Kurang lebih 15 M, Hutang RSUD Galus Berdampak Pada Pelayanan Kesehatan

- Editorial Staff

Rabu, 23 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deliknews-Gayo Lues-Persoalan hutang piutang kini menimpa Rumah Sakit Umum Daerah, Kabupaten Gayo Lues. Tidak tanggung tanggung hutang itupun hingga mencapai kurang lebih 15 miliar. Keadaan ini tentu berdampak pada pelayanan RSUD Gayo Lues. Apalagi, hal ini mengakibatkan pada kesediaan alat-alat medis. Salah satunya pelayanan terhadap pasien cuci darah yang harus dirujuk, akibat tidak adanya persediaan Barang Habis Pakai (BHP).

Kepala Bidang Penunjang, Hidayat, saat konfirmasi wartawan menjelaskan, tidak adanya BHP tersebut disebabkan pihak RSUD Gayo Lues tidak bisa membayar pada distributor, apalagi hutang mereka hingga kini sudah mencapai lebih kurang 15 miliar.

“Kami tidak bisa mengadakan BHP, karena tidak bisa terbayar, karena hutang kami ke mereka lebih kurang 3 miliar,” jelasnya, Rabu (23/06/2021)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan hanya pada satu distributor, ternyata hutang RSUD Gayo Lues terdapat pada beberapa distributor yang bila dijumlahkan mencapai kurang lebih 15 miliar, meskipun sebagian kecil sudah mereka bayar.

Dikatan, Hidayat, bahkan umur sebagian dari utang tersebut hingga kini sudah mencapai setahun lebih.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sedangkan klaim BPJS yang menopang RSUD Gayo Lues terbilang kecil dengan dengan aturan undang-undang dibagi dua.

“Misalnya, klaim kita 1 miliar. Berarti setengah untuk jasa medis dan setengah untuk oprasional,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan, anggaran RSUD Gayo Lues hanya ditopang BPJS, tanpa ada anggaran, baik dari dana DAU maupun anggaran lainnya.

“Tidak adanya persediaan BHP,  langkah yang diambil pada pasien cuci darah, sama dengam pasien lainnya, kita rujuk dan juga kita koordinasikan dengan rumah sakit rujukan, namun ada beberapa yang saat itu penuh sehingga penanganan pasien kite tertunda sementara waktu,” katanya.

Menyoal besaran klaim BPJS RSUD Gayo, hingga berita ini diturunkan wartawan belum mengkonfirmasi pihak terkait(tim)

 

 

 

 

Berita Terkait

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan
Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame
Mahasiswa ITS Ini Modifikasi Aspal dari Limbah Lumpur
Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.
Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis
Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah
Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025
Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 18:28 WIB

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan

Sabtu, 2 Maret 2024 - 09:04 WIB

Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame

Jumat, 1 Maret 2024 - 09:59 WIB

Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:08 WIB

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:04 WIB

Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:27 WIB

Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:45 WIB

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Berita Terbaru