Tim Ropes Kupang Masih Membersihkan Sisa-Sisa Pohon di Jalan A Yani

- Editorial Staff

Sabtu, 17 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTT, deliknews – Hingga hari ini pasca badai seroja, relawan SMAN 30 Jakarta yang bergabung di Ropes masih berjibaku membersihkan pohon asam yang roboh di jln. A. Yani tepatnya di depan gereja Ebenhaesar Oeba

Untuk kelancaran lalu lintas di jalan A Yani Oeba tim relawan Ropes masih membersihkan sisa-sisa pohon asam yang roboh di jalan masih berserakan.

Ketua Ropes Senior, Johny Lobo saat di hubungi via telepon selulernya, 17/4/2021 mengatakan devisi kebersihan masih melakukan pembersihan sisa sisa batang pohon bekas potongan pohon Asam yg berserakan di sepanjang Jln.A.Yani ( depan gereja ebenhaesar Oeba).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat menyesal lambat nya pejabat Dinas Kebersihan kota Kupang menyikapi kondisi ini. Ini kan di depan gereja, jemaat terganggu ketika akan beribadah hari minggu besok” ujar Johny Lobo.

Lanjutnya, berhari hari kami bekerja kami tak pernah meminta sebungkus nasi atau sebotol aqua. Kami mandiri, kami pun tidak pernah meminta diperhatikan, kami bersama senior senior patungan, membeli BBM, Aqua, dan mendapat makanan dari sumbangan mie jakarta 4 bungkus, senshow nya rusak kami perbaiki dengan biaya dari bantuan relawan 3081 Jakarta.

Keterbatasan chensow dalam kondisi seperti ini, seharusnya Pemda kota merespon dan memberikan bantuan masing masing kelurahan satu senshow. Hal ini sudah kami posting di medsos, Jangan hanya nunggu bantuan dari pusat. Bagaimana listrik bisa menyala normal dikota kupang ?.

“Kendala sekarang ini masih banyak instalasi listrik yang belum bisa dikerjakan petugas karena terhambat ranting ranting pohon. Masyarakat siap bekerja jika ada peralatan” ujar Johny Lobo.

Kami punya tenaga relawan, untuk mendapatkan ini kami pinjam punya orang dalam keadaan rusak dan kami service, service, BBM kan butuh biaya. Kami patungan, namun kami juga malu orang luar saja peduli lingkungan kita, pungkasnya. (jati)

Berita Terkait

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan
Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame
Mahasiswa ITS Ini Modifikasi Aspal dari Limbah Lumpur
Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.
Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis
Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah
Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025
Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 18:28 WIB

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan

Sabtu, 2 Maret 2024 - 09:04 WIB

Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame

Jumat, 1 Maret 2024 - 09:59 WIB

Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:08 WIB

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:04 WIB

Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:27 WIB

Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:45 WIB

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Berita Terbaru