PPDI Bartim dan Tim Advokat Lakukan pertemuan Rutin Evaluasi Bukti Tambahan Serta Permasalahan Baru

- Editorial Staff

Senin, 24 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Barito Timur bersama tim kuasa khususnya yang tergabung dalam Advocate Attourney Conselor (ATC) Sesyam Mertokusumo Law Firm Jakarta.

Kembali melakukan pertemuan rutin dalam konsolidasi bukti tambahan dan evaluasi terkait bukti permasalahan-permasalahan baru dalam menyikapi sidang yang sedang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palangka Raya.

Setelah melalui beberapa kali tahapan sidang  pemeriksaan persiapan perkara dengan nomor 13/G/2021/PTUN.PK dan Nomor 14/G/2021/PTUN.PKY.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, nampak hadir sekretaris dan bendahara beserta 16 anggota PPDI dan 5 Advokat yang tergabung di Sesyam MERTOKUSUMO Law Firm sebagai kuasa PPDI Barito Timur, yang dilaksanakan di Desa Lagan, Minggu 23 Mei 2021

Usai rapat, penasehat hukum PPDI Barito Timur, Sabtuno. SH dari SESYAM MERTOKUSUMO Law Firm menyampaikan, mengingat perkembangan-perkembangan yang sudah kami lakukan, sebetulnya kami sudah melakukan 2 kali sidang di PTUN.

“Perlu kami sampaikan bahwa ada perkembangan yang perlu diberitahukan kepada kawan-kawan PPDI. Tadi dalam pertemuan, banyak sesuatu dan permasalahan-permasalahan serta hal baru yang kami temukan dan akan kami ungkapkan dalam persidangan nantinya” jelas Sabtuno.

Dikatakannya, pada tanggal 27 Mei 2021 nanti kita akan melaksanakan sidang pemeriksaan persiapan, dan dalam sidang berikutnya sudah masuk pada pokok perkara.

“Kami akan terus melakukan konsolidasi, agar apa yang kami lakukan itu selalu diketahui oleh masyarakat, bahwa PPDI tidak berhenti sampai disini saja dalam memperjuangkan hak-haknya, dan kedepannya akan lebih keras lagi” ujar Sabtuno.

Perlu diketahui juga kepada pemangku jabatan dalam hal ini bertanggung jawab atas permasalahan-permasalahan yang terjadi kepada perangkat desa, berani tampil di persidangan nanti, jangan hanya  berani mengeluarkan kebijakan tapi tidak mau bertanggung jawab, tegasnya.

Kami ingin semuanya terbuka, terbuka dalam hal ini siapa yang membuat kebijakan, karena ini nanti akan terbongkar semua, kami akan ungkapkan semua siapa dalang dari semua permasalahan ini pada persidangan nanti.

Siapapun pemangku jabatan atau yang punya kepentingan disini akan kita ketahui nanti dalam persidangan di 2 gugatan kita, yakni desa Batuah dan desa Lagan, dimana objek sengketa yaitu SK pengangkatan Plt perangkat desa, pungkasnya.

Ditemui terpisah, Bendahara PPDI Barito Timur, Daryono menambahkan, kita menindaklanjuti hasil daripada pertemuan kita yang terdahulu, yaitu kita melangkah ke PTUN.

“Dan pada dasarnya PPDI Barito Timur masih belum kalah, kita masih banyak jalan untuk mencari kebenaran dan keadilan, kami berharap dalam persidangan di PTUN nanti, PPDI Barito Timur diberikan kemudahan dan kemenangan” ujar Daryono. (Boy)

Berita Terkait

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan
Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame
Mahasiswa ITS Ini Modifikasi Aspal dari Limbah Lumpur
Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.
Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis
Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah
Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025
Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 18:28 WIB

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan

Sabtu, 2 Maret 2024 - 09:04 WIB

Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame

Jumat, 1 Maret 2024 - 09:59 WIB

Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:08 WIB

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:04 WIB

Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:27 WIB

Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:45 WIB

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Berita Terbaru