Anggota DPR RI Ini Menghimbau Pemanfaatan TIK oleh Masyarakat Sebagai Media Edukasi dan  Bisnis

Bakti Kominfo melaksanakan seminar live straming bertemakan “Pemanfaatan TIK oleh Masyarakat Sebagai Media Edukasi dan Bisnis” yang diisi Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA selaku Wakil Ketua MPR RI, Prof. Dr. Henri Subiakto, Drs, SH, MA selaku Guru Besar Komunikasi UNAIR lalu dengan Nursamsi S, Si selaku Dosen Akademi Manajemen Ilmu Komputer Bogor Pegiat IT, yang mana dalam seminar live streaming tersebut, Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA menyampaikan bahwa “Para generasi muda betul-betul memanfaatkan opportunity yang muncul dan opportunity ini sebenarnya didorong oleh kinerja pemerintah yang sekarang ini lebih banyak fokus bagaimana mempersiapkan infrastruktur yang ada dan tentunya secara keseluruhan.

Memang kalau di lihat data statistik memang pada era pandemi covid 19 ini, pertumbuhan ekonomi itu pasti terjadi kontraksi, kuartal pertama ini kontraksi masih dibawa kurang lebih sekitar minus 2%, tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang itu dengan diman-diman yang tinggi itu disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi sebelumnya.

Di era pemerintahan sebelumnya ekonomi tumbuh rata-rata 6% dari mulai tahun 2004 sampai tahun 2014 selama 10 tahun, implikasinya adalah pendapatan perkapita rakyat Indonesia itu naik begitu tinggi mencapai 3.850 dolar per kapita per tahun, jadi kemakmuran rakyat Indonesia itu naik sekali, maka tentunya terjadi penyerapan lapangan pekerjaan yang sangat luar biasa.

Kemudian pengangguran juga bisa menurun karena lapangan pekerjaan tercipta dan pada saat itu kurang lebih pengangguran hanya kurang lebih sekitar 5% dan kemiskinan juga sangat-sangat tertekan sekali mencapai hampir 10%, secara keseluruhan kesejahteraan Rakyat ini luar biasa.

Di sisi lain pemerintah melakukan pembangunan-pembangunan yang merangsang pertumbuhan ekonomi dan sekarang ini secara akumulatif pada saat pertumbuhan ekonomi turun, behavior daripada masyarakat itu akan sulit untuk berubah, behavior masyarakat yang sudah terbiasa mengkonsumsi barang ataupun jasa, akan selalu terdorong untuk tetap melakukan konsumsi dan itulah sebenarnya aktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah pandemi covid 19 ini.

Yang menjadi pertanyaan lagi adalah bahwa ditengah-tengah pandemi covid 19 ini, ada diman yang begitu tinggi, karena memang masyarakat sudah menikmati sesuatu kelas tertentu di mana memiliki kemampuan untuk konsumsi, sementara di sisi lain pemerintah juga meningkatkan infrastruktur, bagaimana agar generasi muda dan masyarakat itu bisa meningkatkan, memenuhi kebutuhan para konsumen yang ingin memiliki barang atau jasa, disinilah karena adanya diman yang begitu tinggi maka yang menjadi kewajiban para generasi muda adalah menciptakan produk apapun, produk barang atau jasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat, karena memang dimannya begitu tinggi, kemampuan untuk membelanjakan barang juga sebenarnya tinggi

Kalau dua titik ini bisa ketemu maka terjadilah yang namanya pasar, yang membuat ekonomi ini akan tumbuh, dengan demikian implikasinya tentunya sangat banyak, disamping ekonomi akan tumbuh, tentunya generasi milenial yang berusaha menciptakan produk apapun itu akan secara langsung menyerap tenaga kerja, begitu kapasitas produksi dibutuhkan akan memiliki beberapa suporting dari masyarakat yang akan membantu, inilah sirkulasi pada pertumbuhan ekonomi dan mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2021 akan bisa menuju ke arah yang positif artinya semakin tinggi diman akan muncul, di tengah-tengah pandemi covid 19

Di tengah-tengah keberhasilan pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur, sekarang tinggal permasalahannya bagaimana para generasi muda ini agar memanfaatkan momentum yang ada untuk menjadi seorang yang kreatif, inovatif untuk menciptakan produk apapun,  khususnya bagaimana agar memenuhi diman yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Henri Subiakto, Drs, SH, MA selaku Guru Besar Komunikasi UNAIR menyampaikan bahwa “Bagaimana memanfaatkan TIK atau teknologi informasi dan komunikasi sebagai media edukasi dan bisnis, bahwa era sekarang, era digital ini, di mana presiden sudah mencanangkan transformasi digital

Pemerintah sekarang membangun infrastruktur yang sudah tersedia hari ini atau tahun ini maupun yang akan dikembangkan lagi adalah membangun di wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh internet, itu ada sekitar 12.500 desa yang belum terjangkau internet di seluruh Indonesia, Indonesia ini ada 83.400 desa itu masih 12,500 yang belum bisa menggunakan internet, ke depan internet itu semakin menjadi bagian dari kehidupan.
Mulai dikatakan yang dulu disebut sebagai dunia maya, kedepan menjadi dunia yang riil yang nyata, karena bekerja di dunia maya atau di dunia digital, mencari ilmu juga di dunia digital, berkomunikasi juga di dunia digital, mencari teman bahkan mungkin mengembangkan diri semua menggunakan dunia digital.

