Replik Kasus Penipuan Alex Wijaya dan Ng Meiliani, Jaksa Tak Goyah

- Editorial Staff

Kamis, 26 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara melanjutkan sidang penipuan dan penggelapan dengan terdakwa seorang bapak dan anak, Alex Wijaya dan Ng Meiliani, Kamis (26/8/2021).

Alex Wijaya adalah Presiden Direktur PT. Innovative Plastic Packaging (Innopack) Alex Wijaya dan Ng Meiliani adalah Komisaris PT Innopack.

Agenda kali ini adalah replik atau tanggapan terhadap pembelaan terdakwa. Dalam repliknya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Sitorus menyatakan tetap pada tuntutannya, yakni 3 tahun dan 6 bulan pidana penjara terhadap Alex Wijaya. Sedang untuk Ng Meiliani 3 tahun penjara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumondang beralasan karena terdakwa Alex Wijaya di dalam persidangan mengakui sendiri belum pernah mengembalikan uang korban Rp 22 miliar sejak tahun 2013 dan 2014 hingga tahun 2019 saat PT Innopack pailit.

“Jadi, jauh setelah terjadi tindak pidana penipuan baru ada pailit,” tegas Rumondang.

Baca Juga :  Orang Sama, Tersangka Founder PT DOK Diduga juga Menipu di Bisnis lain

“Perbuatan Alex Wijaya dan Ng Meilani sepenuhnya pidana. Tidak ada sama sekali unsur perdatanya,” tambahnya.

Bahkan, lanjut Rumondang, diluar Rp 22 miliar tersebut Alex Wijaya juga mengakui telah menerima uang Rp 6,5 miliar dari korban Nety.

“Coba bayangkan, selama kurun waktu tahun 2014-2019 uang Rp 22 miliar dikuasai terdakwa Alex Wijaya dan bahkan dalam pledoinya juga disebut adanya Rp 6,5 miliar yang belum dikembalikan kepada saksi (korban), tetapi masih berani minta bebas? Teorinya dari mana?” ujar Rumondang penuh keheranan.

Ya. Dalam sidang dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa pada Kamis pekan lalu, Alex Wijaya dan Ng Meiliani memang minta dibebaskan.

Dalam repliknya Rumondang mengurai perbuatan terdakwa, bahwa terdakwa sudah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana yang sudah disampaikan pada surat tuntutan.

Baca Juga :  Orang Sama, Tersangka Founder PT DOK Diduga juga Menipu di Bisnis lain

Rumondang optimis dakwaan dan tuntutannya akan dikabulkan hakim. “Jika Terdakwa mendalilkan kepailitan dan menyebutkan bahwa saksi Nety sebagai kreditur concuren adalah peristiwa berbeda. Itu sudah peristiwa berbeda ya,” tambah Rumondang Sitorus.

Atas dasar bukti dan fakta, Alex Wijaya disebut-sebut bakal diadili lagi di PN Jakarta Utara terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Kaitannya dengan uang  Rp 22 miliar ini pula,” ungkap Rumondang.

Lebih dari itu, soal uang Rp 6,5 miliar Alex Wijaya juga akan didudukkan di kursi pesakitan. Bahkan terkait uang sekitar Rp 400 miliar yang menjerat Alex sedang berproses hukum. “Kalau ini kaitannya dengan bank swasta,” paparnya.

Celakanya, masih ada lagi korban penipuan yang diduga dilakukan Alex Wijaya. “Banyak korban terdakwa yang saat ini berproses hukum. Tapi belum tentu saya nanti jaksanya,” pungkas Rumondang.

Baca Juga :  Orang Sama, Tersangka Founder PT DOK Diduga juga Menipu di Bisnis lain

Seperti diketahui, JPU Rumondang Sitorus mendakwa Alex Wijaya dan Ng Meiliani telah melakukan tindak kejahatan penipuan yang melanggar Pasal 378 KUHP terkait investasi senilai Rp 22 miliar lebih.

Awalnya Alex Wijaya dan Ng Meiliani menawarkan investasi ke PT. Innopack dengan keuntungan sangat menggiurkan kepada korban. Tertarik untung besar, wanita pengusaha itu akhirnya menggelontorkan dananya.

Dia percaya, terlebih Alex Wijaya sempat mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) yang mengenal banyak petinggi negara.

Namun keuntungan dari dana investasi itu hanya tinggal janji hingga akhirnya kasus tersebut berlanjut ke meja hijau dalam persidangan yang dipimpin dipimpin Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun dengan anggota Rudi F Abbas dan Tiaris Sirait.

Berita Terkait

Pengelolaan Rumah Susun Kemenkumham Tidak Sesuai Ketentuan Rp4 Miliar
1.978 Personel Diturunkan Polisi untuk Antisipasi Demo
Jokowi Usai Pertemuan dengan Paloh, Saya Jadi Jembatan
Terima Kunjungan Dubes China, Prabowo Ditemani Kucing Bobby
Minggu Sore, Paloh ke Istana Penuhi Panggilan Jokowi
Unggul Hasil Quick Count, Relawan Prabowo-Gibran Bagi-bagi Bunga dan Cokelat
Komeng: Saya Maju DPD Ingin Buat Hari Komedi
Tamara Buka-bukaan Soal Yudha Setelah Jalani Pemeriksaan

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:11 WIB

Pengelolaan Rumah Susun Kemenkumham Tidak Sesuai Ketentuan Rp4 Miliar

Senin, 19 Februari 2024 - 10:35 WIB

1.978 Personel Diturunkan Polisi untuk Antisipasi Demo

Senin, 19 Februari 2024 - 10:15 WIB

Jokowi Usai Pertemuan dengan Paloh, Saya Jadi Jembatan

Minggu, 18 Februari 2024 - 19:50 WIB

Terima Kunjungan Dubes China, Prabowo Ditemani Kucing Bobby

Minggu, 18 Februari 2024 - 18:35 WIB

Minggu Sore, Paloh ke Istana Penuhi Panggilan Jokowi

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:02 WIB

Unggul Hasil Quick Count, Relawan Prabowo-Gibran Bagi-bagi Bunga dan Cokelat

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:15 WIB

Komeng: Saya Maju DPD Ingin Buat Hari Komedi

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:10 WIB

Tamara Buka-bukaan Soal Yudha Setelah Jalani Pemeriksaan

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB