Vaksinasi Aman dan Efektif Cegah Covid-19

- Editorial Staff

Selasa, 8 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Reza Pahlevi

Kita semua ingin bebas corona secepatnya, oleh karena itu vaksinasi wajib dilakukan. Tujuannya agar kekebalan kelompok segera terbentuk dan pandemi segera berakhir. Masyarakat tak perlu takut akan vaksin, karena sudah terbukti aman, tanpa efek samping, dan memiliki status halal MUI.

Pandemi yang terjadi selama setahun ini bagai menjungkirbalikkan dunia, karena kondisi perekonomian banyak orang jadi menurun drastis. Pegawai maupun pengusaha sama merananya, karena banyak yang dirumahkan sementara daya beli masyarakat juga menurun. Untuk mengatasi derita pandemi, maka program vaksinasi nasional dilakukan dengan sesempurna mungkin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa harus vaksin? Karena vaksin terbukti bisa meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan virus covid-19. Apalagi ketika banyak yang kurang diisplin memakai masker. Ketika kita mengenakan masker di tempat umum, sementara berkontak dengan OTG, maka vaksin akan menjadi tameng agar tidak mudah tertular.

OTG ada di mana-mana dan tidka terlihat gejala sakitnya, sehingga harus makin waspada.
Dokter Neva Mareza menyatakan bahwa vaksin covid-19 memperkecil kemungkinan terjadinya gejala berat dan komplikasi akibat corona.

Jadi, dengan mendapatkan vaksin, tak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Dalam artian, mata rantai penualran corona akan terputus saat semua orang sudah divaksin dan terbentuk herd immunity, sehingga pandemi lekas berakhir.

Dokter Neva melanjutkan, vaksinasi bertujuan membuat imunitas tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan virus penyebab infeksi. Tujuan pemberian vaksin covid-19 adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus corona. Dalam artian, banyak orang akan terselamatkan nyawanya ketika sudah divaksin, karena lebih kebal dari penyakit yang berbahaya ini.

Oleh karena itu pemerintah menggenjot program vaksinasi nasional dan targetnya dipercepat, dari 18 bulan jadi 12 bulan saja. Sehingga perkiraan pada bulan april 2022 seluruh rakyat Indonesia suah disuntik vaksin dan kita bisa beraktivitas seperti biasa. Seperti masa sebelum pandemi covid-19.

Masyarakat tak perlu takut akan vaksin karena terbukti tanpa efek samping. Setelah diinjeksi, efeknya seperti pada penyuntikan vaksin lain, yakni rasa nyeri yang ringan di lengan, suhu tubuh yang sedikit lebih tinggi dari biasanya, dan mudah mengantuk. Efek seperti ini tidak berbahaya, bukan? Pasca diberi vaksin, kita hanya perlu istirahat yang lebih lama, jika perlu izin 1-2 hari ke kantor.

Orang pertama yang diberi vaksin Sinovac di Indonesia adalah Presiden Joko Widodo. Kita bisa langsung melihat efek apa yang terjadi setelah beliau disuntik, dan ternyata tidak ada apa-apa.

Presiden sehat-sehat saja dan bisa beraktivitas seperti biasa. Hal ini menandakan bahwa vsaksin covid-19 terbukti aman dan tidak membuat tubuh manusia jadi kesakitan. Justru vaksin ini akan mencegah seseorang kena penyakit.

Bukti lain keamanan vaksin covid-19 adalah izin BPOM (badan pengawas obat dan makanan). Ketika BPOM sudah turun tangan, maka vaksin ini tervalidasi dan boleh disuntikkan ke seluruh rakyat Indonesia. Izin BPOM diturunkan dengan cepat, karena situasi pandemi sangat mendesak. Namun masyarakat tak perlu khawatir karena sudah ada penelitian sebelum izin diturunkan.

Vaksin covid-19 juga sudah memiliki status halal MUI sehingga masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim bisa lega, karena tahu bahwa vaksin ini tidak mengandung gelatin babi atau bahan non halal lainnya. Pengawasan akan kehalalan vaksin juga dilakukan sejak awal pembuatannya.

Ayo vaksinasi karena kita tentu ingin tubuh sehat dan bebas corona, dan ketika semua orang sudah divaksin, akan terbentuk kekebalan kelompok. Sehingga situasi pandemi bisa cepat diakhiri. Vaksin terbukti aman dan tanpa efek samping, dan memiliki izin BPOM serta sertifikat halal MUI.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Berita Terkait

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak
Respon Kasus Bullying Binus School, KemenPPPA Kawal Hak Pendidikan Pelaku dan Korban
20 Petugas KPPS Meninggal Dunia Peroleh Santunan dari KPU
Atta Halilintar Beri Hadiah Ameena, Apa ya?
Prabowo Umbar Senyum Usai Bertemu Gibran
Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi
Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers
Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 08:53 WIB

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:45 WIB

Respon Kasus Bullying Binus School, KemenPPPA Kawal Hak Pendidikan Pelaku dan Korban

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:15 WIB

20 Petugas KPPS Meninggal Dunia Peroleh Santunan dari KPU

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:50 WIB

Atta Halilintar Beri Hadiah Ameena, Apa ya?

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:50 WIB

Prabowo Umbar Senyum Usai Bertemu Gibran

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:07 WIB

Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:28 WIB

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:47 WIB

Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit

Berita Terbaru

Regional

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Feb 2024 - 12:18 WIB