Halo Pak Tamba, Ada Klinik Rapid Test Bodong Masih Buka Tutup di Gilimanuk

Ilusrtasi net

Jembrana – Pasca setelah dilakukan monitoring, keberadaan klinik rapid test bodong atau yang tidak mengantongi izin di Gilimanuk disinyalir tidak serta merta tutup. Klinik ini disebut-sebut ternyata masih membuka praktik dengan cara buka tutup alias kucing-kucingan.

“Ketika ada sidak mereka tutup begitu petugas berlalu buka lagi. Anehnya klinik itu tahu kapan ada sidak. Mungkin ada orang dalam kali,” ungkap sumber media ini, Rabu (01/09/2021)

Menjadi menarik menurut sumber ini mengatakan, meski belum mengantongi izin rekomendasi dari dinas kesehatan dan izin operasional Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana klinik tersebut dapat melayani penumpang.

“Ini yang menarik terkesan penumpang digiring. Dibalik itu patut diduga ada oknum petugas bermain. Memalukan sekali jika hal ini dibiarkan oleh pemerintah kabupaten. Apalagi baru-baru ini ada 2 orang pemalsu surat rapid test ditangkap polisi. Tentunya kejadian itu menjadi pelajaran dan menumbuhkan sikap tegas petugas di lapangan,” bebernya.

Perlu diketahui sebelumnya Satgas Covid-19 Jembrana sempat melaksanakan pemantauan ke tempat pelayanan rapid test di Gilimanuk pada Rabu (25/08/2021) lalu

Dalam kegiatan monitoring ini, satgas mendapati ada perawat tidak memiliki Surat Izin Perawat (SIP). Dan juga satu klinik ditemukan tidak mempunyai izin rekomendasi dari dinas kesehatan serta izin operasional Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana.

“Sidak kali ini dalam rangka monitoring jasa pelayanan rapid tes bagi pelaku perjalanan yang hendak ke Jawa. Kami mengecek ijin klinik, ijin perawat, tempat klinik dan pengelolaan sampah medis,” terang Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu agus Artana usai melaksanakan monitoring saat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.