Ketua DPRD Sumbar Sebut Dugaan Pungutan Biaya Bidikmisi Coreng Nama Unand

  • Whatsapp
Ketua DPRD Sumbar, Supardi

Padang, – Persoalan dugaan pungutan biaya kuliah bagi mahasiswa Universitas Andalas (Unand) penerima beasiswa bidikmisi mendapat sorotan dari Ketua DPRD Sumbar, Supardi.

Menurut Supardi, bidikmisi itu kebijakan pemerintah pusat melalui semua Perguruan Tinggi untuk meringankan beban para calon mahasiswa.

“Andaikan ada pungutan sehubungan dengan bidikmisi yang dipoles dengan nama apapun tidak dibenarkan. Tentunya itu akan mencoreng nama Perguruan Tinggi itu sendiri,” tegas Supardi ketika dikonfirmasi terkait dugaan pungutan di Unand tersebut, Selasa (27/4/21).

Dikatakan Ketua DPRD Sumbar ini, khusus dugaan kasus yang ditujukan ke Unand tentu perlu penelaahan serta klarifikasi dari pihak Unand sendiri.

Menurut informasi yang diterima deliknews.com Unand diduga melakukan pungutan atau penerimaan uang kuliah dari 98 mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi selama tahun 2018 sebesar Rp280.050.000.

Baca juga: Unand Diduga Terima Ratusan Juta Uang Kuliah Mahasiswa Bidikmisi

Terima Pungli, PNS Ditangkap

Atas penerimaan uang kuliah itu turut serta disahkan dan diakui menjadi pendapatan operasional Unand. Dikarenakan waktu itu penerima beasiswa Bidikmisi mendapat bantuan pembiayaan uang kuliah dari Kemenristekdikti.

Atas pembayaran dari mahasiswa tersebut menjadi pembayaran ganda dan harus dikembalikan oleh Unand kepada mahasiswa yang bersangkutan.

Lebih lanjut, selama tahun 2018 telah dilakukan pembayaran pengembalian atas uang kuliah yang sudah dibayarkan oleh mahasiswa penerima beasiswa untuk periode hingga tahun 2018. Pengembalian dilakukan berdasarkan permintaan pengembalian dari mahasiswa total sebesar Rp848 juta lebih.

Atas nilai tersebut, menurut informasinya diketahui sebesar Rp92 juta untuk pengembalian kelebihan pembayaran di tahun 2018 dan Rp756 juta untuk periode sebelumnya.

Sedangkan kelebihan pembayaran di tahun 2018 sendiri, dari total Rp280 juta, dikabarkan hingga awal tahun 2019 lalu masih terdapat sisa Rp192 juta lebih yang belum dibayarkan kepada penerima Bidikmisi.

Untuk diketahui, terkait persoalan uang kuliah mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi ini, Deliknews.com telah menyurati (surat konfirmasi) Rektor Unand, namun belum ada balasan atau tanggapan konfirmasi tersebut.

Pada (24/2/21) Deliknews.com mempertanyakan surat yang diberikan kepada Bagian TU dan Keuangan Unand, serta dicoba menghubungi Isnaretni selaku Kabag Keuangan Unand, via telepon karena waktu itu ia tidak ada di kantor.

“Iya suratnya ada sama saya, namun saya tidak bisa ditunggu, saya ada urusan. Mungkin besok bisa diterima (balasan surat konfirmasi),” kata Isnaretni via telepon.

“Besok kita kirimkan balasannya ya, terimakasih,” kata Isnaretni kembali via WhatsApp kepada Deliknews.com.

Namun nyatanya, Kepada Bagian TU dan Keuangan Unand itu tak kunjung memberikan jawaban ataupun penjelasan terkait persoalan tersebut.

Demi keberimbangan berita dan untuk kepentingan publik, Deliknews.com terus berupaya mengkonfirmasi pihak Unand, hingga konfirmasi langsung ke Rektor Unand via WhatsApp pada 5 April 2021, namun juga tidak menanggapi.

(Darlin)

Pos terkait

loading...