Segera Tersangkakan Kasus Penilep Bantuan CSR

- Editorial Staff

Minggu, 8 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BandaAceh)-M Purba,SH praktisi hukum yang juga Anggota Peradi ini, meminta Polres setempat untuk menyegerakan penetapan  tersangka terhadap oknum yang diduga sebagai pelaku pemotongan bantuan dana CSR dari Bank Aceh Syariah Cabang Blangkejeren tahun 2020 tersebut.

“Dan kita meminta agar dalam hal ini penyidik harus segera merampungkan  lidiknya dan jika sudah rampung maka segera tingkat kan prosesnya ke penyidikan agar segera dilakukan proses hukum terhadap calon tersangkanya,” beber praktisi hukum ini, Kepada media Minggu(8/8/2021).

Dan proses hukum terhadap terduga pelaku pemotongan  CSR  tersebut semata-mata bukan hanya menghukumnya, namun disamping itu juga biar ada efek jera bagi pelaku, apalagi bantuan tersebut bersifat bantuan kelompok untuk masyarakat tani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal tersebut perlu dilakukan agar kasus itu tidak menjadi persepsi negatif di tengah- tengah masyarakat, Bahwa  percepatan proses hukum perkara ini, selain penegakan hukum yang berkeadilan juga untuk kepentingan Masyakarat luas,” sebut purba.

“jadi kita meminta Kapolres Gayo Lues untuk segera mempercepat proses hukum terhadap oknum tersebut, agar tidak menjadi keraguan publik dalam penegakan hukum,” tuturnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oknum tersebut itu bukanlah hal yang patut dicontoh.

Apalagi  modus pemotongan yang dilakukan diduga pelaku setelah uang masuk ke rekening kelompok tani dimintai kembali dan ada yang berikan hanya 10 juta rupiah dari besaran 100 juta yang seharusnya peruntukannya untuk kelompok Tani tersebut.

Dan kita meminta kepada Kapolda  Aceh yang baru dan Dirkrimsus agar kasus Ini menjadi atensi khusus dikabupaten Gayo Lues ini(tim)

 

Berita Terkait

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan
Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame
Mahasiswa ITS Ini Modifikasi Aspal dari Limbah Lumpur
Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.
Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis
Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah
Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025
Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 18:28 WIB

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan

Sabtu, 2 Maret 2024 - 09:04 WIB

Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame

Jumat, 1 Maret 2024 - 09:59 WIB

Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:08 WIB

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:04 WIB

Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:27 WIB

Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:45 WIB

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Berita Terbaru