Sehingga kedepan memang layanan-layanan yang terkait dengan pemerintahan atau e-goverment itu juga dunia digital, sekarang belajar juga sudah pakai dunia digital, kuliah online, ujian online semua digital, bahkan untuk kesehatan, konsultasi dengan dokter, konsultasi dengan paramedik menggunakan e-health, hampir sebagian besar realitas itu ke depan dan sekarang dimulai menggunakan teknologi digital atau kalau dagang menggunakan ecommerce, karena memang lebih mudah, lebih efisien dan lebih bisa menjangkau ke mana saja, itu teknologi digital menyebabkan perubahan-perubahan yang luar biasa.

Dengan perkembangan teknologi yang sekarang berkembang pesat dari sisi pemanfaatan teknologi digital tadi, media sosial jadi ajang aktivitas digital yang terbanyak digunakan oleh masyarakat terutama anak remaja dan milenial atau anak-anak yang lebih muda lagi dari milenial, medsos ini mengalami peningkatan pengguna internet di Indonesia sekarang 196,7 juta mayoritas menggunakan medsos, medsos itu juga menjadi adiksi tidak bisa terlepas, menjadi semacam kebiasaan atau sudah kecanduan, medsos menjadi ajang kreativitas pembuatan conten termasuk yang negatif, terjadi disinformasi, lalau menjadi tempat untuk mendapatkan informasi tercepat, itu perkembangan-perkembangan yang perlu di perhatikan. Pentingnya literasi digital itu meningkatkan kemapuan masyarakat supaya mewaspadai terhadap kejahatan cyber, memahami persoalan-persoalan bagaimana menggunakan teknologi secara benar secara produktif.

Mewaspadai peningkatan hoax, infodemik hingga serangan cyber, pencurian data pribadi, cerdas dalam mneyikapi informasi yang tidak jelas, mencegah munculnya kejahatan cyber, memahami perkembangan dan tantangan digital masa depan agar generasi muda bisa beradaptasi kemampuan dan pengetahuan.

Hati-hati jangan mudah percaya dengan isi mediasosial dan internet, cermat menghadapi internet tidak semua hal di internet adalah kebenyataan dan kebenaran, cerdas saat memposting sesuatu, karena informasi di internet bisa cepat menyebar dengan hitungan menit dan jam dan setelah itu tidak bisa dikontrol penyebarannya, dan hati-hati dengan hal yang terlalu indah dan menjanjikan biasanya penipuan, hal yang terlalu mengkhawatirkan dan menakutkan secara berlebihan, besar kemungkinan hoax, jagalah perilaku dan komunikasi di internet, karena semua meninggalkan jejak digital.

Nursamsi S, Si selaku Dosen Akademi Manajemen Ilmu Komputer Bogor Pegiat IT menyampaikan “Era digital sekarang ini zaman milenial, sudah sampai di revolusi industri 4.0 mau tidak mau, suka tidak suka harus mengetahui dan mendalami dunia teknologi informasi dan komunikasi.

Karena dengan teknologi  informasi dan komunikasi ini tidak ada batasan, tidak ada batasan kota, tidak ada patahan pulau atau benua, jadi semua yang dilakukan ataupun di terapkan di dunia melalui IP atau informasi yang sekarang lebih ke dunia internetnya sendiri itu sangat-sangat di perlukan.

Dari sisi pandemi, karena mau tidak mau kondisi pandemi itu akan mengalihkan semua norma kehidupan, baik itu untuk menjaga kesehatannya, itu akan beralih semuanya kepada digital, kondisi pandemi memberikan efek domino kepada aspek sosial, ekonomi dan keuangan, kenapa tidak mau juga ketika diberlakukan PSBB ataupun pemberlakuan pembatasan-pembatasan di lingkungan, di kota atau secara negara akan dibatasi semua ruang geraknya.

Baik itu nanti akan berdampak kepada aspek sosialnya, biasanya bisa jalan, berekreasi ke luar kota, ke hotel dan sebagainya sekarang tidak bisa walaupun bisa dengan biaya mahal dan dengan resiko yang tinggi.

Pandemi dimulai pada saat bersamaan bahwa, sedang naik daunnya dunia IT yang lebih dikenal dengan masuk dalam era revolusi industri 4.0 jadi mempercepat daripada penggunaan ataupun revolusi industri nya sendiri, bahwa aspek kesehatannya, kemudian aspek sosialnya, aspek ekonominya dan juga aspek keuangan, semua terdampak oleh adanya pandemi.

Pandemi telah mendorong terjadinya perubahan pendidikan, melaksanakan pelajaran jarak jauh, institusi banyak mendapatkan tekanan, dan dalam dunia kerja mempercepat akses digital di semua industri, karena konsumen dan pelaku usaha semakin bergantung kepada teknologi.

Industri perlu mempercepat proses digitalisasi untuk tetap relevan dan meningkatkan efesisensi, tekanan lebih besar untuk memperbaharui keterampilan misalanya cyber scurity, para peluang wirausaha akan menjadi pendorong penting pemulihan ekonomi dalam menciptakan cara-cara yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
ADVERTISEMENT
Login Areal