Blusukan Pasar, Lihat Yang Dilakukan Bambang Haryo Bikin Gerindra Makin Moncer

  • Whatsapp

Sidoarjo – Politisi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono terus melakukan gebrakan sosial di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tak sekedar turun melihat kondisi rakyat, namun memberikan solusi dan jalan keluar untuk warga dalam menghadapi pandemi covid-19.

Ya, Bambang haryo memang memiliki modal sosial yang kuat di Sidoarjo. Ini, setelah anggota DPR-RI periode 2014-2019 itu, berada di urutan kedua dalam Pilkada Sidoarjo 2020 kemarin, perbedaan suara dengan Bupati Sidoarjo terpilih hanya 1,3%.

Bacaan Lainnya

Publik Sidoarjo, rupanya sangat mengenal dekat dengan pemilik sapaan akrab BHS, lantaran dirinya kerap turun ke masyarakat. Aksi BHS ini ikut mendongkrak elektabilitas Partai Gerindra di Sidoarjo Jawa Timur. Pasalnya, Gerindra yang kini menempati urutan kedua dengan mengantongi 17,5% sebagaimana survey charta Politika Indonesia periode juli 2021.

Jumat kemarin (13/8) Bambang Haryo melakukan blusukan di Pasar Porong, dalam kunjungan itu BHS sempatkan berbincang dengan para pedagang dan menanyakan keluhan di masa pandemi covid-19. Bahkan, BHS memuji gat vaksin di kawasan Pasar Porong.

“Sudah banyak pedagang yang divaksin Covid-19 (virus Corona), sehingga terbilang aman jika masyarakat berbelanja di pasar ini,” kata BHS.

Meski demikian, BHS berharap agar pemerintah lebih getol melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap pelaku UMKM, khususnya para pedagang pasar.

“Para pedagang ini harus diprioritaskan. Karena mereka yang sehari-hari berinteraksi dengan banyak orang. Prioritas itu dalam hal vaksinasi dan jenis vaksinnya. Kalau bisa yang sama dengan tenaga kesehatan,” ujar Bambang.

Pedagang pasar memang terbilang rentan. jika mereka terpapar, tentu juga berpotensi menularkan ke pembeli dan sebagainya di pasar.

“Fraksi Partai Gerindra juga kami minta untuk terus aktif dan maksimal dalam mendorong ini. Memprioritaskan pedagang dan pelaku UMKM,” lanjutnya.

Indonesia, termasuk di Sidoarjo, perekonomiannya ditopang oleh UMKM. Mencapai kisaran 62 persen. Demikian halnya tenaga kerja, juga mayoritas bergerak di sektor ini.

Sehingga, dalam upaya pemulihan ekonomi, diharapkan pemerintah juga lebih getol dalam mengucurkan kredit lunak atau KUR untuk para pelaku UMKM.

“Ketika mereka bisa maju dan besar, tentu dampaknya juga positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi sekali lagi, pelaku UMKM perlu mendapat perhatian lebih,” imbuhnya.

Pos terkait

loading...