Mendukung Tuntas Pengusutan Jaringan Teroris

- Editorial Staff

Sabtu, 3 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dodik Prasetyo

Jaringan teroris di Indonesia harus diusut dengan tuntas. Kelompok teroris wajib dibasmi sampai ke akar-akarnya, agar mereka tidak bisa melakukan pengeboman, penyerangan, penembakan, dan kekejaman lainnya. Pengejaran anggota teroris makin dilakukan secara intensif. Karena terorisme adalah kekejaman yang tidak bisa diampuni.

Dalam waktu 3 hari, Indonesia dikejutkan oleh 2 peristiwa yang mengguncang. Pertama ada pengeboman di sebuah rumah ibadah di Makassar. Kedua, ada penembakan di Markas Besar Polri Jakarta. Peristiwa berdarah itu diotaki oleh kelompok teroris melakukan penyerangan sampai dengan nekatnya mengorbankan nyawa sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari kedua peristiwa heboh tersebut, kelompok teroris berusaha memperlihatkan eksistensi mereka di Indonesia. Terorisme masih terus diberantas oleh Densus 88 dan masyarakat diminta untuk bekerja sama. Agar ketika ada kegiatan yang dicurigai sebagai aktivitas kelompok teroris, bisa langsung dilaporkan ke aparat yang berwenang.

Ketua komisi III DPR Herman Hery mendukung kepolisian Indonesia mengusut dan mengungkap jaringan terorisme sampai tuntas. Ia juga mengecam aksi terorisme yang mengguncang Indonesia.

Dalam artian, sebagai wakil rakyat, ia memikirkan keselamatan rakyat dan berharap mereka tidak diganggu oleh kelompok teroris.
Herman melanjutkan, ketika ada penyerangan di Mabes Polri, tindakan tegas terukur yang dilakukan kepada tersangka sudah benar. Ia juga memuji kesigapan polisi untuk menindak pelaku.

Dalam artian, jika tidak ada ketegasan, maka justru korbannya akan makin banyak. Karena teroris tidak pernah berpikir bahwa tindakannya akan merugikan banyak orang, termasuk nyawa mereka yang jadi taruhannya.

Fungsi intelijen juga wajib ditingkatkan. Dalam artian, kepolisian dan BNPT bekerja sama untuk mengusut jaringan teroris hingga ke akarnya. Agar mereka tidak mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat. Jika tidak ada kelompok teroris, maka Indonesia akan menjadi damai, tanpa ada ancaman radikalisme dan terorisme.

Pengusutan jaringan teroris memang dilakukan oleh polri, khususnya Densus 88, secara intensif. Selain untuk mencegah terjadinya peristiwa pengeboman dan penyerangan, terorisme memang wajib diberantas. Karena jika mereka masih ada di Indonesia, tidak bisa tercipta perdamaian di negeri ini. Teroris akan terus merongrong dan mengancam dengan kekerasan.

Di daerah Condet dan Bekasi, ada 4 terduga anggota teroris ditangkap oleh Polda Metro Jaya dan Tim Densus 88. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa penggrebekan ini dilakukan setelah ada pengeboman di Makassar. Dalam penangkapan ini, ditemukan senjata tajam, 5 bom aktif, dan atribut ormas terlarang.

Jenderal Listyo melanjutkan, para tersangka sudah diamankan. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang membeli bahan bom, mengajarkan cara membuat bom, mempraktekkannya, membuat handak, dll. Sedangkan 5 bahan bom aktif saat dicacah akan bisa menjadi 70 bom pipa.

Penemuan bahan bom yang berbahaya tentu sangat mengejutkan. Kelompok teroris sudah menyiapkan bom pipa sebanyak itu dan menunjukkan bahwa mereka siap melakukan aksi teror.

Masih diselidiki lebih lanjut, di mana lagi jaringan teroris itu berada. Karena bisa saja mereka tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Penangkapan terduga teroris menjadi sangat intensif untuk mencegah terjadinya kekerasan di Indonesia.

Masyarakat diminta untuk tidak terlalu kaget ketika ada yang ditangkap, padahal ia bukan pembuat bom atau calon pengantin bom, Jika ada warga sipil yang dicokok karena menyembunyikan anggota teroris, maka ia juga wajib dibui. Karena sama saja dengan menyembunyikan kebohongan dan kejahatan di Indonesia.

Pengusutan jaringan teroris dilakukan dengan cepat dan intensif oleh Densus 88. Terorisme adalah kejahatan yang susah diampuni, karena mereka nekat melakukan pengeboman dan menyakiti saudara setanah air, tanpa memikirkan resiko ke depannya. Jangan sampai ada pengeboman lagi dan jaringan teroris harus diselidiki sampai mereka ditemukan dan dimusnahkan.

Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Berita Terkait

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers
Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit
Pencabutan Subsidi BBM untuk Makan Siang, Ini Respon Gibran
Anggota KPPS Meninggal, KPU Beri Santunan 36 Juta dan Biaya Pemakaman
Suara Prabowo-Gibran di Quick Count Akan Sama dengan Real Count
Selesai Bertugas, Anggota KPPS Palangkaraya Meninggal Dunia
Menlu: RI Terus Perkuat Kerjasama dengan 9 Negara Sahabat
Prihatin, 18 Anggota KPPS Gorontalo Dilarikan ke RS

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:28 WIB

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:47 WIB

Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:43 WIB

Pencabutan Subsidi BBM untuk Makan Siang, Ini Respon Gibran

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:38 WIB

Anggota KPPS Meninggal, KPU Beri Santunan 36 Juta dan Biaya Pemakaman

Sabtu, 17 Februari 2024 - 18:05 WIB

Suara Prabowo-Gibran di Quick Count Akan Sama dengan Real Count

Sabtu, 17 Februari 2024 - 18:00 WIB

Selesai Bertugas, Anggota KPPS Palangkaraya Meninggal Dunia

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:12 WIB

Menlu: RI Terus Perkuat Kerjasama dengan 9 Negara Sahabat

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:06 WIB

Prihatin, 18 Anggota KPPS Gorontalo Dilarikan ke RS

Berita Terbaru

Nasional

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Kamis, 22 Feb 2024 - 09:28 WIB