Diduga Korupsi, Mantan Pj. Kades Hilihoru Ditahan Kejari Nisel

- Editorial Staff

Kamis, 15 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Selatan, deliknews.com – Diduga melakukan penyelewengan penggunaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2019, oknum mantan PJ. Kepala Desa Hilihoru Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan, berinisial YH (pr) 41 th  ditahan Kejaksaan Negeri Nias Selatan.

 

Hal ini disampaikan Kajari Nias Selatan, Rindang Onasis, SH didampingi Kasi Pidsus, Solidaritas Telaumbanua, SH, Kasi Intel, Satria Darma Putra Zebua, SH dan Tim Jaksa lainnya kepada wartawan saat berada di ruang kerjanya, Kamis (15/07/2021) Jalan Diponegoro Kelurahan Pasar Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Rindang Onasis, SH menyampaikan bahwa Penahanan dilakukan Berdasarkan Surat Perintah Penahanan No. Print-01/L.2.30/Ft.2/07/2021, oknum mantan Pj.  Kepala Desa Hilihoru Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan berinisial YH (pr 41 tahun) sudah dilakukan penahan pada hari ini, Kamis (15/07/2021), ujarnya Rindang Onasis.

 

Selain adanya pekerjaan fiktif, tersangka “YH” juga melakukan transfer uang dari rekening Desa ke rekening pribadinya sebesar Rp. 232 juta Tanpa jelas penggunaan uang tersebut. dan Total kerugian Negara sebesar Rp 452.000.000.-, ujarnya.

 

Ia mengatakan bahwa Sebelum dilakukan penahanan oknum mantan Pj. Kepala Desa tersebut, pihaknya sudah berulangkali melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, namun tidak ada niat baik untuk melakukan pengembalian kerugian negara tersebut.

 

Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 subs pasal 2 Jo pasal 18 ayat 1,2,3 Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana, dengan ancaman kurungan 20 Tahun Penjara. (Sabar Duha)

 

Berita Terkait

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan
Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame
Mahasiswa ITS Ini Modifikasi Aspal dari Limbah Lumpur
Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.
Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis
Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah
Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025
Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 18:28 WIB

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan

Sabtu, 2 Maret 2024 - 09:04 WIB

Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame

Jumat, 1 Maret 2024 - 09:59 WIB

Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:08 WIB

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:04 WIB

Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:27 WIB

Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:45 WIB

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Berita Terbaru