Akses Rusak Hingga Warga Gagal Panen Akibat Banjir, Ini yang Dilakukan Bupati Pasaman

  • Whatsapp
Bupati Pasaman Benny Utama didampingi Kepala Dinas Kominfo, Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR kembali meninjau bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di Lubuk Sikaping, Jum’at, (30/5/21).

Pasaman, – Masyarakat Kabupaten Pasaman tepatnya di Kecamatan Lubuk Sikaping, Bonjol dan Simpati mendapat musibah bencana banjir beberapa waktu lalu. Setelah peristiwa ini Bupati Pasaman Benny Utama langsung meminta jajaran dinas terkait Tancap Gas melakukan pendataan dan membuat laporan hasil pendataan ke bupati untuk segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Ketegasan ini disampaikan Bupati Pasaman Benny Utama saat meninjau area pasca banjir di Nagari Sundata yang terjadi pada Minggu 28 Maret 2021 lalu. Bupati didampingi Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pertanian, Camat Lubuk Sikaping, Wali Nagari dan Kepala Jorong setempat, Kamis 29 Maret 2021.

Benny Utama melihat langsung lahan masyarakat yang rusak seperti Padi yang diperkirakann siap panen dalam satu minggu kedepan, akhirnya habis diterjang banjir. Kemudian kerusakan infrastruktur jalan, bendungan dan beberapa rumah warga.

“Kepada dinas terkait segera melakukan dan siapkan pendataan terkait objek kerusakan oleh Kepala Jorong, Wali Nagari, Camat dan SKPD terkait yaitu BPBD, Dinas PUPR dan Dinas Pertanian. Laporankan segera hasil pendataan bencana tersebut, akan menjadi dasar bagi kita pemerintah daerah untuk memberikan bantuan dan solusi dari dampak banjir yang terjadi agar tidak terjadi banjir susulan dikemudian hari,” tegas Bupati.

Hingga hari ini 07 Mei 2021, menurut data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, Pemkab Pasaman sudah menindaklanjuti penanganan seluruh dampak bencara banjir dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dan pengusulan pembangunan infrastruktur yang rusak kepada pemerintah pusat.

Menurut BPBD, banjir yang terjadi disebabkan intensitas curah hujan dengan durasi yang lama. Tercatat kerugian yang dialami masyarakat akibat banjir sekira sebesar Rp541.800.000.

“Seluruh yang terdampak sudah kita data dengan dinas terkait. Puluhan rumah warga, rusaknya jalan P2BN, 1 unit irigasi terban, dan 28 ha sawah masyarakat terendam. Bila diperkirakan kerugian mencapai Rp541.000.000,” kata Kepala BPBD Pasaman melaui Kepala Bidang Rehab dan Rekon Rismanto, Rabu (7/5/21).

Dikatakan Rismanto, tim dinas terkait melalui Dinas Pangan telah memberikan bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah sebanyak 1,7 Ton.

Kemudian soal kerusakan Jembatan di Alahan Mati dan Ganggo Hilia yang juga akibat banjir pada 29 April 2021 lalu. BPBD Pasaman telah berkoordinasi dengan BNPB dan saat ini tahap rekomendasi kepada Gubernur Sumbar.

Tidak hanya itu, baru-baru ini pada Kamis 29 April 2021 kembali terjadi banjir, pohon tumbang dan tanah longsor di daerah Kecamatan Lubuk Sikaping menyebabkan terbannya Bahu Jalan didekat Jembatan Kampung Padang Nagari Persiapan Aia Manggih Utara.

Dalam mengatasi persoalan ini, Bupati Pasaman Benny Utama telah meninjau langsung ke lokasi dan memerintahkan kepada dinas terkait untuk segera mencatat dan melaporkan dampak dari bencama alam itu.

Benny Utama menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dimasa musim penghujan dengan besarnya potensi banjir, pohon tumbang dan tanah longsor di Kabupaten Pasaman.

Kemudian bupati mengingatkan kepada SPKD terkait agar tidak hanya fokus pendataan pemberian bantuan, namun juga dilakukan pendataan potensi-potensi banca alam dan malaporkannya kepada bupati untuk ditinjaklanjuti bersama.

“Lakukan juga pendataan mana potensi bencana alam, agar kita carikan solusi. Kalau APBD kita tidak mencukupi, kita minta kepada pemerintah pusat,” tukas Bupati Pasaman, Benny Utama.

(Darlin)

Pos terkait

loading...