Video  

Jatim Sudah Bebas Zona Merah, Khofifah: Tetap Jaga Protokol Kesehatan yang Ketat

jatim-sudah-bebas-zona-merah,-khofifah:-tetap-jaga-protokol-kesehatan-yang-ketat

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur karena Jawa Timur sudah bebas zona merah. Namun demikian, ia minta agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis satu dan dosis dua di Ciputra World, Jl.Mayjen Sungkono, Jumat (3/9).

“Meskipun bebas zona merah, tetap harus menjaga protokol kesehatan yang ketat, supaya makin melandai, makin melandai,” kata Khofifah seusai melakukan peninjauan.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga merasa gembira, mengingat BOR mingguan Jatim kemarin sudah mencapai 27 persen. Artinya sudah jauh di bawah standart WHO yang maksimum 60 persen. Artinya bahwa memang sudah makin terkendali, makin melandai. Tetapi semua tetap harus menjaga protokol kesehatan dan satunya lagi adalah dengan vaksinasi.

“Jadi, dua ini harus kita jaga. Percepatan vaksinasi dan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat,” tegas Gubernur Khofifah.

Karena itu, mantan Mensos RI ini mengapresiasi vaksinasi yang digelar di Ciputra World. Apalagi, ketika ia menanyakan kepada para peserta vaksinasi, mereka ternyata tidak hanya datang dari Surabaya, tetapi ada yang dari Trenggalek, Gresik, Ponorogo, dan daerah lain di Jatim.

Artinya, lanjut Khofifah, untuk vaksinasi dosis pertama maupun dosis kedua bisa mengikuti proses vaksinasi di Ciputra World. “Ini inisiasi dari Ibu Kamajaya. Beliau dari Konsul Kehormatan Inggris. Kemudian keluarga besar Artha Graha, dan tempat ini disediakan Citraland. Terimakasih untuk semuanya,” ujarnya.

Menurut Khofifah, tentunya kelompok Ciputra bersama dengan Artha Graha ini akan menjadi bagian dari penguatan dan percepatan proses vaksinasi di Jawa Timur. “Insya Allah berikutnya akan dikembangkan juga proses vaksinasi di Jatim Park 3 di Batu,” sambungnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, dirinya memang berharap proses percepatan perluasan vaksinasi bisa dilakukan oleh banyak elemen, yang bisa memberikan layanan-layanan seperti di Ciputra World ini.

Namun, menurut dia, problem kita adalah ketika vaksin datang semua sudah dengan notisi. Jadi, vaksin ini untuk ini, untuk Kabupaten A, Kota B, dan seterusnya.

Pemprov sendiri, menurut Khofifah, mendapatkan buffer 5 persen dari total yang mendapatkan supply Kementerian Kesehatan. Tapi dari seluruh sinergitas yang bisa dilakukan, ia berharap bisa menyiapkan lebih luas lagi.

“Jadi kalau dari daerah mana saja, tidak lagi pendekatan KTP berbasis daerah. Kemudian boleh dosis satu, dosis dua. Artinya cakupannya bisa lebih luas dan lebih banyak lagi,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.