Pengemis Kecanduan, Satpol PP Sumbar Tegas Larang Beraktifitas di Jalan Sudirman

Padang – Pengemis dan gelandangan yang melakukan aktifitas di Kota Padang kebanyakan pendatang dari luar. Masyarakat terlalu gampang memberi uang di jalanan, sehingga mereka jadi keseringan atau kecanduan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Sumbar, Jumadi. Menurutnya, sesuai data dari dinas sosial Kota Padang telah di data 74 orang tahun 2020. Kebanyakan yang melakukan kegiatan mengemis adalah pendatang dari luar kota padang.

“Hubungan sebab akibat juga datang dari masyarakat yang terlalu gampang memberi uang di jalanan, sehingga mereka jadi keseringan,” kata Jumadi dilansir dari Biro Humas Sumbar.

Kasat Pol PP Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolany mengatakan pengemis dan gelandangan tidak dibenarkan melakukan aktifitas di trotoar kantor gubernuran di sepanjang jalan protokol Sudirman. Karena memganggu keamanan dan ketertiban, sesuai dengan Peraturan Daerah yang berlaku, bagi yang tidak mengacuhkan dan bandel mereka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: Latifah Terisak Haru Rasa Mimpi Dikunjungi Gubernur Sumbar, Ini Sebabnya

Kasat Pol PP jugq mengatakan akan melakukan pemantauan dan pengawasan awal serta sosialisasi kepada masyarakat yang tersangkut masalah yang menjadikan diri gelandangan dan pengemis untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang ketentuan perda.

“Satpol PP dan dinas sosial provinsi bersama kota Padang akan melaksanakan pengawasan langsung hari ini dimulai pada pukul 14:00 wib tanggal 4 Mei 2020, langkah pertama dengan memberikan himbauan untuk tidak mengemis”, kata Kasat Pol PP seusai rapat Rapat kordinasi penyandang masalah kesejahteraan sosial terkait gelandang dan pengemis di kawasan trotoar kantor gubernur serta kawasan protokol lainnya di kota Padang, Selasa (4/5/21).

Dedy katakan penertiban ini sesuai perda nomor 5 tahun 2020 tentang ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

“Perbuatan menjadikan diri gelandangan dan pengemis dapat diancam dengan pidana kurungan dan denda, serta masyarakat yang memberi kepada gelandang dan pengemis juga dapat diancam pidana,” tegasnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
ADVERTISEMENT
Login Areal