitusional yang dilakukan oleh para pembajak partai yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Ini preseden buruk bagi demokrasi kita, menjadi lonceng kematian demokrasi jika kita tidak melawannya. Marwah partai harus kita jaga, kita pertahankan sampai titik darah penghabisan,” tegas Santoso.

Pos terkait

loading...