Investigasi Kematian Enam Anggota FPI Sudah Sesuai Aturan

- Editorial Staff

Sabtu, 13 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Adit Pratama

Tewasnya 6 anggota laskar FPI menjadi sorotan publik, karena mereka dijadikan tersangka. Namun status ini sah di mata hukum, karena memang sebelumnya mereka terbukti melakukan kekerasan terhadap polisi.

Lalu terpaksa dibalas dengan tembakan, karena polisi sudah terancam nyawanya. Dalam kasus ini, tindakan polisi dibenarkan, karena saat tak melawan akan menjadi korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika ada kasus di jalan tol jakarta-Cikampek KM 50, maka masyarakat terperanjat karena peristiwa ini berdarah. Ada korban tewas dari pihak laskar FPI, dan mereka bertanya-tanya bagaimana kronologi yang sebenarnya. Setelahnada reka ulang adegan, maka masyarakat paham dan memihak polisi. Karena tewasnya 6 anggota laskar FPI tidak direncanakan.

Ketika 6 orang itu kehilangan nyawa, penyebabnya adalah perbuatan mereka yang menyerang terlebih dahulu. Dari rekaman suara yang di-publish oleh Komnas HAM, mereka tidak takut sama sekali, malah bangga telah berhasil ngebut dan mengelabui polisi. Kemudian terjadi penyerangan, penangkapan, dan ending-nya, 4 anggota laskar menggelepar tanpa daya dan berakhir dengan tragis.

Keenam anggota laskar ditetapkan sebagai tersangka pada kasus berdarah ini. Bagaimana bisa almarhum dijadikan tersangka? Dasar hukumnya adalah pasal 170 KUHP, pasal 1 ayat dan 2 UU darurat tahun 1951, dan pasal 214 KUHP. Hal ini dinyatakan oleh Brigjen Andi Rian, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

Penetapan tersangka karena mereka melakukan kekerasan terhadap polisi. Sehingga wajar jika 6 anggota laskar itu mendapatkan status tersebut. Tak ada api jika tak ada angin. Mereka tak bisa otomatis jadi tersangka, jika tidak nekat kejar-kejaran dengan mobil dan menyerang polisi terlebih dahulu.

Investigasi kasus ini juga sudah sesuai aturan, dan tidak ada rekayasa di dalamnya. Karena polisi bekerja sama dengan pengelola jalan tol Jakarta-Cikampek, dan berbagai pihak lainnya. Sehingga didapatkan kesimpulan bahwa anggota laskar yang bersalah. Walau mereka sudah lama meninggal dunia.

Selain itu, polisi tidak mungkin menyerang terlebih dahulu, melainkan melepaskan tembakan untuk membela diri. Hal ini memang diperbolehkan, karena nyawa taruhannya. Jika polisi tidak melepas timah panas, maka justru mereka yang terancam oleh serangan anggota laskar.

Mengapa anggota laskar FPI nekat menyerang polisi terlebih dahulu? Entah apa yang ada di pikiran mereka dan entah pula apa yang jadi rencana para pemimpin FPI. Walau ormas ini sudah dibubarkan oleh pemerintah, bukan berarti bebas dari hukuman. Karena pengusutan kasus ini terus berlanjut.

Ketika laskar mengamuk, maka polisi memang patut waspada. Karena mereka telah dicuci otaknya, sehingga tidak setia pada negara dan menganggap semua aparat adalah musuh.

Padahal polisi tidak seperti itu, dan bertugas untuk menjaga masyarakat. Namun ketika polisi diserang, boleh membela diri, bukan? Karena aparat juga tidak kebal senjata tajam dan senjata api, sehingga refleks melawan serangan.
Investigasi kasus 6 anggota laskar FPI sudah sesuai dengan aturan. Mereka dijadikan tersangka, namun status ini otomatis gugur. Karena menurut pasal 77 KUHP diperbolehkan.

Kasus ini juga sudah di-SP3 alias dianggap selesai, karena semua tersangkanya sudah meninggal dunia. Case closed! Masyarakat sudah tak perlu penasaran apa sebab penembakannya, karena sudah berkali-kali ada jumpa pers dari Bareskrim.

Penulis adalah warganet tinggal di Pekanbaru

Berita Terkait

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak
Respon Kasus Bullying Binus School, KemenPPPA Kawal Hak Pendidikan Pelaku dan Korban
20 Petugas KPPS Meninggal Dunia Peroleh Santunan dari KPU
Atta Halilintar Beri Hadiah Ameena, Apa ya?
Prabowo Umbar Senyum Usai Bertemu Gibran
Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi
Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers
Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 08:53 WIB

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:45 WIB

Respon Kasus Bullying Binus School, KemenPPPA Kawal Hak Pendidikan Pelaku dan Korban

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:15 WIB

20 Petugas KPPS Meninggal Dunia Peroleh Santunan dari KPU

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:50 WIB

Atta Halilintar Beri Hadiah Ameena, Apa ya?

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:50 WIB

Prabowo Umbar Senyum Usai Bertemu Gibran

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:07 WIB

Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:28 WIB

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:47 WIB

Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit

Berita Terbaru

Regional

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Feb 2024 - 12:18 WIB