Geger Penumpang Bandara Ternate Pake PCR Palsu, Begini Kata Lion Air

  • Whatsapp
Istimewa

Jakarta – Kasus penumpang di Bandara Ternate yang menggunakan hasil PCR Palsu agar bisa terbang dengan maskapai Lion Air, bikin geger publik daerah itu.

Lion Air akhirnya memberikan penjelasan resmi tentang perkembangan kasus pemalsuan surat hasil uji kesehatan PCR milik penumpang keberangkatan dari Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE).

Bacaan Lainnya

“Setelah dilakukan penyelidikan secara internal dan konfirmasi dari pihak terkait, bahwa karyawan Lion Air Group dinyatakan tidak terlibat dalam tindakan dimaksud,” ungkap Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group dalam keterangannya, dikutip Senin (16/8)

Lion Air menegaskan selama ini tidak pernah melakukan pengambilan dan pengujian (pemeriksaan) sampel COVID-19 milik calon penumpang. Yang melaksanakan proses pengujian kesehatan adalah fasilitas kesehatan (faskes) dan laboratorium kerjasama yang terdaftar di Kementerian Kesehatan.

“Komitmen Lion Air Group dalam mengoperasikan layanan penerbangan ialah tetap mengutamakan dan memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan dan dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan,” lanjut Danang.

Lion Air sendiri telah menetapkan beberapa persyaratan bagi calon penumpang sebelum terbang, antara lain:
1. Sebelum terbang, setiap calon penumpang wajib melakukan uji kesehatan Covid-19 di fasilitas kesehatan.

2. Digitalisasi secara bertahap (salah satunya guna meminimalisr pemalsuan dokumen): setiap calon penumpang memiliki aplikasi PeduliLindungi, platform ini akan menyimpan dan menunjukkan (terintegrasi) data dari setiap calon penumpang berupa:

– Hasil tes pemeriksaan RDT-ANTIGEN dan RT-PCR Covid-19,
– Kartu/ sertifikat vaksinasi nasional.
– Calon penumpang diharapkan mengunduh (download) dan registrasi (pengisian) aplikasi PeduliLindungi melalui ponsel pintar (smartphone) masing-masing dari Google Play Store atau Apple Store atau dapat diakses https://pedulilindungi.id/

Sedangkan untuk proses validasi atau pemeriksaan dokumen kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Calon penumpang memindai kode batang (scan barcode) dari PeduliLindungi pada lokasi yang disediakan di terminal keberangkatan bandar udara, atau

2. Menunjukkan atau menyerahkan surat keterangan hasil uji kesehatan Covid-19 hasil negatif dari instansi kesehatan yang ditunjukkan kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),

3. KKP memeriksa dan mengesahkan dari dokumen kesehatan tersebut,

4. Pemeriksaan keamanan pertama (security check point 1) oleh petugas aviation security pengelola bandar udara,

5. Pemeriksaan keamanan kedua (security check point 2) oleh petugas aviation security pengelola bandar udara.

Pos terkait

loading...